Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

BPBD Magetan Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan siaga hadapi ancaman kemarau panjang 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor sebelum memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus dan berlangsung hingga November 2026.

Menurut Eka, penanganan bencana kekeringan maupun karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, BPBD mengundang seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, Lanud Iswahjudi, para camat, Danramil, Kapolsek, hingga relawan kebencanaan agar memiliki langkah penanganan yang terkoordinasi.

“Ini merupakan upaya kesiapsiagaan awal menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih lama. Penanganan kekeringan dan karhutla menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eka.

BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan berdasarkan data historis kejadian. Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan, Parang, dan Kawedanan.

Sementara untuk potensi kekeringan, wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Kecamatan Parang, Lembeyan, Karas, dan Poncol.

Meski demikian, hingga pertengahan Juli 2026 BPBD mengaku belum menerima laporan masyarakat terkait kekeringan yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih maupun munculnya titik api kebakaran hutan.

“Kami bersyukur sampai sekarang belum ada laporan kekeringan yang membutuhkan dropping air ataupun kebakaran hutan. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga,” katanya.

BPBD menduga sejumlah kejadian pohon terbakar yang sempat ditangani di lapangan memiliki indikasi akibat ulah oknum yang sengaja melakukan pembakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan maupun lahan kering.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih apabila terjadi kekeringan, BPBD telah menyiapkan sekitar 30 unit tandon air dengan kapasitas antara 1.200 hingga 2.300 liter. Distribusi bantuan nantinya akan diprioritaskan bagi desa-desa yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selain armada milik BPBD, proses pendistribusian air juga akan didukung oleh Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, serta Perumda Air Minum (PDAM) yang memiliki armada tangki air.

Eka menjelaskan, penyaluran bantuan akan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Wilayah yang masih memiliki akses jaringan PDAM, sumur bor, maupun sumber air alternatif tidak akan menjadi prioritas utama.

“Kami akan memastikan bantuan diberikan kepada daerah yang benar-benar membutuhkan. Kami juga akan memantau kondisi sumur warga, apakah mengalami penurunan debit atau kedalaman air yang signifikan akibat musim kemarau,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air minum masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pertanian, khususnya ketersediaan air irigasi yang menjadi penopang produksi pangan.

BPBD berharap koordinasi yang telah dibangun sejak awal musim kemarau mampu mempercepat respons apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. Hingga saat ini, kondisi di Kabupaten Magetan masih dinilai relatif aman dan belum memerlukan penanganan darurat terkait kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air

    Ancaman El Nino Mengintai, Pemkab Madiun Putar Otak Selamatkan Sawah dari Krisis Air

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang pada 2026. Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama di wilayah rawan kekeringan. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Zainul Aripin, […]

    Bagikan
  • Keresahan Warga Soal Maraknya Aksi Pencurian di Desa Cermo

    Keresahan Warga Soal Maraknya Aksi Pencurian di Desa Cermo

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia |Kab. Madiun – Sebuah toko kelontong milik warga di Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun menjadi sasaran aksi pencurian pada Sabtu pagi  (12/07/2025). Pelaku diduga membobol jendela rumah sekaligus toko milik Murdiono (36) dan menggondol uang tunai sekitar Rp. 1 juta. Kejadian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi. Dalam rekaman terlihat […]

    Bagikan
  • 4 Tersangka Narkotika Diciduk Polres Magetan, 37 Gram Sabu-Sabu Diamankan

    4 Tersangka Narkotika Diciduk Polres Magetan, 37 Gram Sabu-Sabu Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satresnarkoba Polres Magetan mengamankan empat tersangka jaringan narkoba lintas wilayah dalam operasi yang digelar di dua kecamatan berbeda pada Kamis (24/4/2025) lalu. Dalam kasus ini, barang bukti yang disita dari tangan tersangka mencapai 37,66 gram, ganja sintetis 0,99 gram, ganja kering 8,45 gram, dan 31 butir ekstasi. Kasat Resnarkoba Polres Magetan, […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Rawit di Pasar Legi Ponorogo Naik, Sudah Di Angka Rp. 70 Ribu per Kg

    Harga Cabai Rawit di Pasar Legi Ponorogo Naik, Sudah Di Angka Rp. 70 Ribu per Kg

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Harga cabai rawit di Pasar Legi Ponorogo kembali mengalami kenaikan. Per Senin (7/9/2026), harga cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilogram, naik Rp5 ribu dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram. Suprihatin, salah seorang pedagang di Pasar Legi Ponorogo, mengatakan kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi sejak awal […]

    Bagikan
  • 93 PNS Dilantik, BKPSDM Temukan Sejumlah Pelanggaran, Bupati Tekankan Integritas

    93 PNS Dilantik, BKPSDM Temukan Sejumlah Pelanggaran, Bupati Tekankan Integritas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi melantik dan mengambil sumpah janji 93 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2026. Prosesi tersebut digelar di Pendopo Muda Graha, Kamis (9/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Madiun untuk menegaskan kembali pentingnya disiplin dalam birokrasi. Kepala Badan Kepegawaian dan […]

    Bagikan
  • Tepis Isu Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Magetan, Pertamina Tegaskan Distribusi Aman

    Tepis Isu Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Magetan, Pertamina Tegaskan Distribusi Aman

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sejumlah warga di Kabupaten Magetan mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram bersubsidi menjelang dan setelah Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Meski kelangkaan dilaporkan terjadi di beberapa titik, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan distribusi berjalan aman dan sesuai prosedur. Kekosongan di tingkat pangkalan disebut bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan […]

    Bagikan
expand_less