Berita Terkini
Trending Tags

Resep Turun Temurun, Ayam Panggang Kayu Bakar 30 Tahun di Ponorogo Jadi Buruan Pelanggan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kuliner tradisional Ayam Panggang Bu Kawir yang berada di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Sinergia | Ponorogo – Kuliner tradisional masih menjadi primadona di tengah menjamurnya makanan modern. Salah satunya adalah Ayam Panggang Bu Kawir yang berada di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Berbekal resep turun temurun dan proses memasak menggunakan kayu bakar, warung ini tetap ramai didatangi pelanggan meski telah berdiri hampir 30 tahun.

Di dapur sederhana bernuansa pedesaan, ayam kampung segar diolah menggunakan aneka rempah pilihan. Setelah dimasak hingga bumbu meresap sempurna, ayam kemudian dipanggang diatas bara kayu bakar sehingga menghasilkan warna kecoklatan dengan aroma asap yang khas.

Proses memasak tradisional inilah yang menjadi pembeda dibandingkan ayam panggang pada umumnya. Selain menghasilkan tekstur daging yang empuk, aroma asap alami dari kayu bakar memberikan cita rasa yang sulit ditemukan pada olahan modern.

Tak heran jika warung ini selalu dipadati pelanggan, bahkan banyak di antaranya datang dari luar kota. Salah satunya Sayekti Milan, pengunjung asal Surabaya. Ia mengaku menyukai cita rasa ayam panggang yang memiliki aroma asap khas sehingga mengingatkannya pada masakan kampung.

Image Not Found
Tidak hanya warga lokal, Kuliner Tradisional ayam Panggang Bu Kawir juga diburu pecinta kuliner luarkota.

“Rasanya enak, ada aroma asap dari kayu bakarnya. Jadi kangen masakan kampung,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Ilham Nadhir, mengaku sudah beberapa kali menikmati ayam panggang di tempat tersebut. Menurutnya, perpaduan ayam panggang dengan sambal petai menjadi daya tarik tersendiri.

“Rasanya enak. Saya sudah sering ke sini. Sambal petainya juga enak dan cocok dengan ayam panggangnya,” katanya.

Pemilik usaha, Winarti atau yang akrab disapa Bu Kawir, mengatakan resep ayam panggang yang digunakan merupakan warisan dari sang nenek. Selama hampir tiga dekade, ia tetap mempertahankan cara memasak menggunakan kayu bakar agar cita rasa khasnya tidak berubah.

“Resep ini dari nenek. Usaha ini sudah hampir 30 tahun, dan sampai sekarang kami tetap mempertahankan cara memasak tradisional dengan kayu bakar agar rasa dan aromanya tetap sama,” jelas Winarti.

Dengan harga mulai Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu untuk satu ekor ayam panggang utuh, Ayam Panggang Bu Kawir menjadi salah satu destinasi kuliner yang layak dikunjungi saat berada di Ponorogo, terutama bagi pecinta masakan kampung bercita rasa tradisional.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Krs/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSUD Kota Madiun Siagakan Personil Tambahan di IGD Selama Libur Nataru

    RSUD Kota Madiun Siagakan Personil Tambahan di IGD Selama Libur Nataru

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diprediksi meningkatkan kunjungan di wilayah Kota Madiun. Baik berlibur maupun pulang kampung menikmati libur panjang tersebut. Meski di momen libur panjang dan cuti bersama, layanan kesehatan di RSUD Kota Madiun dipastikan tetap berjalan. ‘’Pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan skema seperti tahun-tahun sebelumnya. […]

    Bagikan
  • Unik, Masjid Al Ishaq Coper Sebar Uang Koin Jutaan Rupiah Saat Maulid Nabi

    Unik, Masjid Al Ishaq Coper Sebar Uang Koin Jutaan Rupiah Saat Maulid Nabi

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tradisi unik masih lestari di Masjid Al Ishaq, Desa Coper, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (05/09/2025) siang, takmir masjid menyebar uang koin senilai Rp25 juta kepada warga. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol berbagi rezeki sekaligus ajang kebersamaan masyarakat. Sejak siang hari, ribuan warga sudah memenuhi halaman […]

    Bagikan
  • Renanda Maharani Kembali ke Pelukan Orang Tua, Ditemukan di Semarang

    Renanda Maharani Kembali ke Pelukan Orang Tua, Ditemukan di Semarang

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kabar gembira datang dari kasus anak hilang yang sempat menghebohkan warga Kota Madiun. Renanda Maharani Kharisma Wardhana atau kerap di panggil Risma,  yang dilaporkan hilang sejak Senin (03/11/2025), akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Sebelumnya, gadis berusia 20 tahun itu dikabarkan meninggalkan rumah dengan berpamitan kepada […]

    Bagikan
  • Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong”  photo_camera 4

    Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong” 

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah. Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

    Pemkot Madiun Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan kendaraan dinas berpelat merah untuk keperluan mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diberlakukan menjelang masa libur panjang yang dimulai Rabu (18/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan larangan tersebut telah disampaikan kepada seluruh pimpinan Organisasi […]

    Bagikan
  • Oknum Karyawan Perhutani Terlibat, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Kayu Jati Ilegal

    Oknum Karyawan Perhutani Terlibat, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Kayu Jati Ilegal

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kasus jual beli kayu jati ilegal berhasil digagalkan Polres Ponorogo. Sebanyak 40 gelondongan kayu jati diamankan petugas saat diangkut menggunakan sebuah truk di Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri, Kecamatan Badegan, Jumat (08/08/2025) lalu. Kayu bernilai puluhan juta rupiah itu diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan Perhutani. Dua orang pelaku turut diamankan dalam […]

    Bagikan
expand_less