Berita Terkini
Trending Tags

MinyaKita Langka, Warga Magetan Beralih ke Minyak Goreng Curah Meski Harga Ikut Naik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga minyak goreng curah naik jadi Rp19 ribu per kilogram. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kelangkaan minyak goreng kemasan bersubsidi MinyaKita di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat masyarakat beralih menggunakan minyak goreng curah. Meski harga minyak curah juga mengalami kenaikan, produk tersebut tetap menjadi pilihan karena lebih mudah diperoleh dan harganya masih lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan.

Kondisi itu terlihat di salah satu toko penjual minyak goreng curah di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kepolorejo, Kabupaten Magetan. Sejak MinyaKita sulit ditemukan di pasaran dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pembeli minyak curah terus meningkat.

Masyarakat datang membawa jerigen maupun galon bekas air minum untuk membeli minyak goreng curah yang kini dijual seharga Rp19 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp1.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tidak menyurutkan minat pembeli. Bagi para pelaku usaha kecil, khususnya pedagang gorengan, minyak goreng curah dinilai lebih ekonomis dan mudah diperoleh. Selain itu, kualitasnya dianggap cukup baik karena warnanya jernih sehingga tetap layak digunakan untuk menggoreng.

Heru, seorang pedagang gorengan, mengaku terpaksa beralih menggunakan minyak goreng curah akibat sulitnya mendapatkan MinyaKita di pasaran. Kalaupun tersedia, harganya dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kemampuan pedagang kecil.

Image Not Found
MinyaKita langka, warga Magetan beralih ke minyak curah. Foto : Kus-Sinergia

“Minyak goreng curah naik, tapi sekarang kami tetap pakai curah karena MinyaKita langka. Harganya juga sudah mahal untuk pedagang gorengan,” ujarnya.

Kelangkaan MinyaKita juga terlihat di Pasar Sayur Magetan. Sejumlah pedagang mengaku stok minyak goreng bersubsidi tersebut sering kosong. Jika tersedia, harga jualnya telah mencapai Rp22 ribu per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp20 ribu per liter.

Akibat keterbatasan stok MinyaKita, sebagian besar pedagang hanya menjual minyak goreng kemasan merek lain, seperti Sunco dan Fortune. Namun, harga kedua produk tersebut juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp25 ribu per kemasan 800 mililiter, dari sebelumnya Rp23 ribu.

Penjual minyak goreng curah, Ira Wulandari, mengatakan permintaan minyak curah meningkat signifikan sejak MinyaKita sulit diperoleh. Menurutnya, hampir seluruh pelanggan yang sebelumnya membeli minyak kemasan kini beralih ke minyak curah.

“MinyaKita sudah lama langka, sehingga banyak warga beralih ke minyak curah. Sekarang kami menjual minyak curah Rp19 ribu per kilogram,” katanya.

Masyarakat berharap pasokan MinyaKita segera kembali normal agar memiliki lebih banyak pilihan sesuai kemampuan ekonomi masing-masing. Selain itu, mereka juga berharap harga minyak goreng curah tidak kembali naik karena akan semakin membebani pelaku usaha mikro maupun rumah tangga yang bergantung pada kebutuhan minyak goreng setiap hari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unit Usaha KDMP Mategal Mulai Dirasakan Manfaatnya, Bioflok Lele Jadi Fokus Pengembangan Play Button photo_camera 2

    Unit Usaha KDMP Mategal Mulai Dirasakan Manfaatnya, Bioflok Lele Jadi Fokus Pengembangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah proses pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Mategal, Kecamatan Parang, sejumlah unit usaha koperasi telah lebih dulu berjalan dan mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Meski beroperasi tanpa gedung permanen, aktivitas usaha KDMP sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Wakil Ketua Bidang Usaha KDMP Desa Mategal, Heru Suryadi, menjelaskan bahwa saat […]

    Bagikan
  • Sopir Truk Tewas Tertimbun Longsor Tambang, Keluarga Kehilangan Sosok Pekerja Keras

    Sopir Truk Tewas Tertimbun Longsor Tambang, Keluarga Kehilangan Sosok Pekerja Keras

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Suroso (55), warga Dusun Betok, Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Ia menjadi korban longsor tambang galian C di Desa Trosono, Kecamatan Parang, pada Sabtu (27/9/2025). Jenazah Suroso ditemukan tim gabungan sehari setelah kejadian, tepatnya Minggu (28/9/2025) siang. Proses pencarian dilakukan sejak Sabtu pagi dan […]

    Bagikan
  • Ratusan Siswa MI Ma’arif Setono Gelar Salat Gaib dan Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera

    Ratusan Siswa MI Ma’arif Setono Gelar Salat Gaib dan Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Setono, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Jami Batoro Katong yang berada di kompleks madrasah, Jumat (05/12/2025). Selain salat gaib, para siswa juga melakukan aksi […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Tolak WFH dalam SE Hemat Energi, Usul ASN Wajib Bersepeda hingga Jalan Kaki

    DPRD Madiun Tolak WFH dalam SE Hemat Energi, Usul ASN Wajib Bersepeda hingga Jalan Kaki

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketua DPRD Kabupaten Madiun memberikan tanggapan tegas terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun yang akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang gerakan hemat energi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (6/4/2026). Dalam pernyataannya, Ketua DPRD Fery mendorong agar Bupati Madiun segera merealisasikan SE tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan hemat energi tidak […]

    Bagikan
  • Isi BBM Non-Subsidi di SPBU Caruban Bisa Pulang Bawa Batik

    Isi BBM Non-Subsidi di SPBU Caruban Bisa Pulang Bawa Batik

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Suasana berbeda tampak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (02/10/2025). Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, para petugas SPBU mengenakan pakaian batik sekaligus membagikan kejutan bagi konsumen. Kejutan tersebut berupa pemberian baju batik dan voucher MyPertamina senilai Rp. 25 ribu yang diberikan secara […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Perketat Pengawasan MinyaKita, Pedagang Diingatkan Tak Jual di Atas HET

    Bulog Madiun Perketat Pengawasan MinyaKita, Pedagang Diingatkan Tak Jual di Atas HET

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Madiun memperketat pengawasan distribusi MinyaKita di wilayah kerjanya. Langkah ini dilakukan menyusul mencuatnya dugaan penyalahgunaan distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut yang menyebabkan harga jual di tingkat konsumen melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. Pengawasan diperketat saat Bulog mendistribusikan MinyaKita ke Pasar Sayur Caruban, […]

    Bagikan
expand_less