Baru 4 Gerai KKMP di Kota Madiun Proses Pembangunan, Hadapi Kendala Keterbatasan Lahan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker KUKM) terus mengakselerasi pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Saat ini, pembangunan empat gerai tengah berlangsung dan ditargetkan dapat segera beroperasi.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Disnaker KUKM Kota Madiun, Angga Wahyu Nur Cahyo, mengatakan secara kelembagaan Kota Madiun telah memiliki 27 KKMP yang tersebar di seluruh kelurahan. Namun, pembangunan gerai fisik dilakukan secara bertahap.
“Di Kota Madiun ini sudah berjalan sesuai perencanaan. Sebenarnya ada 27 KKMP yang secara kelembagaan sudah berdiri, masing-masing satu di setiap kelurahan. Namun, untuk gerainya saat ini kami masih berproses membangun empat gerai terlebih dahulu,” ujarnya.
Empat gerai tersebut berada di Kelurahan Demangan, Kuncen, Nambangan Lor, dan Kertoharjo. Menurut Angga, seluruh lokasi tersebut telah memasuki tahap pembangunan. “Semua sudah berprogres, semua sudah jalan pembangunannya,” katanya.
Meski demikian, pembangunan gerai di kelurahan lainnya masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan. Pemerintah Kota Madiun masih melakukan pencarian lokasi yang memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai lokasi pembangunan.
“Kalau di kota ini kendala utamanya memang lahan sangat terbatas. Berbeda dengan wilayah kabupaten yang lahannya lebih luas,” jelasnya.

Selain keterbatasan lahan, sejumlah usulan lokasi juga terkendala status Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Berdasarkan ketentuan yang berlaku, lahan dengan status tersebut belum dapat digunakan untuk pembangunan gerai KKMP.
“Sebagian besar lokasi yang diusulkan ternyata berada di area Lahan Sawah Dilindungi, sehingga sesuai aturan belum bisa diajukan,” ungkapnya.
Untuk pendanaan pembangunan, Angga menyebut seluruh anggaran berasal dari pemerintah pusat. Menurutnya, terdapat mekanisme kebijakan fiskal yang berkaitan dengan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam pelaksanaan pembangunan gerai tersebut.
“Pendanaan semua langsung dari pusat. Setahu kami nanti ada perlakuan khusus terkait DAU, yang akan dikalkulasi dengan adanya pembangunan gerai KKMP di Kota Madiun,” katanya.
Pemerintah Kota Madiun menargetkan empat gerai tersebut dapat segera diresmikan. Target itu diupayakan agar masuk dalam peresmian tahap kedua program nasional setelah sebelumnya tahap pertama telah dilaksanakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau targetnya, setahu kami, kalau bisa Agustus ini masuk dalam peresmian tahap kedua. Tahap pertama kemarin Kota Madiun belum masuk, sehingga sekarang diusahakan bisa ikut pada tahap kedua,” ujarnya.
Sementara itu, meski sebagian besar gerai fisik masih dalam proses pembangunan, seluruh KKMP di Kota Madiun telah beroperasi secara kelembagaan. Angga menyebut seluruh koperasi telah menjalankan aktivitas usaha dan mulai menghasilkan omzet, meski nilainya bervariasi.
“Semua 27 KKMP sebenarnya sudah siap. Bahkan tanpa gerai pun sudah berjalan, sudah beroperasional dan sudah mendapatkan omzet, walaupun masih relatif kecil,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




