Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

TKA Susulan SMP Menuai Polemik, DPRD Kota Madiun Soroti Ketidaksinkronan Nilai dan Sistem PPDB

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 305
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun soroti polemik TKA susulan SMP. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) susulan bagi siswa SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK negeri memicu polemik di Kota Madiun. DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah kejanggalan yang dinilai merugikan siswa, mulai dari perbedaan nilai hasil ujian hingga persoalan sistem pendaftaran yang mengunci data peserta.

Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, mengungkapkan bahwa persoalan bermula saat pelaksanaan TKA reguler mengalami kendala teknis. Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat memberikan kesempatan ujian susulan bagi sejumlah siswa yang terdampak.

Di Kota Madiun, sebanyak 194 siswa dari SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 14 diusulkan mengikuti TKA susulan. Namun, hasil ujian susulan tersebut belum diumumkan secara resmi ketika tahapan pengambilan PIN untuk pendaftaran SMA/SMK negeri sudah dibuka.

Akibatnya, para siswa terpaksa menggunakan hasil TKA sementara yang tersedia dalam sistem untuk memenuhi persyaratan pendaftaran tahap pertama.

“Setelah digunakan mendaftar di tahap pertama, sertifikat resmi TKA baru keluar. Ternyata, ada 47 siswa dari 194 peserta susulan yang nilainya tidak sama antara yang dipakai daftar PIN dengan yang hasil baru,” kata Didik, Rabu (25/6/2026).

Perbedaan nilai tersebut memicu protes dari sejumlah orang tua siswa. Sebab, nilai resmi hasil TKA susulan diketahui lebih tinggi dibanding nilai sementara yang sebelumnya digunakan saat proses pendaftaran.

Meski demikian, sistem pendaftaran yang telah mengunci data peserta membuat siswa tidak dapat memperbarui nilai maupun mengubah pilihan sekolah tujuan.

“Contohnya ada siswa yang targetnya masuk SMAN 1, tapi karena pakai nilai lama, dia terlempar dan diterima di SMAN 5. Padahal kalau pakai nilai baru yang lebih tinggi, dia seharusnya bisa lolos di SMAN 1. Karena sistem sudah mengunci, nilainya tidak bisa dicabut atau diperbarui. Ini jelas merugikan,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga mempertanyakan validitas hasil TKA susulan yang menunjukkan 147 dari 194 peserta tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dibanding hasil sebelumnya.

Menurut Didik, kondisi tersebut sulit diterima secara logis mengingat peserta telah menjalani ujian ulang.

“Logikanya, namanya ikut ujian susulan atau ulang, tidak mungkin nilainya bisa sama persis sampai angka desimal atau komanya. Kalau tidak ada perubahan, lalu apa fungsinya TKA ulang,” katanya.

Didik juga menyoroti mekanisme penentuan peserta TKA susulan yang dinilai tidak transparan. Ia menemukan adanya siswa dengan nilai tinggi yang masuk daftar peserta ujian ulang, sementara siswa dengan nilai lebih rendah justru tidak mendapatkan kesempatan yang sama.

“Saya melihat ada yang nilainya 30 koma sekian ikut TKA ulang, tetapi ada yang nilainya 26 justru tidak masuk TKA ulang. Ini juga menjadi pertanyaan,” tambahnya.

Persoalan tersebut dinilai semakin krusial mengingat tingginya persaingan masuk SMA negeri di Kota Madiun. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah lulusan SMP tahun ini mencapai 3.044 siswa, sedangkan total kuota SMA negeri yang tersedia hanya sekitar 1.600 kursi.

Komisi I DPRD Kota Madiun mendesak pihak terkait, khususnya Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK negeri, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan TKA susulan dan sistem pendaftaran.

“Dengan kuota yang hanya separuh dari jumlah lulusan, kompetisi tentu sangat ketat. Adanya TKA susulan yang carut-marut ini tidak hanya merugikan peserta susulan yang nilainya terkunci, tetapi juga memengaruhi posisi siswa lain karena terjadi pergeseran peringkat nilai,” pungkas Didik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait polemik pelaksanaan TKA susulan tersebut. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memiliki segudang pekerjaan rumah salah satunya masih banyak rumah tangga di 206 Desa/Kelurahan belum memiliki Sanitasi limbah domestik yang layak. Tercatat sekitar 22 ribu rumah tangga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. Angka ini setara dengan 12,4 persen dari total 184 […]

    Bagikan
  • Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo kembali menggelar rapat paripurna pada Senin (14/4/2025), dengan agenda penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2030. Rapat paripurna digelar di ruang rapat lantai II Bappeda, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dalam rapat tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan arah pembangunan Ponorogo lima tahun ke depan. […]

    Bagikan
  • Kemenag Kota Madiun Gelar Seleksi Tahap I Petugas Haji 2026

    Kemenag Kota Madiun Gelar Seleksi Tahap I Petugas Haji 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun menggelar Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter untuk musim haji 1447 H/2026. Kegiatan seleksi berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Madiun pada Kamis (04/12/2025). Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, menjelaskan bahwa mekanisme seleksi ini […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Arus penumpang kereta api pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih tinggi di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Sejumlah stasiun terpantau ramai dipadati masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • Kapolres dan Satgas Pangan Lakukan Sidak MinyaKita di Pasar Besar Ngawi

    Kapolres dan Satgas Pangan Lakukan Sidak MinyaKita di Pasar Besar Ngawi

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Polres Ngawi bersama Satgas Pangan Kabupaten Ngawi melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Besar Ngawi guna memastikan ketersediaan bahan pokok serta meninjau peredaran minyak goreng subsidi merek MinyaKita. Sidak ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan bahan pokok penting (bapokting). Selain itu, juga memastikan volume minyak goreng kemasan MinyaKita sesuai dengan takaran […]

    Bagikan
  • Residivis Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Polres Magetan, Beraksi di 17 TKP

    Residivis Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Polres Magetan, Beraksi di 17 TKP

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan sepeda angin yang beraksi di sejumlah wilayah lintas provinsi. Seorang residivis berinisial Hermanu (20), warga Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, ditangkap setelah diduga melakukan aksi pencurian di sedikitnya 17 tempat kejadian perkara (TKP). Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan […]

    Bagikan
expand_less