Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Waduk Dawuhan Surut Lebih dari 50 Persen, Ribuan Hektare Sawah di Madiun Terancam Kekurangan Air

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemantauan debit air di Waduk Dawuhan. (28/7/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ancaman kekeringan mulai membayangi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat volume air Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, menyusut lebih dari 50 persen. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pasokan irigasi bagi sawah di tiga kecamatan, yakni Wonoasri, Madiun, dan Balerejo.

Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, mengatakan penyusutan volume air terjadi sejak akhir April 2026. Dari kapasitas normal sekitar 3,9 juta meter kubik, kini air yang tersisa hanya sekitar 1,3 juta meter kubik.

“Dari volume normal 3,9 juta meter kubik, sekarang sisa 1,3 juta meter kubik. Penyusutan berlangsung mulai akhir April kemarin,” ujar Agung saat ditemui di Waduk Dawuhan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Agung, cadangan air yang masih tersedia diperkirakan hanya cukup memenuhi kebutuhan irigasi pada musim tanam (MT) padi kedua dan sebagian awal MT ketiga. Namun, kondisi itu bergantung pada jenis tanaman yang dipilih petani.

Ia menjelaskan, berdasarkan Rencana Tata Tanam Global, petani seharusnya menanam palawija pada MT ketiga. Jika pola tanam tersebut dipatuhi, pasokan air dari waduk diperkirakan masih mampu mencukupi hingga masa panen.

Sebaliknya, apabila petani tetap memaksakan menanam padi yang membutuhkan air lebih banyak, cadangan air Waduk Dawuhan dipastikan tidak akan mencukupi.

“Kalau MT ketiga sesuai rencana tanam menggunakan palawija, waduk masih bisa mengairi sampai panen. Tetapi kalau dipaksakan tanam padi, volume air tidak akan sanggup,” katanya.

Agung mengungkapkan, pihaknya telah berulang kali menyosialisasikan perubahan pola tanam kepada petani di 10 desa yang menerima pasokan irigasi dari Waduk Dawuhan. Meski demikian, sebagian besar petani masih memilih menanam padi.

Dari total sekitar 1.273 hektare lahan yang bergantung pada irigasi waduk, mayoritas masih ditanami padi. Kondisi itu membuat petani diperkirakan harus mencari sumber air alternatif ketika debit waduk terus menurun.

“Kebanyakan lahan yang mendapat irigasi dari waduk masih ditanami padi. Kalau nanti kekurangan air, biasanya petani menggunakan sumur bor atau sibel untuk memenuhi kebutuhan air,” ujarnya.

Di sisi lain, pengelola waduk juga tidak bisa menguras seluruh cadangan air. Sesuai ketentuan operasional, minimal 15 persen dari kapasitas normal atau sekitar 300 ribu meter kubik harus tetap dipertahankan sebagai cadangan untuk menjaga kondisi dasar waduk.

“Kalau volume sudah mencapai batas 15 persen, pintu air akan kami tutup supaya masih ada air yang tersisa. Tujuannya menjaga kondisi waduk agar tidak benar-benar kering dan tidak mengalami kerusakan,” pungkas Agung. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Barang Bukti 21 Perkara, Didominasi Kasus Narkotika

    Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Barang Bukti 21 Perkara, Didominasi Kasus Narkotika

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun memusnahkan barang bukti dari 21 perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dari puluhan barang bukti yang dimusnahkan, perkara narkotika menjadi kasus yang paling mendominasi, dengan barang bukti utama berupa sabu hingga alat yang digunakan untuk mengonsumsi maupun mengedarkan narkoba Rabu (5/8/2026). Pemusnahan dilakukan sebagai […]

    Bagikan
  • Nenek 64 Tahun di Ngawi Hilang Saat ke Sawah, Diduga Hanyut di Sungai

    Nenek 64 Tahun di Ngawi Hilang Saat ke Sawah, Diduga Hanyut di Sungai

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Seorang nenek warga Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan hilang sejak Sabtu siang (17/05/2025). Korban yang diketahui bernama Parni (64), diduga hanyut terbawa arus sungai anak Bengawan Madiun saat hendak menuju sawahnya di seberang sungai. Menurut keterangan keluarga, korban pergi ke sawah di wilayah Dusun Gayam, Desa […]

    Bagikan
  • BPS Kota Madiun Apresiasi Kebijakan Wajib Tanam Cabai dan Tomat bagi ASN

    BPS Kota Madiun Apresiasi Kebijakan Wajib Tanam Cabai dan Tomat bagi ASN

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Madiun yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN untuk menanam komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan tomat. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa dari perspektif BPS […]

    Bagikan
  • Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

    Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Cuaca ekstrem yang terus menghantam kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, selama dua pekan terakhir berdampak serius pada sektor pertanian. Kabut tebal dan curah hujan tinggi yang turun hampir setiap hari menyebabkan kerusakan parah pada tanaman sayuran. Hal itu membuat para petani kelimpungan menghadapi gagal panen dan anjloknya […]

    Bagikan
  • Jelang Kepulangan Haji Kota Madiun 2026, 1 Jemaah Sakit Dirawat di RS Jeddah

    Jelang Kepulangan Haji Kota Madiun 2026, 1 Jemaah Sakit Dirawat di RS Jeddah

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Sebanyak 1 jemaah haji asal Kota Madiun yang tergabung dalam Kloter SUB-22 tengah dirawat di RS Samir Abbas di Jeddah, Arab Saudi. Jemaah bernama Yetty Trisnogati mengalami pemburukan kondisi kesehatan menjelang jadwal kepulangan ke tanah air. Sementara itu, jemaah haji lainnya dijadwalkan tiba di Kota Pendekar pada Minggu, 7 Juni […]

    Bagikan
  • Dua Guru Besar Baru Resmi Dikukuhkan, UNIPMA Perkuat Mutu Akademik Perguruan Tinggi

    Dua Guru Besar Baru Resmi Dikukuhkan, UNIPMA Perkuat Mutu Akademik Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) mengukuhkan dua Guru Besar baru pada Kamis (06/11/2025) di Graha Cendekia UNIPMA. Keduanya, adalah Prof. Dr. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd. (Profesor atau Guru Besar di Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa dan Sastra) dan Prof. Dr. Marheny Lukitasari, M.Pd. (Profesor di Bidang Ilmu Inovasi Pembelajaran Biosains). Dengan […]

    Bagikan
expand_less