Berita Terkini
Trending Tags

Desil Warga Bisa Naik meski Kondisi Ekonomi Tak Berubah, BPS Madiun Jelaskan Penyebabnya

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak selalu mencerminkan perubahan kondisi ekonomi seseorang secara langsung. Pergeseran peringkat bisa terjadi karena perubahan kondisi ekonomi masyarakat lain yang masuk dalam pemeringkatan yang sama.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) khawatir. Mereka waswas jika desilnya naik, status sebagai penerima bantuan pemerintah ikut berubah atau bahkan terhapus.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menjelaskan pemeringkatan desil bersifat relatif terhadap seluruh populasi. Masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok dengan jumlah yang sama besar.

“Jika ada warga yang kondisi ekonominya memburuk misalnya bangkrut lalu memperbarui datanya, desil orang tersebut akan turun. Akibat pergeseran ini, warga lain bisa otomatis terdorong naik ke desil yang lebih tinggi, meskipun kondisi ekonomi sebenarnya tidak berubah,” kata Wisma saat ditemui di Kantor BPS Kabupaten Madiun, Jalan Madiun-Ngawi, Kecamatan Jiwan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Wisma, kondisi tersebut membuat kenaikan desil seseorang tidak selalu berarti tingkat kesejahteraannya meningkat. Sebab, posisi desil ditentukan dengan membandingkan kondisi sosial ekonomi seluruh masyarakat dalam basis data.

Data Desil Bersumber dari DTSEN

Wisma menjelaskan pemeringkatan desil bersumber dari DTSEN. Data tersebut merupakan hasil pemadupadanan tiga sumber data besar, yakni Regsosek dari Bappenas, P3KE dari Kemenko PMK, dan DTKS dari Kementerian Sosial.

Ketiga sumber data tersebut kemudian dipadankan dengan sejumlah data lain, di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Dukcapil, data BPJS Kesehatan, serta data PLN.

Karena kondisi masyarakat dapat berubah, pembaruan data juga dilakukan secara berkala. Wisma meminta masyarakat tidak langsung khawatir jika menemukan ketidaksesuaian antara desil dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

“Kalau dalam pemeringkatannya ada yang tidak sesuai, masyarakat tidak perlu khawatir. Pembaruan desil dilakukan secara berkala, yaitu setiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang merasa data atau pemeringkatan desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, terdapat tiga jalur yang dapat digunakan untuk mengajukan pemutakhiran data.

Pertama melalui Aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Play Store. Kedua, masyarakat dapat melapor langsung ke desa atau kelurahan melalui operator SIKS-NG.

Sementara jalur ketiga disediakan BPS melalui kanal dtsen.dashform.bps.go.id.

Untuk kanal BPS, masyarakat dapat melakukan pemutakhiran data secara mandiri atau self-declare. Namun, pemohon wajib melampirkan surat keterangan dari desa yang ditandatangani kepala desa.

“Harapan kami, kepala desa yang sudah memberi tanda tangan sudah melakukan istilahnya cek terhadap kondisi warganya yang akan melakukan proses itu (pemutakhiran desil),” terang Wisma.

Meski masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran, Wisma menegaskan proses tersebut tidak otomatis membuat peringkat desil berubah sesuai dengan keinginan pemohon.

Sebab, DTSEN merupakan basis data yang digunakan untuk seluruh masyarakat. Data seseorang akan kembali dibandingkan dengan kondisi masyarakat lain yang tercatat dalam DTSEN untuk menentukan peringkat desil.

“DTSEN itu adalah DTSEN untuk semuanya. Jadi bukan bukan hanya nuruti maunya orang perorangan. Jadi kalau misalnya kita melakukan pembaruan data, data kita akan disimpulkan atau disandingkan dengan data orang-orang yang lainnya yang ada di dalam DTSEN itu untuk menentukan pemeringkatan desil,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KAB.PONOROGO – Diduga terserang penyakit kulit dan mulut (PMK) sejumlah sapi di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo mati mendadak. Seperti sapi milik purwoto (45) yang ditemukan mati mendadak pada Rabu 1 Januari 2025 lalu. Bahkan sebelumnya, juga ada 1 ekor sapi yang mati dengan gejala serupa. Menurut Ismiati, kerabat Purwoto menuturkan total kini 3 ekor […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Resmi Serahkan SK Direksi Baru PDAM Masa Bhakti 2025–2030

    Bupati Madiun Resmi Serahkan SK Direksi Baru PDAM Masa Bhakti 2025–2030

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setelah melalui proses seleksi yang berlangsung lebih dari dua bulan, jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun akhirnya resmi diumumkan. Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan direksi dilakukan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, sebagai bentuk penetapan hasil seleksi akhir yang telah dilaksanakan. Dalam […]

    Bagikan
  • Sering Mengamuk, Keluarga Terpaksa Mengurung Suhananto Sejak 2014

    Sering Mengamuk, Keluarga Terpaksa Mengurung Suhananto Sejak 2014

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Keputusan keluarga mengurung Suhananto, 45 tahun, warga Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, di dalam kandang besi bukan tanpa alasan. Selama lebih dari 25 tahun, keluarga hidup dalam bayang-bayang gangguan jiwa yang dialami Suhananto. Nanto merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Buki dan Damitun. Gangguan kejiwaan yang dialaminya bermula setelah […]

    Bagikan
  • Tersangka Kericuhan Demo di DPRD Kota Madiun bertambah

    Tersangka Kericuhan Demo di DPRD Kota Madiun bertambah

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penanganan kasus kericuhan dan perusakan di Kantor DPRD Kota Madiun pada 30 Agustus 2025 terus berlanjut. Hingga kini, jumlah tersangka yang ditetapkan polisi bertambah menjadi sepuluh orang. Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, mengungkapkan bahwa satu tersangka baru berinisial W.R resmi ditetapkan pekan lalu. “Satu minggu yang lalu kita […]

    Bagikan
  • Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk merevitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi TPA menjadi kawasan wisata edukasi lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan bahwa proyek ini mendapat pendampingan langsung dari para ahli lingkungan dan […]

    Bagikan
  • Warga Serbu Sembako Murah di Koperasi Merah Putih

    Warga Serbu Sembako Murah di Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih (KMP). Hingga saat ini, sebanyak 10 dari total 27 koperasi yang ditargetkan sudah resmi beroperasi. KMP Kelurahan Demangan telah diresmikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, pada Jumat (10/10/2025). Peluncuran koperasi tersebut disambut antusias masyarakat. Warga terlihat […]

    Bagikan
expand_less