Berita Terkini
Trending Tags

Perhutani Tetapkan Puncak Gunung Lawu Zona Merah Karhutla, Patroli Diperketat Selama Musim Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perhutani perketat patroli hutan selama musim kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds menetapkan kawasan puncak Gunung Lawu sebagai zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Status tersebut membuat pengawasan di kawasan hutan diperketat, sekaligus diiringi imbauan kepada masyarakat dan para pendaki untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan kawasan puncak Gunung Lawu memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran saat memasuki musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering serta aktivitas manusia menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko munculnya titik api.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perhutani mengintensifkan patroli bersama TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Sebanyak 81 personel diterjunkan untuk melakukan patroli rutin di kawasan hutan, sementara tiga petugas disiagakan di wilayah bawah, tengah, dan puncak Gunung Lawu guna mempercepat deteksi dini apabila muncul titik api.

“Wilayah puncak Lawu masuk zona merah. Karena itu kami melakukan mitigasi sejak awal melalui sosialisasi kepada pendaki agar sebisa mungkin tidak menyalakan api untuk memasak maupun menghangatkan badan. Kalau mau menghangatkan badan bisa di pos-pos yang ada,” ujar Hermawan.

Selain memperkuat patroli, Perhutani juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian besar kebakaran hutan berawal dari aktivitas manusia yang tidak terkendali.

Hermawan mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menerima lima laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Seluruh kejadian tersebut berada di wilayah Kabupaten Ponorogo dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 3,5 hektare.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran saat membersihkan lahan pertanian. Api kemudian merembet ke kawasan hutan dan membakar serasah daun jati, ilalang, serta vegetasi kering lainnya yang mudah terbakar pada musim kemarau.

Perhutani menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan pembakaran hutan yang dilakukan secara sengaja. Apabila ditemukan unsur kesengajaan, setiap kasus akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau terbukti sengaja membakar kawasan hutan, tentu ada ancaman pidananya. Semua kejadian akan kami laporkan untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Hermawan.

Perhutani juga mengimbau masyarakat, petani, maupun para pendaki agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Selain tidak menyalakan api di kawasan hutan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas.

Langkah mitigasi tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu yang setiap musim kemarau menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di kawasan hutan Perhutani KPH Lawu Ds. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Speedboat Terbalik di Telaga Sarangan, iPhone dan Uang Rp. 5 Juta Tenggelam

    Speedboat Terbalik di Telaga Sarangan, iPhone dan Uang Rp. 5 Juta Tenggelam

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tiga wisatawan asal Semarang yang tengah berlibur di Telaga Sarangan, Kamis (29/05/2025), nyaris berujung petaka. Speedboat yang mereka tumpangi mendadak terbalik di tengah telaga. Meski tak ada korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma dan kerugian yang tak sedikit. Pasalnya, sebuah tas berisi barang-barang berharga jatuh dan tenggelam. Hingga kini belum berhasil ditemukan. Menurut […]

    Bagikan
  • Kasus ODGJ di Ponorogo Meningkat, Faktor Ekonomi dan Stres Jadi Pemicu

    Kasus ODGJ di Ponorogo Meningkat, Faktor Ekonomi dan Stres Jadi Pemicu

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Ponorogo – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat, jika pada 2023 jumlah penderita ODGJ berat mencapai 1.670 orang, kini jumlahnya naik menjadi 1.940 orang. Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa […]

    Bagikan
  • Dua Rumah Rusak Diterjang Longsor di Wagir Kidul, Satu Pengendara Luka Ringan

    Dua Rumah Rusak Diterjang Longsor di Wagir Kidul, Satu Pengendara Luka Ringan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung sejak Rabu (19/11/2025) siang memicu terjadinya longsor di Desa Wagir Kidul sekitar pukul 15.45 WIB. Tebing setinggi sekitar sepuluh meter dengan panjang kurang lebih dua puluh meter ambrol dan menimpa permukiman warga. Peristiwa tersebut menyebabkan rumah milik Marjuki rata dengan tanah, sedangkan rumah Jemirin […]

    Bagikan
  • Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Madiun mempercepat intervensi penurunan stunting di Kecamatan Saradan lantaran menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi. Program pemberian makanan bergizi digelar di Balai Desa Sumbersari, menyasar 200 balita dari 15 desa. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso dalam sambutannya menyatakan penurunan angka stunting di Jawa […]

    Bagikan
  • Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

    Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para penjual bunga untuk kebutuhan ziarah di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan menikmati berkah musiman. Tradisi ziarah makam yang dilakukan warga pada periode ini membuat para pedagang kebanjiran pembeli dari wilayah sekitar hingga desa tetangga. Setiap tahun, permintaan bunga campur, terdiri dari mawar, melati, kenanga, […]

    Bagikan
  • BPK Perwakilan Jatim Periksa Laporan Keuangan dan Audit Fisik Penggunaan Anggaran Pemkab Madiun

    BPK Perwakilan Jatim Periksa Laporan Keuangan dan Audit Fisik Penggunaan Anggaran Pemkab Madiun

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) PerwakilanProvinsi Jawa Timur memulai rangkaian pemeriksaan laporan keuangan dan audit fisik atas penggunaan anggaran Pemerintah Kabupaten Madiun tahun 2025. Entry meeting digelar pada Selasa (18/11/2025) dan audit dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Pemeriksaan lanjutan ini akan mengulas laporan akuntansi, keuangan, capaian fisik pekerjaan, serta evaluasi program di […]

    Bagikan
expand_less