Minggu, 25 Okt 2026
Trending Tags

Debit Waduk Dawuhan Menyusut, Ratusan Hektare Sawah di Madiun Kekurangan Air

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 169
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Debit air Waduk Dawuhan mulai berkurang dan menyusut akibat kemarau panjang. (8/9/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Madiun mulai kekurangan pasokan air setelah volume Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, terus menyusut. Kondisi ini terjadi di tengah cuaca panas dan tidak adanya pasokan air dari sungai menuju waduk.

Saat ini, volume air Waduk Dawuhan hanya tersisa sekitar 15 persen atau 520 ribu meter kubik dari total kapasitas mencapai 3,9 juta meter kubik.

Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, mengatakan penyusutan volume air berlangsung cukup cepat. Selain tidak adanya aliran air masuk, tingginya suhu udara turut mempercepat proses penguapan.

“Untuk penyusutan memang drastis karena untuk inflow air dari atas (sungai ke waduk) sudah kosong. Kemudian juga untuk penguapan cepat sekali, karena memang cuaca sangat panas,” kata Agung, Selasa (8/9/2026).

Minimnya volume air membuat pengelola waduk harus mengurangi debit yang dialirkan untuk kebutuhan irigasi. Saat ini, air yang dikeluarkan dari Waduk Dawuhan hanya sekitar 0,1 meter kubik per detik.

Dengan debit tersebut, pasokan air hanya mampu menjangkau lima desa dengan luas lahan pertanian sekitar 600 hektare untuk memenuhi kebutuhan pengairan pada Masa Tanam (MT) 3.

Padahal, dalam kondisi normal, Waduk Dawuhan mampu mendukung pengairan pertanian di sekitar 10 desa dengan luasan mencapai 12 ribu hektare sawah.Kondisi tersebut membuat distribusi air harus dilakukan secara terbatas agar kebutuhan tanaman padi pada awal masa tanam masih dapat dipenuhi.

Pengelola Waduk Dawuhan memperkirakan pintu air akan ditutup dalam sekitar 10 hari ke depan. Penutupan dilakukan setelah volume air terus turun dan hanya disisakan sekitar 300 ribu meter kubik.

Air tidak akan dikuras hingga benar-benar habis. Sebagian volume sengaja dipertahankan untuk menjaga kondisi fisik tubuh bendungan.

Agung menjelaskan, kondisi bendungan yang terlalu kering berpotensi menimbulkan keretakan hingga kerusakan pada struktur bendungan.

Image Not Found
Pengelola membatasi debit air untuk kebutuhan irigasi. Foto : Tova-Sinergia

“Prediksi kami di 10 harian ke depan masih akan mengaliri sawah untuk di awal masa tanam saja, untuk tanaman padi. Untuk pemeliharaan tubuh bendungan, karena memang kalau untuk kondisi kering tanpa air, tubuh bendungan itu rawan retak, rawan rusak,” ujarnya.

“Jadi agar suhu di tubuh bendungan tetap aman, kita sisakan volumenya 300 ribu meter kubik itu untuk pemeliharaan tubuh bendungan,” imbuhnya.

Di tengah menyusutnya permukaan air Waduk Dawuhan, kondisi tersebut justru dimanfaatkan sebagian warga sekitar untuk mencari tambahan penghasilan.

Sejumlah warga mengais ikan di area waduk yang mulai menyempit. Sebagian lahan di sekitar waduk yang mengering juga mulai dimanfaatkan untuk menanam padi.

Meski demikian, pengelola memastikan air Waduk Dawuhan tidak akan dikeluarkan hingga benar-benar habis. Volume air tetap disisakan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fisik bendungan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi membuka seleksi terbuka dan kompetitif untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Seleksi ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor: 051/402.201/PANSEL/2026 dan dibuka sejak 13 Januari hingga 28 Januari 2026. Seleksi tersebut digelar sebagai upaya Pemkab Madiun untuk mengisi jabatan strategis Sekretaris Daerah secara […]

    Bagikan
  • TMMD Madiun Menyambung Akses Perekonomian di Desa Terpencil Lereng Wilis

    TMMD Madiun Menyambung Akses Perekonomian di Desa Terpencil Lereng Wilis

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0803 Madiun digelar di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Kegiatan berlangsung selama satu bulan dimulai sejak Rabu (23/07/2025), dengan fokus pada pembangunan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat di desa yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut. Bupati Madiun Hari Wuryanto yang […]

    Bagikan
  • Realisasi APBD Kota Madiun Baru 30,56 Persen, Proyek Fisik yang Masih Lelang Jadi Penyebab

    Realisasi APBD Kota Madiun Baru 30,56 Persen, Proyek Fisik yang Masih Lelang Jadi Penyebab

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Madiun hingga akhir semester I 2026 masih tergolong rendah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) per 30 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah baru mencapai 37,05 persen, sedangkan realisasi belanja daerah sebesar 30,56 persen. Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota […]

    Bagikan
  • Tak Cukup Jual Bahan Mentah, Khofifah Minta Petani Hutan Garap Hilirisasi Produk

    Tak Cukup Jual Bahan Mentah, Khofifah Minta Petani Hutan Garap Hilirisasi Produk

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan hilirisasi produk perhutanan sosial untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan yang dikelola masyarakat. Menurutnya, produk perhutanan sosial tidak cukup hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus diolah agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. Pesan itu disampaikan Khofifah saat […]

    Bagikan
  • Tak Bisa Lagi Borong Jatah Pupuk, Penebusan Pupuk Subsidi di Madiun Harus Sesuai Musim Tanam

    Tak Bisa Lagi Borong Jatah Pupuk, Penebusan Pupuk Subsidi di Madiun Harus Sesuai Musim Tanam

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Petani di Kabupaten Madiun kini tak bisa lagi leluasa menebus pupuk bersubsidi hanya berdasarkan alokasi yang tercantum dalam e-RDKK. Mulai 1 September 2026, penebusan pupuk dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pada musim tanam yang sedang berlangsung. Perubahan mekanisme ini merupakan bagian dari penataan penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah. Aturan tersebut mengacu pada […]

    Bagikan
  • Konflik Internal, DPC PKB Magetan Tunjuk Kuasa Hukum Hadapi Gugatan Nur Wahid

    Konflik Internal, DPC PKB Magetan Tunjuk Kuasa Hukum Hadapi Gugatan Nur Wahid

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konflik yang terjadi pada internal tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Magetan terus berlanjut. Setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur menangguhkan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD dari partai tersebut, DPC PKB Magetan kini menunjuk kuasa hukum resmi untuk menghadapi gugatan yang diajukan oleh Nur Wahid. Ketua DPC PKB Magetan, Suratno, […]

    Bagikan
expand_less