Berita Terkini
Trending Tags

Waduk Dawuhan Surut Lebih dari 50 Persen, Ribuan Hektare Sawah di Madiun Terancam Kekurangan Air

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 78
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemantauan debit air di Waduk Dawuhan. (28/7/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ancaman kekeringan mulai membayangi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat volume air Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, menyusut lebih dari 50 persen. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pasokan irigasi bagi sawah di tiga kecamatan, yakni Wonoasri, Madiun, dan Balerejo.

Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, mengatakan penyusutan volume air terjadi sejak akhir April 2026. Dari kapasitas normal sekitar 3,9 juta meter kubik, kini air yang tersisa hanya sekitar 1,3 juta meter kubik.

“Dari volume normal 3,9 juta meter kubik, sekarang sisa 1,3 juta meter kubik. Penyusutan berlangsung mulai akhir April kemarin,” ujar Agung saat ditemui di Waduk Dawuhan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Agung, cadangan air yang masih tersedia diperkirakan hanya cukup memenuhi kebutuhan irigasi pada musim tanam (MT) padi kedua dan sebagian awal MT ketiga. Namun, kondisi itu bergantung pada jenis tanaman yang dipilih petani.

Ia menjelaskan, berdasarkan Rencana Tata Tanam Global, petani seharusnya menanam palawija pada MT ketiga. Jika pola tanam tersebut dipatuhi, pasokan air dari waduk diperkirakan masih mampu mencukupi hingga masa panen.

Sebaliknya, apabila petani tetap memaksakan menanam padi yang membutuhkan air lebih banyak, cadangan air Waduk Dawuhan dipastikan tidak akan mencukupi.

“Kalau MT ketiga sesuai rencana tanam menggunakan palawija, waduk masih bisa mengairi sampai panen. Tetapi kalau dipaksakan tanam padi, volume air tidak akan sanggup,” katanya.

Agung mengungkapkan, pihaknya telah berulang kali menyosialisasikan perubahan pola tanam kepada petani di 10 desa yang menerima pasokan irigasi dari Waduk Dawuhan. Meski demikian, sebagian besar petani masih memilih menanam padi.

Dari total sekitar 1.273 hektare lahan yang bergantung pada irigasi waduk, mayoritas masih ditanami padi. Kondisi itu membuat petani diperkirakan harus mencari sumber air alternatif ketika debit waduk terus menurun.

“Kebanyakan lahan yang mendapat irigasi dari waduk masih ditanami padi. Kalau nanti kekurangan air, biasanya petani menggunakan sumur bor atau sibel untuk memenuhi kebutuhan air,” ujarnya.

Di sisi lain, pengelola waduk juga tidak bisa menguras seluruh cadangan air. Sesuai ketentuan operasional, minimal 15 persen dari kapasitas normal atau sekitar 300 ribu meter kubik harus tetap dipertahankan sebagai cadangan untuk menjaga kondisi dasar waduk.

“Kalau volume sudah mencapai batas 15 persen, pintu air akan kami tutup supaya masih ada air yang tersisa. Tujuannya menjaga kondisi waduk agar tidak benar-benar kering dan tidak mengalami kerusakan,” pungkas Agung. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luncurkan Program ‘60 Seconds to Tokyo’, ASTON Hotel Madiun Hadirkan Ragam Kuliner Jepang

    Luncurkan Program ‘60 Seconds to Tokyo’, ASTON Hotel Madiun Hadirkan Ragam Kuliner Jepang

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pecinta kuliner di Kota Madiun kini mempunyai destinasi baru. Setelah sebelumnya sukses dengan festival kuliner bertema Korea Selatan, 60 Seconds to Seoul, Aston Madiun Hotel & Conference Center dan fave hotel Madiun kembali mengajak tamu menjelajahi cita rasa Asia lainnya. Yakni dengan menghadirkan sajian kuliner khas Negeri Sakura Jepang melalui launching promo kuliner tematik terbaru bertajuk ‘60 Seconds to Tokyo’, Jumat […]

    Bagikan
  • Kakek Penjual Bendera Musiman Meninggal di Lapak Dagangan

    Kakek Penjual Bendera Musiman Meninggal di Lapak Dagangan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Duka menyelimuti suasana semarak kemerdekaan di Magetan. Seorang pedagang atribut 17 Agustus, Yayan Munandar (67), ditemukan meninggal dunia di lapak tempatnya berjualan di kawasan Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, tepat di seberang Lanud Iswahjudi, Selasa (05/08/2025). Korban merupakan perantau asal Garut, Jawa Barat, yang dikenal sebagai pedagang musiman atribut merah putih setiap […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Kukuhkan Tim Jitupasna, Percepat Penanganan Pascabencana Secara Akuntabel

    Bupati Madiun Kukuhkan Tim Jitupasna, Percepat Penanganan Pascabencana Secara Akuntabel

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengukuhkan Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna), Senin (15/6/2026). Tim tersebut dibentuk untuk memastikan penanganan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akuntabel, sekaligus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati […]

    Bagikan
  • Penyelidikan Keracunan Massal Jalan Ditempat, Polres Madiun Tunggu Hasil Lab Polda

    Penyelidikan Keracunan Massal Jalan Ditempat, Polres Madiun Tunggu Hasil Lab Polda

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari tiga SD negeri di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, hingga kini belum menemukan titik terang. Lebih dari sepekan berlalu, hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang dikirim Polres Madiun masih belum keluar. Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi, mengatakan proses pemeriksaan sampel […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

    Pemkot Madiun Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan kendaraan dinas berpelat merah untuk keperluan mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diberlakukan menjelang masa libur panjang yang dimulai Rabu (18/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan larangan tersebut telah disampaikan kepada seluruh pimpinan Organisasi […]

    Bagikan
  • Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua truk terlibat kecelakaan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu (06/12/2025). Kecelakaan melibatkan Pick Up Mitsubishi L300 bernomor polisi AE 8643 GC yang dikemudikan Budi Pranoto (30), warga Desa Kecamatan Geger, dan truk boks Isuzu ekspedisi nopol L 9374 N […]

    Bagikan
expand_less