Berita Terkini
Trending Tags

Candi Sadon Magetan, Jejak Peradaban Hindu yang Tetap Disakralkan dan Menyimpan Beragam Kisah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Candi Sadon, situs Hindu kuno di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di balik hamparan perkampungan di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, berdiri sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak panjang peradaban Hindu di lereng Gunung Lawu. Situs yang dikenal sebagai Candi Sadon atau Candi Reog itu hingga kini tidak hanya menjadi objek kajian sejarah dan arkeologi, tetapi juga masih dianggap sakral oleh sebagian masyarakat setempat.

Meski bangunannya tidak lagi utuh dan hanya menyisakan susunan batu andesit serta sejumlah artefak kuno, Candi Sadon diyakini memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Hindu di wilayah Mataraman. Sejumlah kajian menyebut situs tersebut berasal dari masa peralihan kerajaan-kerajaan Hindu di Jawa Timur. Namun, terdapat pula pendapat yang mengaitkannya dengan masa Kerajaan Majapahit hingga era Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.

Juru Pelihara Candi Sadon, Sarnu, mengatakan keberadaan situs tersebut telah ada sejak masa kerajaan Hindu dan diperkirakan masih digunakan hingga periode akhir Majapahit. “Era Majapahit terakhir, tapi sebelum itu sudah ada candi ini,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Keberadaan Candi Sadon telah lama menarik perhatian para peneliti. Situs ini pertama kali diketahui masyarakat setelah ditemukan kembali dalam kondisi tertimbun tanah. Puluhan batu andesit yang diduga merupakan bagian bangunan candi kemudian digali dan ditata ulang sehingga membentuk kompleks situs seperti yang terlihat saat ini.

Menurut Sarnu, sebagian besar struktur bangunan diduga masih berada di bawah permukaan tanah. “Candi ini diperkirakan baru sepertiga saja yang terlihat, lainnya masih terkubur,” katanya.

Dugaan tersebut pernah diperkuat melalui kegiatan ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan. Namun penggalian tidak dilanjutkan karena kondisi batu-batu yang ditemukan telah mengalami kerusakan.

“Ada temuan saat penggalian, tetapi kemudian ditimbun lagi. Ekskavasinya dibatalkan,” jelasnya.

Salah satu daya tarik utama Candi Sadon adalah keberadaan dua arca Kalamakara yang menjadi ikon situs tersebut. Bentuknya menyerupai wajah raksasa dengan karakter mirip kepala harimau pada Dhadhak Merak dalam kesenian Reog Ponorogo.

Karena itulah masyarakat lebih akrab menyebut situs ini sebagai Candi Reog. “Kalau Kalamakara ini bentuknya seperti barongan reog,” ujar Sarnu.

Selain Kalamakara, di kompleks candi juga ditemukan berbagai artefak bernilai sejarah seperti arca naga, batu bertulis, umpak atau fondasi bangunan, antefik sebagai ornamen sudut candi, yoni sebagai alas lingga, serta relief Tantri yang berisi kisah-kisah binatang yang sarat pesan moral.

Temuan yoni, lingga, dan arca Nandi berbentuk sapi semakin menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi tempat pemujaan bercorak Hindu Siwaistik pada masa lampau.

Tidak jauh dari kompleks utama terdapat lokasi terpisah yang menyimpan arca Nandi, sapi suci yang dalam ajaran Hindu merupakan wahana Dewa Siwa. Di sekitar lokasi itu juga terdapat sejumlah batu yang oleh masyarakat dikenal sebagai Reca Kandang, Reca Pakan, Reca Omben, Reca Capil, dan Reca Cagak yang berkaitan dengan aktivitas penggembalaan sapi.

Sarnu menuturkan, pada sekitar tahun 1985 arca Nandi pernah dipindahkan ke kompleks utama Candi Sadon. Namun tidak lama kemudian warga mengaku mengalami kejadian yang tidak biasa.

“Dulu arca itu sempat dipindah ke sini. Setelah itu ternak sapi milik warga berubah liar. Akhirnya arca tersebut dikembalikan lagi ke tempat semula,” ungkapnya.

Meski cerita tersebut belum pernah dibuktikan secara ilmiah, kisah itu masih menjadi bagian dari tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat sekitar.

Selain memiliki nilai sejarah dan arkeologis, Candi Sadon juga masih memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Hingga sekarang, sebagian masyarakat masih mendatangi kawasan situs untuk berdoa atau menyampaikan harapan sebelum menggelar hajatan maupun kegiatan penting lainnya.

“Kalau masyarakat sini tempat ini masih disakralkan. Kalau punya niat atau hajat tertentu biasanya datang ke sini terlebih dahulu,” kata Sarnu.

Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun. Pada bulan Suro, masyarakat juga kerap menggelar selamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang ada di kawasan tersebut.

Di luar tradisi yang masih dijalankan warga, berkembang pula berbagai cerita mengenai sosok-sosok yang dipercaya menjadi penjaga kawasan candi. Beberapa nama yang sering disebut masyarakat antara lain Mbah Sikem yang diyakini sebagai tokoh pendiri desa, Haji Sulaiman, serta Dadung Awuk yang dikisahkan sebagai penggembala sapi.

Meski demikian, keberadaan kisah-kisah tersebut lebih dipandang sebagai bagian dari folklor atau tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat dan turut memperkaya nilai budaya situs bersejarah tersebut.

Kini, Candi Sadon menjadi salah satu bukti penting berkembangnya pengaruh Hindu di kawasan lereng Gunung Lawu. Berbagai artefak yang tersisa menunjukkan tingginya nilai seni dan teknologi bangunan pada masanya, sekaligus menyimpan informasi sejarah yang hingga kini masih terus diteliti.

Bagi para arkeolog, situs ini merupakan jejak penting perkembangan kebudayaan Hindu di Jawa Timur. Sementara bagi masyarakat sekitar, Candi Sadon bukan sekadar reruntuhan bangunan kuno, melainkan warisan leluhur yang harus dijaga keberadaannya.

Karena itu, Sarnu mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian situs dan tidak mengambil maupun merusak batu-batu yang ada di kawasan candi.

“Ini warisan sejarah. Harapannya bisa terus dijaga bersama agar tetap lestari dan bisa dipelajari oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

    Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun– Langkah ratusan warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, mengiringi perpindahan sebuah batu kuno pada Kamis (3/7/2026), bukan sekadar prosesi adat. Di balik kirab itu tersimpan ikhtiar masyarakat menjaga jejak sejarah agar tidak hilang di tengah derasnya pembangunan industri. Batu yang diarak tersebut dikenal sebagai Batu Jambangan, sebuah peninggalan purbakala berupa wadah […]

    Bagikan
  • Efek Domino KA Madiun Jaya: Mobilitas Naik, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak

    Efek Domino KA Madiun Jaya: Mobilitas Naik, Ekonomi Daerah Ikut Bergerak

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kehadiran KA Madiun Jaya tak hanya memperkuat konektivitas Madiun dengan Jakarta, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi regional. Dalam satu tahun operasionalnya, kereta api relasi Madiun–Pasarsenen (PP) ini telah melayani 43.387 penumpang, sekaligus menjadi katalisator mobilitas masyarakat, perdagangan, dan sektor jasa di wilayah Madiun dan sekitarnya. Diluncurkan pada […]

    Bagikan
  • Hari Jadi Ke-107, Giat Sosial “Madhioen Sunatan” di Ikuti Oleh 100 Anak

    Hari Jadi Ke-107, Giat Sosial “Madhioen Sunatan” di Ikuti Oleh 100 Anak

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun yang ke-107, Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan sunat massal yang bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, pada Kamis (12/06/2025). Acara dibuka langsung oleh Wakil WaliKota Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Kegiatan sosial ini diikuti kurang lebih 100 anak dari berbagai wilayah di […]

    Bagikan
  • Dikbud Kabupaten Madiun Redistribusi SD Negeri, Seimbangkan Rasio Guru dan Murid

    Dikbud Kabupaten Madiun Redistribusi SD Negeri, Seimbangkan Rasio Guru dan Murid

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun tengah menyiapkan langkah redistribusi sejumlah Sekolah Dasar Negeri. Kebijakan ini diarahkan untuk menata ulang distribusi guru dan tenaga kependidikan yang dinilai tidak seimbang dengan jumlah peserta didik di beberapa sekolah. Kepala Dikbud Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengatakan kebijakan tersebut berangkat dari temuan bahwa ada […]

    Bagikan
  • Hutan Lindung Perhutani Terbakar ,Warga Siaga Antisipasi Api mendekati Pemukiman 

    Hutan Lindung Perhutani Terbakar ,Warga Siaga Antisipasi Api mendekati Pemukiman 

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda kawasan hutan lindung milik Perum Perhutani di Gunung Mojo, Dusun Bayeman, Desa Kunti, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). Kebakaran tersebut membakar kawasan hutan yang dipenuhi tanaman jati dan semak belukar. Kepulan asap tebal bahkan terlihat dari jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. […]

    Bagikan
  • Geledah Rumah Sekda Ponorogo di Kota Madiun, KPK Sita Sejumlah Dokumen Penting

    Geledah Rumah Sekda Ponorogo di Kota Madiun, KPK Sita Sejumlah Dokumen Penting

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Kali ini, rumah milik Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, yang berada di Jalan Mangku Prajan No. 08, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, menjadi sasaran penggeledahan. Pantauan di lokasi […]

    Bagikan
expand_less