MinyaKita Langka, Warga Magetan Beralih ke Minyak Goreng Curah Meski Harga Ikut Naik
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kelangkaan minyak goreng kemasan bersubsidi MinyaKita di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat masyarakat beralih menggunakan minyak goreng curah. Meski harga minyak curah juga mengalami kenaikan, produk tersebut tetap menjadi pilihan karena lebih mudah diperoleh dan harganya masih lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan.
Kondisi itu terlihat di salah satu toko penjual minyak goreng curah di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kepolorejo, Kabupaten Magetan. Sejak MinyaKita sulit ditemukan di pasaran dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pembeli minyak curah terus meningkat.
Masyarakat datang membawa jerigen maupun galon bekas air minum untuk membeli minyak goreng curah yang kini dijual seharga Rp19 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp1.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tidak menyurutkan minat pembeli. Bagi para pelaku usaha kecil, khususnya pedagang gorengan, minyak goreng curah dinilai lebih ekonomis dan mudah diperoleh. Selain itu, kualitasnya dianggap cukup baik karena warnanya jernih sehingga tetap layak digunakan untuk menggoreng.
Heru, seorang pedagang gorengan, mengaku terpaksa beralih menggunakan minyak goreng curah akibat sulitnya mendapatkan MinyaKita di pasaran. Kalaupun tersedia, harganya dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kemampuan pedagang kecil.

“Minyak goreng curah naik, tapi sekarang kami tetap pakai curah karena MinyaKita langka. Harganya juga sudah mahal untuk pedagang gorengan,” ujarnya.
Kelangkaan MinyaKita juga terlihat di Pasar Sayur Magetan. Sejumlah pedagang mengaku stok minyak goreng bersubsidi tersebut sering kosong. Jika tersedia, harga jualnya telah mencapai Rp22 ribu per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp20 ribu per liter.
Akibat keterbatasan stok MinyaKita, sebagian besar pedagang hanya menjual minyak goreng kemasan merek lain, seperti Sunco dan Fortune. Namun, harga kedua produk tersebut juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp25 ribu per kemasan 800 mililiter, dari sebelumnya Rp23 ribu.
Penjual minyak goreng curah, Ira Wulandari, mengatakan permintaan minyak curah meningkat signifikan sejak MinyaKita sulit diperoleh. Menurutnya, hampir seluruh pelanggan yang sebelumnya membeli minyak kemasan kini beralih ke minyak curah.
“MinyaKita sudah lama langka, sehingga banyak warga beralih ke minyak curah. Sekarang kami menjual minyak curah Rp19 ribu per kilogram,” katanya.
Masyarakat berharap pasokan MinyaKita segera kembali normal agar memiliki lebih banyak pilihan sesuai kemampuan ekonomi masing-masing. Selain itu, mereka juga berharap harga minyak goreng curah tidak kembali naik karena akan semakin membebani pelaku usaha mikro maupun rumah tangga yang bergantung pada kebutuhan minyak goreng setiap hari. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





