Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Magetan Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan siaga hadapi ancaman kemarau panjang 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor sebelum memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus dan berlangsung hingga November 2026.

Menurut Eka, penanganan bencana kekeringan maupun karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, BPBD mengundang seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, Lanud Iswahjudi, para camat, Danramil, Kapolsek, hingga relawan kebencanaan agar memiliki langkah penanganan yang terkoordinasi.

“Ini merupakan upaya kesiapsiagaan awal menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama. Penanganan kekeringan dan karhutla menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eka.

BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan berdasarkan data historis kejadian. Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, Parang, dan Kawedanan.

Sementara untuk potensi kekeringan, wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Kecamatan Parang, Lembeyan, Karas, dan Poncol.

Meski demikian, hingga pertengahan Juli 2026 BPBD mengaku belum menerima laporan masyarakat terkait kekeringan yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih maupun munculnya titik api kebakaran hutan.

“Kami bersyukur sampai sekarang belum ada laporan kekeringan yang membutuhkan dropping air ataupun kebakaran hutan. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga,” katanya.

BPBD menduga sejumlah kejadian pohon terbakar yang sempat ditangani di lapangan memiliki indikasi akibat ulah oknum yang sengaja melakukan pembakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan maupun lahan kering.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih apabila terjadi kekeringan, BPBD telah menyiapkan sekitar 30 unit tandon air dengan kapasitas antara 1.200 hingga 2.300 liter. Distribusi bantuan nantinya akan diprioritaskan bagi desa-desa yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selain armada milik BPBD, proses pendistribusian air juga akan didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, serta Perumda Air Minum (PDAM) yang memiliki armada tangki air.

Eka menjelaskan, penyaluran bantuan akan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Wilayah yang masih memiliki akses jaringan PDAM, sumur bor, maupun sumber air alternatif tidak akan menjadi prioritas utama.

“Kami akan memastikan bantuan diberikan kepada daerah yang benar-benar membutuhkan. Kami juga akan memantau kondisi sumur warga, apakah mengalami penurunan debit atau kedalaman air yang signifikan akibat musim kemarau,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air minum masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pertanian, khususnya ketersediaan air irigasi yang menjadi penopang produksi pangan.

BPBD berharap koordinasi yang telah dibangun sejak awal musim kemarau mampu mempercepat respons apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. Hingga saat ini, kondisi di Kabupaten Magetan masih dinilai relatif aman dan belum memerlukan penanganan darurat terkait kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Bertemu Wali Kota Madiun Maidi, Ini Langkah BBWS Bengawan Solo

    Usai Bertemu Wali Kota Madiun Maidi, Ini Langkah BBWS Bengawan Solo

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembangunan kawasan hijau produktif di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo Kota Madiun menarik perhatian sejumlah pihak. Terbaru, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo turut menyambangi TPA Winongo pada Selasa (09/09/2025). Perwakilan BBWS Bengawan Solo turut bersilaturahmi dengan  Wali Kota Madiun, Maidi. Tak hanya itu, pihak BBWS Bengawan Solo juga […]

    Bagikan
  • Polisi Amankan 7 Anak Pembuat Petasan dan Balon Udara di Sukorejo Ponorogo

    Polisi Amankan 7 Anak Pembuat Petasan dan Balon Udara di Sukorejo Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aparat Polsek Sukorejo mengamankan tujuh anak di bawah umur yang kedapatan membuat petasan dan balon udara tanpa awak di dua desa berbeda, Rabu (18/3/2026). Mirisnya, bahan pembungkus petasan diketahui menggunakan kertas buku pelajaran sekolah. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan orang tua yang resah karena anak-anak mereka kerap berkumpul […]

    Bagikan
  • Upacara Bendera Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Madiun Berlangsung Khidmat

    Upacara Bendera Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Madiun Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di Kota Madiun dipusatkan di Alun-Alun Madiun pada Minggu (17/08/2025). Upacara ini dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, TNI-Polri serta para pelajar Kota Madiun hingga masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi bertindak sebagai inspektur upacara dan komandan upacara diampu oleh […]

    Bagikan
  • Penyelidikan Dugaan Kekerasan terhadap Bayi di Magetan Dihentikan, Keluarga dan Tim Hukum Ajukan Pertanyaan

    Penyelidikan Dugaan Kekerasan terhadap Bayi di Magetan Dihentikan, Keluarga dan Tim Hukum Ajukan Pertanyaan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Kepolisian Resor (Polres) Magetan memutuskan menghentikan penyelidikan kasus dugaan kekerasan terhadap seorang bayi setelah dilakukan gelar perkara pada 6 Mei 2026. Keputusan tersebut menuai respons dari pihak pelapor yang menilai masih terdapat sejumlah hal krusial yang perlu dikaji lebih mendalam. Tim kuasa hukum pelapor menyatakan tetap menghormati kewenangan aparat kepolisian dalam […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Perkuat Soliditas Lewat Ikrar Kesatria Bhayangkara dan Pelatihan Dalmas

    Polres Magetan Perkuat Soliditas Lewat Ikrar Kesatria Bhayangkara dan Pelatihan Dalmas

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan menindaklanjuti hasil Apel Kasatwil Tahun 2025 dengan menggelar rangkaian kegiatan pembinaan personel di Bumi Perkemahan Alastuwo, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Magetan serta para Kapolsek jajaran sebagai upaya memperkuat soliditas dan kesiapan institusi menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin dinamis. Rangkaian kegiatan hari […]

    Bagikan
  • Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Masih seputar KPK. Kali ini anggota DPRD Kabupaten Madiun, Ali Masngudi bungkam dan bergegas lari dari kejaran awak media saat dikonfirmasi soal keterlibatan dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Madiun. Ali Masngudi merupakan salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, terlihat sedang mengikuti rapat paripurna Kamis (29/01/2026) di […]

    Bagikan
expand_less