KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Korban Insiden KA Logawa di JPL 103 Bagor
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 64
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dalam insiden temperan KA Logawa di JPL 103, Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (10/7/2026).
Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi didampingi Deputy Alam Prasetyo dan jajaran manajemen mengunjungi kediaman almarhum Tabah Nur Arriski untuk menyampaikan duka cita sekaligus memberikan santunan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian perusahaan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan kehadiran jajaran manajemen merupakan wujud empati kepada keluarga korban yang sedang berduka.
“Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bahwa keluarga tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ujar Tohari.
Selain kepada keluarga korban meninggal, KAI Daop 7 Madiun juga memberikan perhatian kepada korban selamat. Manager Kesehatan Daop 7 Madiun mengunjungi Djamiran, pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Nganjuk.

Menurut Tohari, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moril selama menjalani proses pemulihan.
Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut, sementara korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih.
Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penanganan lanjutan insiden di perlintasan sebidang tersebut. Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak berwenang untuk mengetahui penyebab kejadian.
“Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepatuhan, kewaspadaan, dan kepedulian seluruh pengguna jalan,” pungkas Tohari. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





