Berita Terkini
Trending Tags

Modal Rp200 Ribu, Pemuda Magetan Raup Jutaan Rupiah dari Selada Hidroponik di Lahan Bekas Kebun Ketela

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 46
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Modal Rp200 ribu, kini raup omzet jutaan rupiah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Siapa sangka, modal awal hanya Rp200 ribu mampu mengubah lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber penghasilan jutaan rupiah. Hal itu dibuktikan Rudi Saputra (27), pemuda asal Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan budidaya selada hidroponik dengan sistem rumah kaca (greenhouse).

Berbekal kemauan belajar secara otodidak melalui berbagai konten di media sosial, Rudi mulai merintis usaha hidroponik pada awal Mei 2025. Ketertarikannya terhadap pertanian modern muncul secara tidak sengaja saat mencari referensi budidaya tanaman di internet.

Dengan modal terbatas, Rudi membeli perlengkapan bekas berupa tiga batang pipa paralon berdiameter 2,5 inci, satu pompa akuarium, serta tandon nutrisi berkapasitas 100 liter. Dari instalasi sederhana tersebut, ia mulai menanam selada jenis Caipira.

Perlahan namun pasti, usahanya berkembang. Kini, kebun hidroponik miliknya telah memiliki tujuh meja instalasi dengan total sekitar 1.400 lubang tanam atau masing-masing 200 lubang tanam di setiap meja. Seluruh instalasi berada di dalam greenhouse berukuran 8 x 11 meter yang berdiri di atas lahan bekas kebun ketela.

“Lahan ini dulunya untuk menanam ketela sebagai pakan ternak. Karena dinilai kurang produktif, akhirnya saya manfaatkan untuk budidaya sayuran hidroponik,” ujar Rudi.

Menurutnya, penggunaan greenhouse dipilih karena mampu menjaga kualitas tanaman. Selain lebih bersih, metode tersebut juga membuat tanaman lebih terlindungi dari serangan hama sehingga penggunaan pestisida dapat diminimalkan.

“Lebih bersih dan bebas dari hama. Perawatannya juga sebenarnya cukup mudah, yang penting sabar dan telaten,” katanya.

Dalam waktu sekitar dua bulan, kebun hidroponiknya mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram selada segar. Setiap meja instalasi dapat menghasilkan rata-rata 40 kilogram selada sekali panen.

Hasil panen dipasarkan kepada tengkulak, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain memenuhi kebutuhan pasar di Magetan, selada milik Rudi juga dipasarkan hingga Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Harga jual mengikuti kondisi pasar. Saat ini selada dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram untuk pasar lokal, sedangkan pasokan ke luar daerah dapat mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah sudah beberapa kali memasok ke dapur MBG. Permintaan cukup ramai, meski saat libur panjang biasanya sedikit menurun,” ungkapnya.

Dari hasil budidaya tersebut, Rudi mampu membukukan omzet sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta setiap dua bulan. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih yang diperoleh berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap kali panen.

Musim kemarau yang identik dengan menurunnya produktivitas pertanian justru menjadi keuntungan tersendiri bagi usaha hidroponik miliknya. Sistem budidaya dalam greenhouse membuat kebutuhan air lebih efisien, sementara kualitas tanaman tetap terjaga meski curah hujan rendah.

Keberhasilan Rudi menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk memulai usaha. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana, belajar secara mandiri, dan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif, ia mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan pasar terhadap sayuran segar berkualitas. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Kondusifitas Wilayah, Forkopimcam Dolopo Perkuat Sinergi Tiga Pilar 

    Jaga Kondusifitas Wilayah, Forkopimcam Dolopo Perkuat Sinergi Tiga Pilar 

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dolopo menggelar pertemuan sinergitas tiga pilar bersama jajaran TNI, Polri, pemerintah desa, dan perwakilan perguruan silat di Pendopo Lapangan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (29/10/2025). Pertemuan ini menjadi upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah sekaligus memperkuat harmoni sosial. Camat Dolopo, Yudha Dwi Andrianto, menjelaskan […]

    Bagikan
  • TKI Asal Magetan Meninggal Kecelakaan di Malaysia, Diduga Berangkat Non Prosedural

    TKI Asal Magetan Meninggal Kecelakaan di Malaysia, Diduga Berangkat Non Prosedural

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan di Malaysia pada Kamis (23/10/2025) pagi. Korban diketahui bernama Fendi Setiawan (31), warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol. Kabar duka itu dibenarkan Choirul Anwarudin, perangkat Desa Gonggang. “Ya, benar. Fendi mengalami kecelakaan di Malaysia pagi tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi. Usai kabar […]

    Bagikan
  • Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo. Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak […]

    Bagikan
  • Info Ninuninu ! Siap-Siap Ada Operasi Keselamatan Semeru 2026  Play Button

    Info Ninuninu ! Siap-Siap Ada Operasi Keselamatan Semeru 2026 

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Mako Polres Madiun Kota pada (02/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam rangka mendukung lancarnya pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas. Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Madiun […]

    Bagikan
  • Inspektorat Turun Gunung Audit Desa Dempelan Soal Pengelolaan Dana PADes

    Inspektorat Turun Gunung Audit Desa Dempelan Soal Pengelolaan Dana PADes

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Desakan warga terkait dugaan penyimpangan dana desa di Dempelan berujung pada langkah audit oleh Inspektorat Kabupaten Madiun. Tim auditor dijadwalkan turun dalam waktu dekat setelah menerima surat permohonan resmi dari Pj Kepala Desa Dempelan. Inspektur Kabupaten Madiun Joko Lelono menegaskan pihaknya telah menyiapkan surat perintah tugas. “Insyaallah Senin tim sudah […]

    Bagikan
  • Satgas MBG Madiun Bakal Sidak 47 Dapur SPPG, Cek Kualitas hingga Sanitasi

    Satgas MBG Madiun Bakal Sidak 47 Dapur SPPG, Cek Kualitas hingga Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Madiun bakal turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional, kualitas makanan, hingga standar sanitasi berjalan sesuai ketentuan. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, yang juga menjabat […]

    Bagikan
expand_less