Padang Mbarang 2026 Kota Madiun Resmi Digelar, Festival Video Mapping Internasional Dongkrak Ekonomi Kreatif
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 64
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggandeng Imajiwa Creative Studio menghadirkan Padang Mbarang, sebuah ajang kompetisi sekaligus festival video mapping internasional yang memadukan seni visual, teknologi digital, dan kreativitas. Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan ruang publik sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pendekar.
Kolaborasi tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Gedung GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Jumat (24/7/2026), yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama Founder Imajiwa Creative Studio, Yedutun Linus Suwarno dan tim juri.
Menurut Bagus, Kota Madiun kini telah memiliki infrastruktur yang memadai. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan berbagai aktivitas kreatif yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Selama lima tahun terakhir infrastruktur sudah dibangun. Sekarang tinggal bagaimana mengisi ruang-ruang itu dengan kegiatan yang kreatif agar kunjungan wisata terus meningkat,” ujarnya.
Ia menilai sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Kota Madiun untuk berkembang sebagai kota kreatif. Karena itu, pemerintah menggandeng putra daerah yang telah berkiprah di industri kreatif nasional guna berbagi pengalaman dan membuka peluang bagi talenta lokal.
“Kalau sumber daya manusianya kreatif, maka akan terjadi perputaran ekonomi yang baik. Teman-teman kreatif di Kota Madiun perlu ruang untuk berkembang, sehingga kami bekerja sama dengan putra daerah yang kini berkarya di Jakarta untuk membantu mengembangkan ekosistem ini,” katanya.
Padang Mbarang menghadirkan dua agenda utama, yakni kompetisi video mapping di fasad Balai Kota Madiun serta pameran Digital Art Experience yang berlokasi di area lorong kawasan Pahlawan Street Center(PSC).
Masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan secara gratis. Pemerintah berharap kehadiran pengunjung juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.
“Gratis. Kalau mau bayar, ya beli jajanan dari UMKM,” ujar Bagus sambil tersenyum.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sekitar Rp25 juta bagi para pemenang kompetisi video mapping. Bagus mengatakan penyelenggaraan Padang Mbarang merupakan bagian dari cita-cita menjadikan Madiun dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Meski selama ini festival video mapping identik dengan kota-kota besar, Madiun berani mengambil langkah menghadirkan kompetisi bertaraf internasional. Tahun ini dewan juri melibatkan perwakilan dari Malaysia, sementara peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta mendapat kiriman karya dari Thailand dan Vietnam.
“Kami ingin mengenalkan bahwa Madiun, meskipun kota kecil, mampu menyelenggarakan event internasional. Harapannya Madiun semakin dikenal dunia,” katanya.
Founder Imajiwa Creative Studio, Yedutun Linus Suwarno menjelaskan panitia telah menyediakan template fasad Balai Kota agar peserta dapat lebih fokus mengembangkan konsep visual tanpa terkendala aspek teknis.
Menurutnya, kreativitas peserta akan menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya yang menarik ketika diproyeksikan ke bangunan.
“Kami sudah menyiapkan template fasad gedung. Selanjutnya peserta bebas mengeksplorasi ide sesuai kreativitas mereka,” ujarnya.
Sementara itu, untuk Digital Art Experience, panitia mengundang berbagai studio kreatif dari Indonesia untuk memamerkan karya instalasi digital. Pameran tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Madiun agar melihat luasnya peluang pemanfaatan teknologi dalam bidang seni.
“Harapannya teman-teman di Madiun bisa melihat bahwa kemampuan di bidang IT maupun desain visual ternyata bisa diwujudkan menjadi karya seni digital,” jelas Ones sapaan akrabnya.
Kompetisi video mapping diawali dengan proses seleksi dari sekitar 30 karya yang kemudian mengerucut menjadi 15 finalis. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kualitas visual di komputer, tetapi juga kesesuaian karya saat diproyeksikan ke fasad bangunan, kekuatan audio, serta kemampuan menerjemahkan tema lomba.
Yedutun menambahkan keterlibatan juri dari Malaysia merupakan bagian dari jejaring komunitas Light ASEAN, yang menghubungkan berbagai penyelenggara festival video mapping di kawasan Asia Tenggara.
Melalui jaringan tersebut, Madiun diharapkan menjadi salah satu kalender rutin festival kreatif ASEAN yang membuka peluang bagi kreator Indonesia untuk melangkah ke kompetisi internasional yang lebih besar di Asia maupun Eropa.
“Selain memperkuat identitas Kota Madiun sebagai kota kreatif, Padang Mbarang ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung. Jadi kehadiran para peserta, juri, dan wisatawan dari luar daerah diproyeksikan meningkatkan okupansi hotel, kunjungan ke kafe, hingga penjualan produk UMKM,” tegasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah dan komunitas kreatif, Padang Mbarang diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi awal lahirnya ekosistem seni digital yang berkelanjutan. Hal itu sekaligus memperkuat posisi Kota Madiun sebagai destinasi ekonomi kreatif berbasis teknologi. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




