RSUD Kota Madiun Perkuat Pelayanan Skrining Kanker Rektum hingga Kesehatan Mental Warnai Hari Jadi Kota Madiun ke-108
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 58
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke-108, RSUD Kota Madiun menggelar kegiatan skrining kesehatan bagi masyarakat pada Senin (30/6/2026). Tiga layanan skrining yang dihadirkan meliputi deteksi dini kanker rektum, skrining kesehatan mental, dan skrining gizi di Poli Tulip. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan RSUD Kota Madiun terus didorong untuk menghadirkan layanan kesehatan yang memiliki keunggulan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Kota Madiun dan wilayah sekitarnya.
“RSUD Kota Madiun perkembangannya sangat cepat. Yang saya minta adalah memiliki layanan yang punya diferensiasi dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. Hari ini kita melihat ada layanan bedah dan skrining kanker rektum, juga kesehatan mental. Ke depan kebutuhan layanan kesehatan mental diperkirakan semakin meningkat sehingga RSUD sudah mulai mempersiapkan diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan layanan kesehatan mental juga dilakukan secara bertahap melalui puskesmas dengan menyiapkan tenaga psikolog agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan tersebut.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan – layanan kesehatan yang telah disediakan, baik di Puskesmas maupun di RSUD Kota Madiun ini,” jelas Bagus.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, menjelaskan pemilihan tiga jenis skrining tersebut didasarkan pada pentingnya deteksi dini terhadap penyakit maupun kondisi kesehatan yang masih belum banyak mendapat perhatian masyarakat.
Menurutnya, skrining kanker rektum dipilih karena kanker rektum merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus yang cukup tinggi di Indonesia.
“Kita ingin masyarakat memahami bahwa kanker rektum juga bisa dideteksi lebih awal melalui skrining. Selama ini masyarakat lebih mengenal skrining kanker serviks atau kanker payudara, padahal kanker rektum juga memiliki metode deteksi dini,” jelasnya.
Selain itu, RSUD Kota Madiun juga mengangkat isu kesehatan mental yang dinilai masih sering disalahpahami. Banyak masyarakat masih menganggap layanan kesehatan jiwa hanya diperuntukkan bagi penderita gangguan jiwa berat.
Padahal, lanjut dr. Muhammad Nur, gangguan kesehatan mental dapat diawali dari keluhan sederhana seperti sulit tidur, mudah cemas, atau kesulitan bersosialisasi. Melalui skrining, gejala tersebut dapat dikenali sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Adapun skrining gizi bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
“Untuk gizi memang kita tetap angkat karena kita mau memberitahukan secara mendalam terkait dengan kebutuhan gizi keluarga,” imbuhnya.
Pelaksanaan skrining juga disesuaikan dengan momentum Hari Jadi Kota Madiun ke-108. Sebanyak 108 peserta mengikuti skrining kanker rektum sebagai simbol usia Kota Madiun, 20 peserta mengikuti skrining kesehatan mental yang mengacu pada tanggal hari jadi kota, serta enam keluarga mengikuti skrining gizi yang melambangkan bulan Juni.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Kota Madiun berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini berbagai masalah kesehatan sehingga kualitas hidup dapat terus ditingkatkan melalui langkah pencegahan yang tepat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





