Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Madiun Batik Heritage Festival 2026 Jadi Ruang Belajar dan Pelestarian Batik, Libatkan 33 Perajin serta Generasi Muda

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perajin batik kenalkan motif khas Madiun. (16/7/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Ada suasana berbeda di halaman tengah Balai Kota Madiun, Kamis (16/7/2026). Sayup alunan gamelan menyambut setiap pengunjung yang melangkah masuk. Tiang-tiang dan sudut balai kota dihiasi lembaran kain batik hasil karya para perajin serta pelajar Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya yang kental sejak pandangan pertama.

Pemandangan itu menjadi bagian dari Madiun Batik Heritage Festival 2026, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). Festival ini tak sekadar menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal proses membatik secara langsung, mulai dari mencanting hingga batik cap.

Tak hanya batik, sejumlah pelaku seni ukir kayu dan perajin wayang turut meramaikan festival sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Salah satu perajin batik dari Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Sutama, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan memperkenalkan batik Kota Madiun kepada masyarakat yang lebih luas.

“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini bisa mengangkat warisan budaya kita, terutama batik, supaya lebih dikenal bahkan mendunia. Harapannya ke depan bisa terus diadakan,” ujarnya.

Dalam festival itu, seluruh perajin batik dari berbagai wilayah di Kota Madiun membawa karya terbaik mereka untuk dipamerkan. Sutama sendiri menampilkan motif andalan Melati Pangongangan, motif yang terinspirasi dari sejarah lokal.

Ia bercerita, motif tersebut lahir dari kisah Nyai Ronje, tokoh yang dipercaya pernah merangkai bunga melati di lingkungan Kadipaten Madiun untuk menyambut tamu kehormatan. Sejak itu, bunga melati menjadi identitas yang melekat pada wilayah Pangongangan dan kemudian diangkat menjadi motif batik khas.

“Batik itu bukan hanya soal menggambar di atas kain, tetapi juga membawa cerita dan budaya yang sudah ada sejak dulu,” katanya.

Perempuan 61 tahun ini mulai membatik sejak mengikuti pelatihan dari pemerintah pada 2014 lalu. Awalnya Ia tidak memiliki dasar membatik sama sekali. Namun setelah mencoba, ia justru menemukan ketertarikan baru.

Menurutnya, membatik bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih kesabaran dan kreativitas.

Image Not Found
Pengunjung bisa ikut belajar membatik di festival budaya Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Dari mencanting sampai memberi warna itu ada kepuasan tersendiri. Kita bisa menuangkan ide menjadi sebuah motif yang akhirnya menjadi karya,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni batik, mengingat sebagian besar pembatik saat ini sudah berusia senior.

Harapan serupa disampaikan Agus Wijanarko, perajin batik sekaligus wayang dari Sanggar Kayon Krido Kenongo. Baginya, festival ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kerja keras para perajin sekaligus media edukasi bagi masyarakat.

Di lokasi festival, pengunjung dapat mencoba mencanting langsung bersama para pembatik hingga melihat proses pembuatan batik cap. Selain itu, tersedia pula bisa melihat langsung proses kerajinan ukir kayu dan wayang yang memperkenalkan seni tradisi kepada generasi muda.

“Kalau bukan kita yang melestarikan batik dan wayang, siapa lagi. Keduanya sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya, sehingga harus terus kita jaga,” ujarnya.

Agus sendiri mulai mendalami dunia batik saat pandemi COVID-19. Berawal dari mengikuti pelatihan di tingkat kelurahan, ia kini mengembangkan batik dengan ciri khas motif wayang melalui Sanggar Kayon Krido Kenongo.

Menurutnya, semakin banyak pengrajin muda akan semakin besar peluang batik dan wayang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap pemerintah tidak berhenti pada satu festival saja, melainkan menghadirkan lebih banyak kegiatan. Utamanya pada peringatan Hari Batik Nasional pada Oktober mendatang. Tentu itu menjadi momen yang bagus untuk terus menjaga dan melestarikan batik maupun seni budaya lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Madiun Yoga Pratomo mengatakan Madiun Batik Heritage Festival ini melibatkan sekitar 33 perajin dari seluruh Kota Madiun, mulai dari pembatik, pengrajin wayang, hingga pengukir kayu. Selain itu, siswa SD dan SMP yang mengikuti ekstrakurikuler membatik juga dilibatkan sebagai bentuk regenerasi.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan batik, tetapi juga menumbuhkan minat dan bakat generasi penerus agar budaya ini terus hidup,” katanya.

Image Not Found
Madiun Batik Heritage Festival 2026 resmi digelar di Balai Kota. Foto : Kris-Sinergia

Sebagai rangkaian festival, pemerintah juga menggelar lomba desain batik, baik secara manual maupun digital. Karya terbaik nantinya direncanakan menjadi motif batik khas Kota Madiun yang akan digunakan oleh aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Yoga, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah karena membuka peluang bagi para perajin untuk terus berkarya dan memproduksi batik khas Kota Madiun.

“Arahan Pak PLT Wali Kota, setelah ini hasil lomba desain batik itu akan dijadikan batik khas Madiun dan digunakan oleh ASN Kota Madiun. Sehingga perputaran uang, perputaran ekonomi itu akan jalan dari dunia ekraf ini,” pungkasnya.

Di tengah irama gamelan yang mengalun pelan dan deretan kain batik yang menghiasi Balai Kota, festival ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya disimpan sebagai peninggalan masa lalu. Ia hidup melalui tangan-tangan para perajin, dipelajari oleh anak-anak, dan dijaga bersama agar tetap menjadi identitas Kota Madiun di masa depan. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Kunjungan Telaga Sarangan Mulai Turun!

    Sempat Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Kunjungan Telaga Sarangan Mulai Turun!

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tren kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan pada libur Lebaran 2026 mulai menunjukkan penurunan setelah mencapai puncaknya. Selain berakhirnya masa libur pegawai, faktor cuaca hujan turut memengaruhi minat wisatawan. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan mencatat kenaikan kunjungan sejak 18 Maret 2026 sebanyak 1.073 wisatawan. Jumlah tersebut terus meningkat menjadi 2.045 […]

    Bagikan
  • Dindik Ponorogo Ungkap Rincian Dana Hilang di SMPN 1 Pulung

    Dindik Ponorogo Ungkap Rincian Dana Hilang di SMPN 1 Pulung

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo  – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mengungkap rincian dana yang hilang dalam kasus pembobolan brankas di SMP Negeri 1 Pulung. Sekretaris Dinas Pendidikan Ponorogo, Farida Nuraini, menjelaskan bahwa total kerugian mencapai sekitar Rp182 juta, terdiri dari dana sosial guru dan dana komite sekolah. “Uang yang hilang sesuai laporan kepala sekolah yakni Rp. 14 […]

    Bagikan
  • 18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km². Data tersebut menunjukkan, […]

    Bagikan
  • Sulit Dijangkau Truk Tangki, Distribusi Air Bersih di Ngrayun Ponorogo Gunakan Skema Khusus

    Sulit Dijangkau Truk Tangki, Distribusi Air Bersih di Ngrayun Ponorogo Gunakan Skema Khusus

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kondisi geografis yang sulit dijangkau kendaraan besar menjadi kendala dalam penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Ponorogo. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menggandeng pemerintah desa dalam proses distribusi air. Salah satu wilayah yang mendapat penanganan adalah Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun. Di desa […]

    Bagikan
  • Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

    Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ponorogo menyerap sekitar 2.000 ton padi dari petani pada awal tahun ini. Padi tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Kepala Bulog Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto menjelaskan hasil serapan tersebut telah masuk ke gudang Bulog. Meskipun saat ini jumlah penyerapan mulai berkurang […]

    Bagikan
  • LKPJ 2025 Kota Madiun, SiLPA Tercatat Rp. 113 Miliar, Legislatif Bakal Bentuk Pansus

    LKPJ 2025 Kota Madiun, SiLPA Tercatat Rp. 113 Miliar, Legislatif Bakal Bentuk Pansus

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menyampaikan Nota Penjelasan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun pada Jumat (27/3/2026). Dalam laporan tersebut, realisasi pendapatan daerah tercatat melampaui target yang telah ditetapkan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa […]

    Bagikan
expand_less