Kolaborasi Korem 081/DSJ dan Pemkot Madiun Siapkan Kawasan Wisata Heritage Bernilai Sejarah
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 45
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperkuat sinergi dalam pengembangan potensi daerah melalui rencana pembangunan kawasan wisata heritage di Kota Madiun. Destinasi baru tersebut akan memanfaatkan bangunan bersejarah bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo.
Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, pengembangan kawasan heritage itu merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Darat terhadap kemajuan Kota Madiun, khususnya di sektor pariwisata.
“Kami dari TNI Angkatan Darat, jajaran Kodam V/Brawijaya, berupaya mendukung peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perkembangan Kota Madiun,” ujar Untoro kepada awak media di lokasi bekas RTM, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, kawasan bekas RTM akan menjadi bagian dari jalur wisata sejarah yang tengah disiapkan Pemkot Madiun. Jalur tersebut direncanakan menghubungkan sejumlah bangunan bersejarah, mulai dari Balai Kota Madiun, gereja tua, bekas RTM, hingga kawasan Alun-Alun dan Pendopo Kabupaten Madiun.
Sebagai tahap awal, Korem 081/DSJ bersama Pemkot Madiun menggelar kerja bakti membersihkan area bekas RTM. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual bangunan sebelum dilakukan penataan maupun revitalisasi.

“Selama ini bangunan ini terbengkalai dan belum dimanfaatkan. Melalui pembersihan ini kami ingin mengetahui kondisi bagian dalam secara menyeluruh. Ada informasi mengenai saluran atau terowongan yang konon terhubung ke gereja, namun hal itu masih perlu dibuktikan,” kata Untoro.
Ia menambahkan, hasil pembersihan akan menjadi dasar dalam menentukan bagian-bagian bangunan yang perlu diperbaiki, ditata, maupun direnovasi sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mengatakan, gagasan membangun kawasan wisata heritage muncul setelah pemerintah kota meninjau sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kota Madiun.
“Pekan lalu kami bersama tim melihat kondisi di sekitar Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pahlawan. Kami menemukan bangunan bersejarah Rumah Tahanan Militer. Sebelumnya kami juga telah berkomunikasi dengan Danrem, Pangdam, dan Dandim. Intinya, RTM ini akan kami bersihkan bersama agar memiliki potensi menjadi destinasi yang dapat menarik wisatawan,” ujarnya.
Bagus menegaskan, penataan kawasan tersebut akan mengedepankan karakter asli bangunan sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga. Selain sebagai destinasi wisata sejarah, kawasan bekas RTM juga diproyeksikan menjadi lokasi kegiatan fotografi serta wisata edukasi.
Ia optimistis, kehadiran kawasan wisata heritage itu akan menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas sejarah Kota Madiun. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





