MPLS 2026, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk memastikan kelancaran kegiatan, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun didampingi Kepala Dinas Pendidikan Lismawati meninjau langsung pelaksanaan MPLS di SMPN 13 Kota Madiun pada Senin (13/7/2026).
Dalam tinjauan tersebut, F Bagus Panuntun menegaskan bahwa pola pengenalan sekolah bagi siswa baru saat ini harus mengedepankan pendekatan yang humanis. Ia memastikan tidak boleh ada lagi praktik-praktik negatif yang mewarnai awal masuk sekolah.
“Bagaimana sekarang pola pembelajaran siswa baru ini tidak ada istilahnya perpeloncoan, perundungan, dan lain-lain. Semuanya harus dilaksanakan, pengenalan itu dengan cara ramah. Apapun yang di sini harus diperkenalkan mulai dari personalnya sampai lingkungannya,” ujar Bagus saat memberikan keterangan di lokasi.
Selain memastikan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan, Pemkot Madiun juga memanfaatkan momentum MPLS menanamkan pendidikan karakter yang sangat krusial untuk membentuk masa depan generasi muda.
Guna mempermudah pemahaman siswa, materi disampaikan melalui pendekatan kebiasaan sehari-hari, bukan dengan teori-teori teknis yang rumit. Siswa diajak untuk memahami nilai-nilai integritas lewat tindakan nyata.

“Budaya anti-korupsi harus ditanamkan mulai sejak hari ini, karena ini nanti akan mempengaruhi bagaimana para murid ini nanti ke depan. Tadi saya pancing, ‘Siapa yang pernah melakukan kesalahan?’ Dengan mereka jujur, ini membangun budaya,” jelasnya.
Ia menambahkan ada tiga poin penting yang ditekankan kepada para siswa, yaitu kewajiban untuk berkata jujur, berani terbuka mengakui kesalahan, serta kepatuhan dalam mengikuti aturan yang berlaku di lingkungan sekolah.
Terkait isu pungutan liar (pungli) yang kerap menjadi kekhawatiran orang tua murid menjelang tahun ajaran baru, Plt Wali Kota Madiun menegaskan bahwa wilayahnya aman dari praktik ilegal tersebut.
“Pungutan liar di sekolah-sekolah? Insyaallah di Kota Madiun tidak ada,” tegas Bagus secara langsung saat ditanya oleh awak media mengenai langkah antisipasi pungli.
Guna menjaga kualitas dan memastikan seluruh sekolah mematuhi aturan baku MPLS, Pemkot Madiun juga telah menyiapkan skema pengawasan yang ketat. Dinas Pendidikan dipastikan akan turun tangan untuk memantau perkembangan di lapangan secara berkala.
“Ya pasti. Nanti dari Dinas Pendidikan akan selalu monitoring bagaimana kegiatan hari ini, plus-minus-nya apa. Kalau ada nanti hal-hal yang kurang, pasti dinas nanti akan segera memperbaiki dan melaporkan,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




