Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

DPRD-Bupati Madiun Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Sertifikasi Aset Jadi PR

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 68
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Pemerintah Kabupaten Madiun menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Madiun, Senin (27/7/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi penutup pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025. Meski pendapatan daerah melampaui target, besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp210,94 miliar menjadi perhatian utama DPRD untuk diperbaiki pada tahun anggaran berikutnya.

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Madiun, Rudi Triswahono, menyampaikan realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp2,172 triliun atau 102,87 persen dari target sebesar Rp2,111 triliun.

Dari capaian tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp448,25 miliar atau 102,27 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp1,723 triliun atau 103,03 persen.

Sementara itu, realisasi belanja dan transfer mencapai Rp2,105 triliun atau 93,34 persen dari anggaran sebesar Rp2,255 triliun. Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp1,481 triliun, belanja modal Rp199,34 miliar, belanja tidak terduga Rp7,63 miliar, serta transfer Rp416,74 miliar.

Dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi Rp147,40 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3,49 miliar. Kondisi tersebut menghasilkan surplus anggaran sebesar Rp67,03 miliar dan pembiayaan netto Rp143,90 miliar sehingga SiLPA tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp210,94 miliar.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut pembahasan Raperda telah selesai sesuai jadwal. Ia menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi DPRD.

Beberapa catatan yang menjadi perhatian antara lain percepatan sertifikasi aset daerah, penyelesaian persoalan Perumda Objek Wisata Umbul, serta penyesuaian alokasi belanja wajib sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Hari Wuryanto mengungkapkan salah satu pekerjaan rumah terbesar Pemkab Madiun adalah menyelesaikan sertifikasi aset yang masih menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurutnya, dari sekitar 8.000 aset milik daerah, kini tersisa sekitar 400 aset yang belum bersertifikat.

“Yang belum bersertifikat tinggal sekitar 400 aset. Tetapi prosesnya membutuhkan penelitian yang sangat teliti agar memiliki kepastian hukum. Jangan sampai setelah bersertifikat justru muncul persoalan baru,” ujar Bupati yang akrab disapa Hari Wur kepada wartawan usai rapat.

Image Not Found
DPRD dan Pemkab Madiun sepakati Raperda APBD 2025. Foto : Tova-Sinergia

Ia menjelaskan, kendala utama berasal dari penelusuran riwayat kepemilikan lahan yang melibatkan ahli waris maupun asal-usul aset.

“Ada beberapa yang harus ditelusuri ahli warisnya dan asal-usul tanahnya. Itu yang membuat proses sertifikasi membutuhkan waktu,” katanya.

Terkait berbagai rekomendasi DPRD dalam pembahasan LKPJ APBD 2025, Hari memastikan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Semua rekomendasi dari DPRD kami sepakati untuk ditindaklanjuti, termasuk terkait perubahan anggaran maupun penyelesaian persoalan Perumda Umbul,” ucapnya.

Menanggapi sorotan mengenai besarnya SiLPA, Hari menilai kondisi tersebut tidak lepas dari kepatuhan pemerintah daerah terhadap regulasi pengelolaan keuangan.

Ia mengatakan sejumlah kegiatan harus ditunda karena tidak memungkinkan dilaksanakan pada tahun berjalan apabila berpotensi melanggar aturan, terutama untuk program yang bukan bersifat tahun jamak (multi-years).

“Daripada melanggar regulasi, lebih baik kami menyesuaikan dengan aturan. Namun kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas dan akan kami lanjutkan pada anggaran berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menekankan agar besarnya SiLPA tidak kembali terulang pada tahun anggaran berikutnya.

“Kami berharap SiLPA tahun depan jangan terlalu besar. Tahun ini harus benar-benar menjadi evaluasi agar perencanaan dan pelaksanaan anggaran lebih optimal,” kata Fery.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Madiun segera menindaklanjuti berbagai temuan BPK, terutama yang berkaitan dengan penyelesaian aset daerah.

“Pengurusan aset dan seluruh temuan BPK harus segera diselesaikan agar tidak menjadi persoalan yang berulang,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Terjun ke Parit Saat Ditinggal Salat, Diduga Lupa Tarik Rem Tangan

    Mobil Terjun ke Parit Saat Ditinggal Salat, Diduga Lupa Tarik Rem Tangan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi AE 1208 RI terperosok ke parit di Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026). Insiden tersebut terjadi saat kendaraan ditinggal pemiliknya menunaikan ibadah salat di masjid setempat. Peristiwa bermula ketika mobil milik Sukma, warga Kecamatan Poncol, diparkir di halaman Masjid Bani Solan. […]

    Bagikan
  • Laka Lantas Adu Banteng Fortuner Vs Avanza, 5 Korban Luka-Luka

    Laka Lantas Adu Banteng Fortuner Vs Avanza, 5 Korban Luka-Luka

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Madiun – Ponorogo, tepatnya di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. 2 Kendaraan Roda Empat saling adu banteng Selasa (28/1/2025) waktu subuh. Lima korban diketahui mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Dolopo Kabupaten Madiun.  “Tadi kejadian subuh saya keluar rumah ada dua kendaraan […]

    Bagikan
  • Harga Telur Ayam di Madiun Anjlok, Peternak Mengaku Rugi dan Terancam Gulung Tikar

    Harga Telur Ayam di Madiun Anjlok, Peternak Mengaku Rugi dan Terancam Gulung Tikar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Madiun mengalami penurunan tajam dalam dua pekan terakhir. Saat ini, harga jual hanya berkisar Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi yang diperkirakan mencapai titik impas di kisaran Rp24.000 per kilogram. Kondisi tersebut dikeluhkan para peternak karena dinilai semakin menekan usaha […]

    Bagikan
  • Kunjungi Keluarga, Kemenlu Proses Berkas Adminitrasi Kepulangan Jenazah Dina Martiana

    Kunjungi Keluarga, Kemenlu Proses Berkas Adminitrasi Kepulangan Jenazah Dina Martiana

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Rasa duka masih sangat terasa di kediaman keluarga Dina Martiana di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo. Dina merupakan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dalam insiden kebakaran di sebuah apartemen di Hong Kong pekan lalu. Pada Kamis (04/12/2025), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Ponorogo datang langsung […]

    Bagikan
  • Fantastis! Kekayaan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Capai Rp14,5 Miliar

    Fantastis! Kekayaan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Capai Rp14,5 Miliar

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, tercatat memiliki kekayaan paling tinggi dibanding dua pejabat lain yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/11/2025). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang diakses melalui laman resmi elhkpn.kpk.go.id, Yunus memiliki total harta senilai Rp. […]

    Bagikan
  • Dana Desa 2026 Turun Drastis, Pembangunan Desa di Magetan Terancam Tertunda

    Dana Desa 2026 Turun Drastis, Pembangunan Desa di Magetan Terancam Tertunda

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengalihan fokus penggunaan Dana Desa tahun 2026 untuk mendukung program prioritas nasional berdampak signifikan bagi pemerintah desa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Para kepala desa mengaku prihatin lantaran besaran anggaran yang diterima menurun tajam, sehingga berpotensi menghambat pembangunan, khususnya infrastruktur. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan, total pagu […]

    Bagikan
expand_less