Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Soal Darus Salam, Pemdes Kradinan : Layak Dibantu, Tapi Bukan Prioritas Utama

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 257
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Desa Kradinan Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun

Sinergia | Madiun – Pemerintah Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, memberikan penjelasan terkait Darus Salam (52), warga Dusun Gunting yang mengaku namanya tidak pernah tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos), meski hidup dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.

Kepala Dusun Gunting, Titis Riaswati, mengatakan Darus Salam memang masuk dalam kategori warga yang layak menerima bantuan. Namun, berdasarkan kondisi sosial ekonomi di lingkungannya, masih ada warga lain yang dinilai lebih membutuhkan sehingga menjadi prioritas.

“Beliau termasuk golongan yang layak menerima bantuan. Tapi kalau dibandingkan dengan warga lain yang kondisinya lebih berat, beliau bukan yang paling bawah. Ibaratnya dari 10 warga yang layak menerima bantuan, Pak Darus berada di urutan delapan atau sembilan karena masih banyak yang lebih susah,” kata Titis saat ditemui dikantor Desa Kradinan ( 15/7/2026).

Terkait informasi bahwa Darus masuk kategori desil 7 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Titis menegaskan pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menentukan klasifikasi tersebut.

Menurutnya, penilaian desil dilakukan pemerintah pusat berdasarkan sejumlah indikator yang tidak diketahui secara rinci oleh pemerintah desa.

“Kalau soal desil itu, desa tidak mengetahui penilaiannya dari aspek apa saja. Tetapi kalau memang ada usulan untuk penurunan desil agar warga bisa menjadi penerima bantuan, kami siap mengajukannya melalui aplikasi SIKS-NG. Nanti yang mengevaluasi dan memutuskan tetap Dinas Sosial,” ujarnya.

Menanggapi pengakuan Darus yang selama ini menerima bantuan atas nama orang lain, Titis menjelaskan kondisi tersebut merupakan bentuk pengalihan bantuan yang masih diperbolehkan dalam kondisi tertentu.

Ia menyebut, tidak semua bantuan yang diterima Darus berasal dari pengalihan. Menurut catatan pemerintah desa, Darus juga pernah menerima bantuan atas nama sendiri, termasuk program bedah rumah, bantuan beras, maupun bantuan tunai dari berbagai program pemerintah.

“Kalau dilihat dari rekamannya, Pak Darus pernah mendapatkan bantuan bedah rumah, bantuan beras, dan bantuan uang. Ada yang atas nama beliau sendiri, ada juga yang dialihkan,” jelasnya.

Titis menerangkan, pengalihan bantuan biasanya dilakukan ketika nama penerima lama masih tercantum dalam daftar, padahal yang bersangkutan telah meninggal dunia. Dalam kondisi tersebut, pemerintah desa akan mempertimbangkan siapa warga yang paling membutuhkan untuk menerima bantuan tersebut.

“Misalnya ada penerima yang sudah meninggal tetapi bantuannya masih keluar. Kalau keluarga yang ditinggalkan dinilai sudah mampu, bantuan itu kami alihkan kepada warga lain yang kondisi ekonominya lebih membutuhkan. Tetapi kalau keluarga yang ditinggalkan masih lebih miskin daripada Pak Darus, tentu bantuannya tetap diberikan kepada keluarga tersebut,” pungkasnya.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMK Magetan 2026 Resmi Naik, DPRD Ingatkan Pengusaha Wajib Patuh

    UMK Magetan 2026 Resmi Naik, DPRD Ingatkan Pengusaha Wajib Patuh

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya merilis besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 untuk seluruh 38 daerah. Ketetapan itu tertuang dalam SK Gubernur Jawa Timur yang diteken Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (24/12/2025) menjelang tengah malam. Hal itu setelah melalui rangkaian pembahasan panjang bersama perwakilan pekerja dan kalangan usaha. Untuk Kabupaten […]

    Bagikan
  • Boneka Unta Laris Manis Sambut Kedatangan Jemaah Haji Magetan, Omzet Tembus Jutaan Rupiah

    Boneka Unta Laris Manis Sambut Kedatangan Jemaah Haji Magetan, Omzet Tembus Jutaan Rupiah

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kepulangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Magetan, Jumat (27/06/2025), tidak hanya membawa suka cita bagi keluarga yang menjemput. Namun juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang musiman. Salah satunya adalah pedagang boneka unta yang memadati kawasan Alun-alun Magetan. Sejak pagi, lapak-lapak penjual boneka unta berjejer rapi menyambut kedatangan para jemaah. […]

    Bagikan
  • KPU Magetan Catat 235 Pemilih Berusia Lebih dari 100 Tahun

    KPU Magetan Catat 235 Pemilih Berusia Lebih dari 100 Tahun

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat sebanyak 235 pemilih berusia lebih dari 100 tahun dalam daftar Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) hingga Triwulan III 2026. Ratusan pemilih berusia lebih dari satu abad tersebut tersebar di seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Magetan. Data itu menjadi bagian dari total 546.546 […]

    Bagikan
  • Heboh! Bendera Merah Putih Sepanjang 181 Meter Membentang di Jalan Magetan, Ini Maknanya

    Heboh! Bendera Merah Putih Sepanjang 181 Meter Membentang di Jalan Magetan, Ini Maknanya

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus menggema di berbagai daerah. Di Kelurahan Sukowinangun, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, warga secara gotong royong membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter di atas Jalan Sukowinangun sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa sekaligus penghormatan kepada jasa para pahlawan. Bendera raksasa dengan […]

    Bagikan
  • 2 PSK di Madiun Positif HIV dan Raja Singa, Dinkes Lakukan Tracing

    2 PSK di Madiun Positif HIV dan Raja Singa, Dinkes Lakukan Tracing

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memastikan dua pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring razia di wilayahnya terinfeksi penyakit menular seksual, masing-masing HIV dan sifilis (raja singa). Temuan itu diketahui usai dilakukan rapid test pada Senin (26/05/2025) malam. Pemeriksaan dilakukan setelah enam PSK dan dua pengelola warung remang-remang diamankan Satpol PP dalam […]

    Bagikan
  • Arus Mudik Mulai Naik, 15.600 Kendaraan Keluar Tol Madiun dalam Sehari

    Arus Mudik Mulai Naik, 15.600 Kendaraan Keluar Tol Madiun dalam Sehari

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Volume kendaraan pada masa arus mudik Lebaran 2026 mulai mengalami peningkatan signifikan di wilayah Madiun. Hingga Selasa malam (17/3/2026), tercatat belasan ribu kendaraan pribadi keluar melalui Gerbang Tol Madiun. Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), Arie Irianto, menyebut lonjakan mulai terlihat sejak H-5 hingga H-4 Lebaran. “Dari data […]

    Bagikan
expand_less