Berita Terkini
Trending Tags

SPPG Mejayan Patuhi Larangan BGN Untuk Tidak Gunakan Bahan Bersubsidi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 232
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SPPG Mejayan Patuhi Larangan BGN Gunakan Bahan Bersubsidi untuk Program MBG dengan menggunakan produk lokal.

Sinergia | Madiun — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mejayan, Kabupaten Madiun, memastikan seluruh bahan baku yang digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berasal dari komoditas bersubsidi. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Mejayan, Mohamad Adi Prasetia, mengatakan pihaknya sejak awal operasional telah menggunakan bahan baku non-subsidi. Beberapa di antaranya minyak goreng dan gas yang digunakan untuk kebutuhan produksi makanan MBG.

“Dari awal running, kita menggunakan bahan-bahan yang tidak bersubsidi. Di antaranya minyak Fortune, beras petani lokal berkualitas tinggi dan juga gas non subsidi 50 kg,” kata Adi Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, SPPG Mejayan menyambut baik instruksi Kepala BGN Sudaryono yang meminta seluruh pengelola SPPG tidak menggunakan bahan baku maupun barang bersubsidi dalam penyediaan makanan MBG.

Selain memastikan bahan baku tidak bersubsidi, SPPG Mejayan juga berupaya melibatkan pelaku usaha dan pemasok lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan.

Bahan seperti telur, beras, dan sayuran sebagian besar dipasok dari wilayah sekitar Mejayan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya agar pelaksanaan MBG memberikan dampak ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM lokal.

“Untuk bahan baku, kita berkomitmen dari awal dengan mitra. Dari daerah Mejayan, kita kebanyakan mengambil bahan baku dari sekitar, seperti telur, beras, kemudian sayur-sayuran,” ujarnya.

Selain mengatur penggunaan bahan baku, SPPG Mejayan juga menerapkan ketentuan waktu konsumsi makanan MBG setelah didistribusikan ke sekolah penerima manfaat.

Image Not Found
SPPG Mejayan Patuhi Larangan BGN Gunakan Bahan Bersubsidi untuk Program MBG dengan menggunakan produk lokal.

Adi menjelaskan, makanan untuk jenjang TK, SD, dan MI mulai didistribusikan sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah diterima sekolah, makanan dianjurkan segera dikonsumsi dan tidak dibawa pulang.

“Maksimal empat jam dari pengiriman. Dengan batas waktu empat jam ini, kami menganjurkan Bapak/Ibu guru mengawasi murid-muridnya. Makanan juga tidak diperkenankan untuk dibawa pulang,” katanya.

Pembatasan waktu konsumsi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan. Makanan yang terlalu lama disimpan berisiko mengalami penurunan kualitas sehingga dapat membahayakan penerima manfaat.

“Demi keamanan bahan baku agar tidak rusak, sekaligus mencegah kerusakan bahan dan keracunan dari penerima manfaat,” jelas Adi.

Pihak sekolah juga diminta melakukan pemeriksaan sebelum makanan diberikan kepada siswa. Jika ditemukan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, sekolah dapat segera berkoordinasi dengan pengelola SPPG.

Salah satu sekolah penerima manfaat MBG, SMAN 2 Mejayan, juga menerapkan mekanisme pengawasan di lingkungan sekolah.

Guru sekaligus penanggung jawab MBG di SMAN 2 Mejayan, Agus Budisunyoto, mengatakan makanan dibagikan kepada siswa pada pukul 09.40 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat pertama. Setelah dikonsumsi, wadah makanan dikembalikan pada waktu istirahat berikutnya.

Jika terdapat kendala atau temuan terkait makanan, siswa diminta melaporkannya kepada PIC MBG di sekolah untuk kemudian diteruskan kepada pihak SPPG.

“Kalau ada sesuatu tentang MBG, siswa laporan ke PIC, ke saya sebagai penanggung jawab MBG di sekolah. Nanti saya sampaikan ke SPPG,” ujar Agus.

Selama pelaksanaan MBG, Agus menyebut layanan dari SPPG berjalan lancar dan koordinasi antara sekolah dengan pengelola SPPG berlangsung baik.

Meski demikian, dari sisi menu masih terdapat sejumlah masukan dari siswa. Menurut Agus, selera siswa berbeda-beda sehingga variasi menu menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat terus ditingkatkan.

“Harapannya mungkin lebih variatif. Masakannya lebih variatif, termasuk menu-menunya lebih variatif,” katanya.

Agus memastikan sejauh ini tidak terdapat persoalan serius dalam pelaksanaan MBG di sekolahnya.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Rumah Penerima Bansos di Magetan Dipasangi Stiker 

    Rencana Rumah Penerima Bansos di Magetan Dipasangi Stiker 

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Rencana pemasangan stiker pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) mulai dibahas serius oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Namun, kebijakan tersebut masih melalui pertimbangan matang, terutama terkait dampak psikologis bagi warga penerima. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo, mengatakan bahwa proses koordinasi […]

    Bagikan
  • Remaja di Magetan Jadi Korban Pengeroyokan Diduga Geng Motor, Polisi Perketat Patroli

    Remaja di Magetan Jadi Korban Pengeroyokan Diduga Geng Motor, Polisi Perketat Patroli

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi brutal geng motor kembali meresahkan warga Kabupaten Magetan. Seorang remaja berinisial GA (15) menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Ngariboyo–Parang, tepatnya di Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kamis (06/11/2025) dini hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 […]

    Bagikan
  • Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Madiun Sepanjang 2025 Tercatat 370 Kasus

    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Madiun Sepanjang 2025 Tercatat 370 Kasus

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota pada tahun 2025 ini mengalami kenaikan. Sesuai data per 15 Desember 2025, jumlah laka lantas di angka 370 kasus atau naik 1,65 persen dibandingkan 2024 dengan 364 kasus. Untuk korban meninggal dunia juga mengalami kenaikan di angka 36 korban, dibandingkan […]

    Bagikan
  • Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar razia penegakan peraturan daerah di sejumlah titik pada Senin (22/09/2025). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) serta menyita minuman beralkohol dari beberapa warung dan tempat kos. Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Semarak Hari Santri 2025, PCNU Kota Madiun Gelar Sepedaan “Kupluk’an” Penuh Kebersamaan

    Semarak Hari Santri 2025, PCNU Kota Madiun Gelar Sepedaan “Kupluk’an” Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun menggelar kegiatan Sepedaan Kupluk’an yang diikuti ratusan warga pada Minggu pagi (19/10/2025). Kegiatan dimulai dari Masjid Besar Baitul Hakim Kota Madiun dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bersama Ketua PCNU Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Magetan Matangkan Pengamanan Mudik dan Idulfitri

    Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Magetan Matangkan Pengamanan Mudik dan Idulfitri

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persiapan pengamanan arus mudik dan Hari Raya Idulfitri 1447 H mulai dimatangkan oleh Polres Magetan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Aula Pesat Gatra. Rakor dipimpin Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa dan dihadiri unsur Forkopimda serta instansi terkait. Hadir pula perwakilan Bupati […]

    Bagikan
expand_less