Serapan APBD Kabupaten Madiun Baru 44,24 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan Akibat Gejolak Harga
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madiun hingga awal Juli 2026 mencapai 44,24 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tetap optimistis target penyerapan anggaran bisa mendekati 97 persen hingga akhir tahun meski proyek pembangunan fisik belum mulai dikerjakan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Hadi Sutikno, mengatakan berdasarkan data per 1 Juli 2026, realisasi belanja APBD telah mencapai sekitar Rp850,8 miliar dari total pagu Rp1,924 triliun.
“Kalau kita asumsikan ke 50 persen itu sudah mendekati angka ideal. Karena memang penyerapan disesuaikan kemampuan keuangan yang ada,” kata Sutikno Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, secara umum kinerja penyerapan anggaran di mayoritas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih berjalan sesuai rencana. Namun, capaian tersebut belum didukung pelaksanaan proyek-proyek konstruksi yang hingga kini masih tertunda.
Menurut Sutikno Hadi, keterlambatan terutama terjadi pada dinas teknis yang menangani pembangunan fisik. Kondisi tersebut dipicu fluktuasi harga material bangunan yang dipengaruhi perkembangan situasi geopolitik global sehingga berdampak pada proses pelaksanaan pekerjaan.
“Ini merepotkan kita bersama. Dampaknya bukan hanya di Kabupaten Madiun, tetapi juga dirasakan secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.
BPKAD tidak memiliki kewenangan untuk memaksa OPD teknis segera memulai pekerjaan konstruksi. Saat ini pemerintah daerah menunggu penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH) agar proses pengadaan dan pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih optimal.
“Mudah-mudahan setelah ada perubahan SSH ini penyerapan di bidang konstruksi bisa dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.
Meski demikian, Pemkab Madiun tetap yakin realisasi belanja daerah akan meningkat signifikan pada semester kedua tahun ini. Hadi menargetkan serapan APBD 2026 dapat mencapai kisaran 96 hingga 97 persen saat tutup buku anggaran.
“Sisa enam bulan untuk mengejar serapan ini kami cukup optimistis bisa maksimal. Yang jelas tidak bisa 100 persen, pasti ada sedikit selisih,” pungkas Sutikno Hadi.(Tov).
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krs/Byg





