Unik! Seserahan Pernikahan di Ponorogo Berupa Sepasang Domba Merino
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Seserahan pernikahan umumnya berupa perlengkapan alat salat, perhiasan, pakaian, atau kebutuhan rumah tangga. Namun, pasangan pengantin di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini memilih seserahan yang tidak biasa.
Wilujeng Sri Utami dan Malindo Agus Sutrisno menghadirkan sepasang domba jenis Merino sebagai hadiah pernikahan. Momen tersebut berlangsung saat resepsi pernikahan pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Pemberian domba Merino sebagai seserahan tersebut kemudian viral di media sosial. Bentuk domba yang memiliki bulu lebat dan halus serta tingkahnya yang menggemaskan menjadi daya tarik tersendiri.
Malindo mengatakan, pemberian sepasang domba tersebut merupakan kejutan untuk sang istri. Wilujeng diketahui sudah lama mengidam-idamkan domba Merino dan kerap mengirimkan video domba tersebut kepada suaminya melalui media sosial.
“Awalnya istri suka kirim video-video di TikTok dan Instagram. Kebetulan kami menikah, saya punya ide memberikan domba Merino sebagai surprise,” kata Malindo.
Malindo mengaku tidak menyangka hadiah pernikahan yang diberikannya akan menjadi viral. Terlebih, domba Merino terbilang sulit didapatkan di Ponorogo maupun Magetan, sehingga harus didatangkan dari Wonosobo, Jawa Tengah.
Sepasang domba tersebut kemudian diberi nama Merino dan Merina. Keduanya masih berusia sekitar tiga bulan dan dirawat layaknya hewan peliharaan.
Wilujeng mengatakan, dirinya berencana merawat dan mengembangbiakkan domba tersebut. Ia berharap hobinya dapat berkembang menjadi usaha peternakan domba Merino di Ponorogo.
Menurut Wilujeng, domba Merino memiliki sejumlah keunikan. Selain bulunya lebat dan halus, domba tersebut dinilai tenang dan tidak terlalu berisik.
“Domba biasa kan bau prengus. Kalau ini meskipun diuleng-uleng saya tidak bau domba sama sekali. Tidak berisik dan lucu seperti boneka,” ujarnya.
Untuk menjaga kesehatan dan keindahan bulunya, kedua domba tersebut dimandikan secara rutin, maksimal dua hari sekali. Pakannya juga diberikan berupa sayuran segar.
Bagi Wilujeng dan Malindo, sepasang domba Merino tersebut kini bukan sekadar seserahan pernikahan. Merino dan Merina menjadi hewan peliharaan sekaligus awal dari impian Wilujeng untuk mengembangkan peternakan domba Merino di Ponorogo. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



