Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

DPRD-Bupati Madiun Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Sertifikasi Aset Jadi PR

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Madiun, Senin (27/7/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi penutup pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025. Meski pendapatan daerah melampaui target, besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp210,94 miliar menjadi perhatian utama DPRD untuk diperbaiki pada tahun anggaran berikutnya.

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Madiun, Rudi Triswahono, menyampaikan realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp2,172 triliun atau 102,87 persen dari target sebesar Rp2,111 triliun.

Dari capaian tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp448,25 miliar atau 102,27 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp1,723 triliun atau 103,03 persen.

Sementara itu, realisasi belanja dan transfer mencapai Rp2,105 triliun atau 93,34 persen dari anggaran sebesar Rp2,255 triliun. Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp1,481 triliun, belanja modal Rp199,34 miliar, belanja tidak terduga Rp7,63 miliar, serta transfer Rp416,74 miliar.

Dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi Rp147,40 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3,49 miliar. Kondisi tersebut menghasilkan surplus anggaran sebesar Rp67,03 miliar dan pembiayaan netto Rp143,90 miliar sehingga SiLPA tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp210,94 miliar.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut pembahasan Raperda telah selesai sesuai jadwal. Ia menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi DPRD.

Beberapa catatan yang menjadi perhatian antara lain percepatan sertifikasi aset daerah, penyelesaian persoalan Perumda Objek Wisata Umbul, serta penyesuaian alokasi belanja wajib sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Hari Wuryanto mengungkapkan salah satu pekerjaan rumah terbesar Pemkab Madiun adalah menyelesaikan sertifikasi aset yang masih menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurutnya, dari sekitar 8.000 aset milik daerah, kini tersisa sekitar 400 aset yang belum bersertifikat.

“Yang belum bersertifikat tinggal sekitar 400 aset. Tetapi prosesnya membutuhkan penelitian yang sangat teliti agar memiliki kepastian hukum. Jangan sampai setelah bersertifikat justru muncul persoalan baru,” ujar Bupati yang akrab disapa Hari Wur kepada wartawan usai rapat.

Image Not Found
DPRD dan Pemkab Madiun sepakati Raperda APBD 2025. Foto : Tova-Sinergia

Ia menjelaskan, kendala utama berasal dari penelusuran riwayat kepemilikan lahan yang melibatkan ahli waris maupun asal-usul aset.

“Ada beberapa yang harus ditelusuri ahli warisnya dan asal-usul tanahnya. Itu yang membuat proses sertifikasi membutuhkan waktu,” katanya.

Terkait berbagai rekomendasi DPRD dalam pembahasan LKPJ APBD 2025, Hari memastikan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Semua rekomendasi dari DPRD kami sepakati untuk ditindaklanjuti, termasuk terkait perubahan anggaran maupun penyelesaian persoalan Perumda Umbul,” ucapnya.

Menanggapi sorotan mengenai besarnya SiLPA, Hari menilai kondisi tersebut tidak lepas dari kepatuhan pemerintah daerah terhadap regulasi pengelolaan keuangan.

Ia mengatakan sejumlah kegiatan harus ditunda karena tidak memungkinkan dilaksanakan pada tahun berjalan apabila berpotensi melanggar aturan, terutama untuk program yang bukan bersifat tahun jamak (multi-years).

“Daripada melanggar regulasi, lebih baik kami menyesuaikan dengan aturan. Namun kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas dan akan kami lanjutkan pada anggaran berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menekankan agar besarnya SiLPA tidak kembali terulang pada tahun anggaran berikutnya.

“Kami berharap SiLPA tahun depan jangan terlalu besar. Tahun ini harus benar-benar menjadi evaluasi agar perencanaan dan pelaksanaan anggaran lebih optimal,” kata Fery.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Madiun segera menindaklanjuti berbagai temuan BPK, terutama yang berkaitan dengan penyelesaian aset daerah.

“Pengurusan aset dan seluruh temuan BPK harus segera diselesaikan agar tidak menjadi persoalan yang berulang,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakal Ada Kejutan Yang Baru di PSC, Apakah Itu.?

    Bakal Ada Kejutan Yang Baru di PSC, Apakah Itu.?

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) telah menjadi magnet bagi masyarakat. Tidak hanya bagi warga Kota Madiun, namun banyak warga dari luar kota juga turut menikmati suasana PSC dengan berbagai ikon dunianya. Namun rupanya hal itu tidak membuat Maidi, Walikota Madiun terpilih sudah puas. Buktinya, PSC bakal semakin disempurnakan dengan pernak-pernik […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, Empat Pekerja Diamankan

    Polres Madiun Kota Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, Empat Pekerja Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sat Narkoba dan Sat Reskrim Polres Madiun Kota berhasil mengungkap dugaan praktik peredaran rokok ilegal. Kasus ini terkuak saat petugas Sat Narkoba mendapati mobil yang dicurigai membawa narkotika di wilayah Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada Sabtu (06/12/2025). Dari hasil penggeledahan, petugas malah mendapati paket rokok illegal hendak dikirim melalui jasa […]

    Bagikan
  • Eskalator Pasar Baru Magetan Kembali Dikeluhkan, Sepasang Lansia Jadi Korban

    Eskalator Pasar Baru Magetan Kembali Dikeluhkan, Sepasang Lansia Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fasilitas eskalator di Pasar Baru Magetan kembali menuai sorotan. Kali ini, sepasang lansia, Suhartoyo (66) dan istrinya Kartini Eko Wati (61), terjatuh saat hendak menuju Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (15/09/2025) lalu.  Menurut informasi, warga KPR Asabri 1, Kelurahan Tawanganom Magetan, awalnya hendak naik ke lantai atas untuk mengurus BPJS. Namun […]

    Bagikan
  • Pick Up Koperasi Desa Merah Putih Tabrak Pembatas Jembatan di Ngawi

    Pick Up Koperasi Desa Merah Putih Tabrak Pembatas Jembatan di Ngawi

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah mobil pick up milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terjadi di Jalan Raya Solo–Ngawi, tepatnya di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Kendaraan tersebut menabrak beton pembatas jembatan sebelum terserempet kendaraan lain yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Akibat kejadian itu, sopir dan seorang penumpang mengalami […]

    Bagikan
  • Usulan Perubahan Kuota Domisili SPMB 2026 Kota Madiun Menguat, DPRD Soroti Ketimpangan Wilayah Kartoharjo

    Usulan Perubahan Kuota Domisili SPMB 2026 Kota Madiun Menguat, DPRD Soroti Ketimpangan Wilayah Kartoharjo

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Usulan penyesuaian skema domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Madiun bersama Dinas Pendidikan Kota Madiun, Dinas Kominfo Kota Madiun, dan Dispendukcapil Kota Madiun, Kamis (30/4/2026). Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, menegaskan perlunya koreksi kebijakan zonasi […]

    Bagikan
  • Eks-Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Dituntut 14,5 Tahun Penjara, Didakwa Rugikan Negara Rp. 25,8 Miliar dari Dana BOS

    Eks-Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Dituntut 14,5 Tahun Penjara, Didakwa Rugikan Negara Rp. 25,8 Miliar dari Dana BOS

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Mantan Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Syamhudi Arifin, dituntut hukuman 14 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang perkara tindak pidana korupsi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2019–2024, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa […]

    Bagikan
expand_less