Pesona Barongsai Nusantara Warnai HUT ke-108 Kota Madiun, Perkuat Harmoni Budaya dan Bidik Event Nasional
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Dentuman tambur dan atraksi lincah barongsai mewarnai perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun melalui gelaran Pesona Barongsai Nusantara, Minggu (21/6/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan pertunjukan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga merefleksikan semangat keberagaman budaya yang tumbuh harmonis di Kota Pendekar.
Tiga tim barongsai terbaik Kota Madiun, yakni FOBI Kota Madiun, Tri Dharma, dan Mitra Harapan, tampil memukau dengan gerakan yang energik, kekompakan para pemain, serta iringan musik tradisional yang menghidupkan suasana. Penampilan mereka mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Kegiatan diawali dari halaman Balai Kota Madiun dan secara resmi dibuka dengan pemukulan tambur oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun. Bagi Pemerintah Kota Madiun, Pesona Barongsai Nusantara memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan seni. Barongsai dipandang sebagai simbol akulturasi budaya yang mampu mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
“Pesona Barongsai Nusantara ini mengedepankan nilai-nilai keberagaman, toleransi antarbudaya, dan akulturasi. Pertunjukan ini telah bertransformasi menjadi sarana pemersatu keberagaman masyarakat Kota Madiun,” ujar Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun.
Ia menambahkan, dukungan terhadap perkembangan olahraga sekaligus seni budaya barongsai akan terus diperkuat, terutama setelah tim barongsai Kota Madiun berhasil meraih gelar juara umum pada kompetisi Barongsai Wali Kota Cup di Surabaya.
Prestasi tersebut menjadi pijakan bagi Pemerintah Kota Madiun untuk mengusung agenda yang lebih besar. Tahun depan, Kota Madiun menargetkan diri menjadi tuan rumah kompetisi barongsai tingkat nasional sebagai upaya memperluas ruang apresiasi. Hal itu sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi kegiatan seni dan olahraga budaya.

“Karena kita sudah menjadi juara di tingkat Jawa Timur, tahun depan kita targetkan Kota Madiun menjadi tuan rumah kompetisi barongsai tingkat nasional. Anggarannya insyaallah sudah kami siapkan,” katanya.
Ia juga mengajak para atlet dan pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Madiun mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda tersebut agar mampu mempertahankan prestasi sekaligus menjadi tuan rumah yang sukses.
“Yang jelas harus disiapkan dengan matang. Kota Madiun siap untuk menjadi tuan rumah untuk kompetisi tingkat nasional,” tegas Bagus.
Dalam kesempatan ini, tim barongsai pun mempertunjukan kelincahan dan atraksi yang menarik. Bahkan, pertunjukan liang liong pun tidak kalah memukau masyarakat yang memadati Balai Kota Madiun.
Usai pertunjukan, rombongan peserta menempuh rute Balai Kota, Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, Jalan Musi, Jalan H. Agus Salim, hingga berakhir di Alun-Alun Kota Madiun.
Melalui Pesona Barongsai Nusantara, Pemerintah Kota Madiun berharap semangat keberagaman tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan yang mendorong lahirnya prestasi serta event berskala nasional. Dengan demikian, Kota Madiun tidak hanya dikenal sebagai kota yang menjaga harmoni budaya, tetapi juga sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





