Berita Terkini
Trending Tags

Harga Cabai dan Sayuran Naik di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Sebut Dampak Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga cabai rawit di Pasar Sayur Magetan mencapai Rp72 ribu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau mulai berdampak terhadap pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Magetan. Di Pasar Sayur Magetan, harga cabai dan beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. 

Kenaikan paling terasa pada komoditas cabai. Pedagang menyebut harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp68.000 hingga Rp72.000 per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp50.000-an per kilogram.

Cabai keriting juga mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp32.000 hingga Rp34.000 per kilogram menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram. Sementara cabai besar kini dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, naik dari kisaran Rp25.000 hingga Rp28.000.

Pedagang Pasar Sayur Magetan, Asminah, mengatakan kenaikan harga cabai telah terjadi sekitar lima hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan berkurangnya pasokan akibat tanaman cabai terdampak musim kemarau.

“Karena musim kemarau itu cabainya banyak yang kering, jadi tidak jadi (panen),” kata Asminah, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, pasokan cabai ke pasar sebenarnya masih berjalan, tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Stok di tingkat pedagang masih tersedia dan relatif mencukupi, namun jumlah kiriman yang masuk berkurang. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas jual beli. Asminah mengatakan jumlah pembeli cenderung menurun setelah harga cabai mengalami kenaikan.

Selain cabai segar, cabai kering juga tetap diminati konsumen. Harganya saat ini sekitar Rp75.000 per kilogram. Namun, menurut Asminah, konsumen umumnya tidak serta-merta beralih dari cabai segar ke cabai kering karena masing-masing memiliki pelanggan tersendiri. “Yang biasa kering, kering. Yang biasa basah, basah,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran lainnya. Pedagang Pasar Sayur Magetan, Warmi, menyebut harga labu siam kini mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp5.000 hingga Rp6.000.

Harga tomat juga meningkat dari sekitar Rp5.000 menjadi Rp7.000 per kilogram. Sementara kubis yang sebelumnya sekitar Rp5.000 kini berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.

Image Not Found
Harga tomat dan kubis turut mengalami kenaikan. Foto : Kus-Sinergia

Warmi mengatakan kenaikan harga sayuran tersebut mulai terasa sekitar empat hari terakhir. Selain faktor pasokan, musim kemarau membuat proses produksi dan panen sayuran menjadi lebih sulit.

“Karena musim kemarau ini agak susah untuk panen,” jelas Warmi.

Meski harga naik, permintaan dari konsumen rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari masih relatif normal. Namun, konsumen yang membeli sayuran untuk dijual kembali mulai mengeluhkan kenaikan harga karena dapat memengaruhi margin keuntungan mereka.

Di sisi lain, kenaikan harga cabai juga dirasakan langsung oleh konsumen. Salah seorang pembeli, Jeni Imanta Putri, mengatakan harga cabai yang dibelinya mengalami peningkatan cukup terasa.

Ia mencontohkan, cabai yang sebelumnya dibeli dengan harga sekitar Rp14.000 untuk seperempat kilogram, kini harus ditebus sekitar Rp18.000.

“Lumayan ada kenaikan. Walaupun naik, tetap beli segitu,” kata Jeni.

Cabai tersebut digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari, termasuk membuat sambal. Meski harga meningkat, Jeni memilih tetap membeli dalam jumlah yang sama karena cabai merupakan kebutuhan rumah tangga yang rutin digunakan. Menurutnya, kenaikan harga tersebut cukup membebani konsumen, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan cabai sebagai bagian dari kebutuhan pangan sehari-hari.

Ia berharap harga cabai dan sayuran kembali normal sehingga tidak terlalu membebani masyarakat. “Harapannya semaksimal mungkin agak turun sedikit, normal seperti biasanya,” ujarnya.

Pedagang pun berharap kondisi pasokan segera membaik. Dengan kembali normalnya produksi dan distribusi komoditas pertanian, harga di tingkat pasar diharapkan dapat lebih stabil sehingga pedagang maupun konsumen sama-sama tidak terbebani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Madiun Raya Lebih Panjang, Warga Diminta Hemat Air

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Madiun Raya akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang membawa massa udara kering serta potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Pengamat Meteorologi dan Geofisika […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Mantapkan Kesiapan Jelang Operasi Patuh Semeru 2025

    Polres Magetan Mantapkan Kesiapan Jelang Operasi Patuh Semeru 2025

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Magetan dimatangkan melalui Rapat Koordinasi lintas sektoral yang digelar oleh Polres Magetan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana sinergis dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta lembaga pendukung lainnya. Operasi Patuh Semeru merupakan agenda rutin kepolisian yang […]

    Bagikan
  • Sosok AKBP Andin Wisnu Yang Tak Pernah Menyerah, Kini Jabat Kapolres Ponorogo

    Sosok AKBP Andin Wisnu Yang Tak Pernah Menyerah, Kini Jabat Kapolres Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ungkapan usaha tak mengkhianati hasil tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan sosok AKBP Andin Wisnu Sudibyo. Siapa sangka, pria yang masa kecilnya serba kekurangan itu kini dipercaya menjadi Kapolres Ponorogo. Lahir 41 tahun silam, Andin kecil tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang tamtama, pangkat paling bawah di jajaran kepolisian. Hidup […]

    Bagikan
  • Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

    Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membentuk Sekolah Rakyat (SR) rintisan dipastikan batal. Setelah sebelumnya sempat menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara, namun kini memilih langsung membangun Sekolah Rakyat permanen dengan skala penuh. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurniarto Widodo. Menurutnya, Magetan tidak masuk dalam daerah […]

    Bagikan
  • Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil, Jalur Sarangan – Cemorosewu Tertutup Total

    Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil, Jalur Sarangan – Cemorosewu Tertutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia – Magetan – Cuaca ekstrem kembali berdampak di wilayah Magetan. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup total akses Jalan Tembus Sarangan–Cemorosewu, tepatnya di depan kawasan wisata Lawu Green Forest, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 14.15 WIB. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, mengatakan pohon jenis kipres […]

    Bagikan
  • Dindik Ponorogo Tak Larang Sekolah Gelar Perpisahan dan Study Tour, Tapi Wajib Patuhi Syarat Ini

    Dindik Ponorogo Tak Larang Sekolah Gelar Perpisahan dan Study Tour, Tapi Wajib Patuhi Syarat Ini

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo tidak melarang sekolah-sekolah di bawah naungannya untuk menggelar acara perpisahan maupun study tour. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dindik Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, yang menyatakan ada syarat yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah jika mengadakan kegiatan perpisahan dan study tour. “Perpisahan boleh, study tour juga […]

    Bagikan
expand_less