Potret Pilu SDN Nailan Ponorogo, Hanya Tersisa 13 Siswa, Kelas 1 dan 2 Tanpa Murid
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Suasana hari pertama masuk sekolah yang biasanya diwarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tak terlihat di SD Negeri Nailan, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Senin (13/7/2026).
Sekolah dasar negeri satu-satunya di Desa Nailan itu kembali tidak menerima satu pun peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi tahun kedua secara berturut-turut tanpa siswa baru. Akibatnya, ruang kelas 1 dan kelas 2 kini kosong tanpa aktivitas belajar mengajar.
Saat ini jumlah siswa SDN Nailan hanya tersisa 13 anak. Rinciannya, kelas 3 berjumlah tiga siswa, kelas 4 satu siswa, kelas 5 dua siswa, dan kelas 6 tujuh siswa.
“Saya kelas tiga, satu kelas cuma tiga anak. Kelas satu dan dua kosong,” ujar Ilham Ali, siswa kelas 3.
Hal senada disampaikan Adrian, siswa kelas 6. Ia berharap sekolahnya kembali memiliki murid baru agar suasana belajar lebih ramai.
“Saya kelas enam, satu kelas ada tujuh anak. Maunya ada siswa baru supaya teman lebih banyak,” katanya.
Kepala Desa Nailan, Nurhadi, mengatakan minimnya jumlah siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni menurunnya angka kelahiran di desa tersebut serta banyaknya orang tua yang memilih menyekolahkan anak ke madrasah maupun sekolah swasta di sekitar wilayah Nailan.
Menurutnya, posisi Desa Nailan juga dikelilingi sejumlah lembaga pendidikan berbasis agama, sehingga banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke Madrasah Ibtidaiyah maupun sekolah yang berada di lingkungan pondok pesantren.
“Wilayah kami diapit beberapa lembaga pendidikan. Sekarang banyak orang tua lebih memilih sekolah yang memiliki pendidikan agama lebih kuat.” jelas Nurhadi.
Ia menambahkan, berdasarkan data di Posyandu, jumlah anak usia masuk sekolah dasar di Desa Nailan memang sangat sedikit. Potensi calon siswa baru setiap tahun hanya sekitar enam hingga tujuh anak.
“Kami sudah berupaya mengarahkan anak-anak dari playgroup hingga TK agar masuk SDN Nailan, tetapi sebagian besar tetap memilih melanjutkan ke madrasah,” tambah Nurhadi
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, SDN Nailan bukan satu-satunya sekolah yang tidak memperoleh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Beberapa sekolah lain seperti SDN Setono, SDN 3 Pomahan, SDN 4 Tempuran, serta sejumlah SD di wilayah pinggiran Ponorogo juga mengalami kondisi serupa. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




