Minggu, 25 Okt 2026
Trending Tags

Desil Warga Bisa Naik meski Kondisi Ekonomi Tak Berubah, BPS Madiun Jelaskan Penyebabnya

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak selalu mencerminkan perubahan kondisi ekonomi seseorang secara langsung. Pergeseran peringkat bisa terjadi karena perubahan kondisi ekonomi masyarakat lain yang masuk dalam pemeringkatan yang sama.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) khawatir. Mereka waswas jika desilnya naik, status sebagai penerima bantuan pemerintah ikut berubah atau bahkan terhapus.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menjelaskan pemeringkatan desil bersifat relatif terhadap seluruh populasi. Masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok dengan jumlah yang sama besar.

“Jika ada warga yang kondisi ekonominya memburuk misalnya bangkrut lalu memperbarui datanya, desil orang tersebut akan turun. Akibat pergeseran ini, warga lain bisa otomatis terdorong naik ke desil yang lebih tinggi, meskipun kondisi ekonomi sebenarnya tidak berubah,” kata Wisma saat ditemui di Kantor BPS Kabupaten Madiun, Jalan Madiun-Ngawi, Kecamatan Jiwan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Wisma, kondisi tersebut membuat kenaikan desil seseorang tidak selalu berarti tingkat kesejahteraannya meningkat. Sebab, posisi desil ditentukan dengan membandingkan kondisi sosial ekonomi seluruh masyarakat dalam basis data.

Data Desil Bersumber dari DTSEN

Wisma menjelaskan pemeringkatan desil bersumber dari DTSEN. Data tersebut merupakan hasil pemadupadanan tiga sumber data besar, yakni Regsosek dari Bappenas, P3KE dari Kemenko PMK, dan DTKS dari Kementerian Sosial.

Ketiga sumber data tersebut kemudian dipadankan dengan sejumlah data lain, di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Dukcapil, data BPJS Kesehatan, serta data PLN.

Karena kondisi masyarakat dapat berubah, pembaruan data juga dilakukan secara berkala. Wisma meminta masyarakat tidak langsung khawatir jika menemukan ketidaksesuaian antara desil dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

“Kalau dalam pemeringkatannya ada yang tidak sesuai, masyarakat tidak perlu khawatir. Pembaruan desil dilakukan secara berkala, yaitu setiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang merasa data atau pemeringkatan desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, terdapat tiga jalur yang dapat digunakan untuk mengajukan pemutakhiran data.

Pertama melalui Aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Play Store. Kedua, masyarakat dapat melapor langsung ke desa atau kelurahan melalui operator SIKS-NG.

Sementara jalur ketiga disediakan BPS melalui kanal dtsen.dashform.bps.go.id.

Untuk kanal BPS, masyarakat dapat melakukan pemutakhiran data secara mandiri atau self-declare. Namun, pemohon wajib melampirkan surat keterangan dari desa yang ditandatangani kepala desa.

“Harapan kami, kepala desa yang sudah memberi tanda tangan sudah melakukan istilahnya cek terhadap kondisi warganya yang akan melakukan proses itu (pemutakhiran desil),” terang Wisma.

Meski masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran, Wisma menegaskan proses tersebut tidak otomatis membuat peringkat desil berubah sesuai dengan keinginan pemohon.

Sebab, DTSEN merupakan basis data yang digunakan untuk seluruh masyarakat. Data seseorang akan kembali dibandingkan dengan kondisi masyarakat lain yang tercatat dalam DTSEN untuk menentukan peringkat desil.

“DTSEN itu adalah DTSEN untuk semuanya. Jadi bukan bukan hanya nuruti maunya orang perorangan. Jadi kalau misalnya kita melakukan pembaruan data, data kita akan disimpulkan atau disandingkan dengan data orang-orang yang lainnya yang ada di dalam DTSEN itu untuk menentukan pemeringkatan desil,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG: Cuaca Kemarau Basah Masih Berpotensi Terjadi hingga Agustus

    BMKG: Cuaca Kemarau Basah Masih Berpotensi Terjadi hingga Agustus

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Agustus mendatang. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah anomali atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO), Rossby ekuator, gelombang Kelvin, hingga sistem konvergensi angin di kawasan tersebut. “Fenomena […]

    Bagikan
  • Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Wali Kota Madiun Maidi dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Markas Polres Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kota Madiun. Pantauan di lokasi, Maidi keluar dari gedung Polres Madiun sekitar pukul 17.20 […]

    Bagikan
  • Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam

    Tragis! Usai Mengaji, Dua Bocah di Ponorogo Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tragis menimpa dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026) sore. Keduanya meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air yang berada di lahan kosong tak jauh dari masjid tempat mereka mengaji. Kedua korban diketahui berinisial MAJ (6), dan MA (6). Peristiwa nahas tersebut terjadi […]

    Bagikan
  • Polisi Dalami Aspek Legalitas Tambang di Trosono Pasca Longsor

    Polisi Dalami Aspek Legalitas Tambang di Trosono Pasca Longsor

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satreskrim Polres Magetan resmi membuka penyelidikan atas insiden longsornya tebing tambang galian C di Desa Trosono, Kecamatan Parang, yang menewaskan seorang sopir truk bernama Suroso (55), warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan. Korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu (28/09/2025) siang setelah tertimbun material tambang. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan […]

    Bagikan
  • Tegaskan Tak Ada Pungli di SMAN 2 Mejayan, Kadisdik Jatim : Itu Sumbangan Sukarela

    Tegaskan Tak Ada Pungli di SMAN 2 Mejayan, Kadisdik Jatim : Itu Sumbangan Sukarela

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan tidak ditemukan unsur pungutan liar (pungli) di SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal ini disampaikan setelah ia melakukan inspeksi langsung menyusul dugaan pungli yang sempat mencuat di lingkungan sekolah tersebut. “Setelah saya bertemu langsung dengan pihak sekolah, komite, hingga siswa, saya […]

    Bagikan
  • Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 62 Sekolah di Madiun Raya, Anggaran Capai Rp51,3 Miliar photo_camera 2

    Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 62 Sekolah di Madiun Raya, Anggaran Capai Rp51,3 Miliar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan di wilayah Madiun Raya. Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Madiun pada Kamis (12/3/2026). Program revitalisasi tersebut mencakup 62 sekolah yang tersebar di Kota dan Kabupaten Madiun, Ponorogo, Ngawi, serta Magetan. Total anggaran dalam program tersebut sekitar […]

    Bagikan
expand_less