Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Merek Kelas 41 PSHT Kembali Dipersoalkan, Ini Kata Mantan LHA PSHT Pusat Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sukriyanto, mantan LHA PSHT Pusat Madiun. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Terbitnya sertifikat merek kelas 41 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dinilai belum otomatis mengakhiri persoalan hukum terkait kepemilikan merek organisasi tersebut.

Mantan Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) PSHT Pusat Madiun, Sukriyanto, mempertanyakan penerbitan merek kelas 41 yang kini tercatat atas nama Persaudaraan Setia Hati Terate yang dipegang kepengurusan Ketua Umum M Taufiq.

Menurut dia, masih terdapat persoalan hukum yang dapat diuji, terutama terkait dugaan persamaan dengan merek kelas 41 yang sebelumnya telah terdaftar atas nama PSHT dengan Mas Isbiantoro selaku pemegang hak.

“Kalau saya tegaskan, merek kelas 41 milik Mas Taufiq dapat dipastikan ada kesamaan, baik seluruhnya maupun sebagian, dengan merek kelas 41 milik PSHT atas nama pemegang hak Mas Isbiantoro selaku Ketua Dewan Pusat,” ujar Sukriyanto, Rabu (9/9/2026).

Sukriyanto merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang mengatur mengenai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya.

Menurut dia, merek kelas 41 yang berkaitan dengan PSHT telah terdaftar sejak masa kepemimpinan Ketua Umum PSHT almarhum Tarmadji Boedi Harsono.

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan antara merek yang telah terdaftar sebelumnya dengan merek yang baru diterbitkan, salah satunya pada pencantuman logo atau unsur gambar. Namun, menurut Sukriyanto, penambahan unsur tersebut tidak serta-merta menghilangkan persoalan apabila terdapat persamaan pada pokoknya atau keseluruhan unsur merek.

Persoalan kepemilikan merek PSHT sebelumnya juga pernah bergulir di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya. Sukriyanto menyebut perkara tersebut diajukan M. Taufiq pada 2019.

Saat perkara berlangsung, Sukriyanto mengaku menjadi bagian dari tim kuasa hukum pihak tergugat. Ia mengatakan gugatan tersebut ditolak oleh pengadilan.

“Gugatannya ditolak. Kemudian mengajukan kasasi, juga ditolak. Lalu mengajukan PK,” kata Sukriyanto.

Menurut dia, upaya hukum yang ditempuh penggugat hingga kasasi dan peninjauan kembali (PK) tersebut tidak mengubah hasil perkara sebagaimana yang telah diputus sebelumnya.

Sukriyanto juga menyebut salah satu pertimbangan hukum dalam perkara tersebut berkaitan dengan kedudukan M. Taufiq dalam kepengurusan PSHT. Ia mengatakan majelis hakim mempertimbangkan keputusan Majelis Luhur PSHT mengenai penonaktifan Taufiq dari jabatan ketua umum.

Selain itu, menurut Sukriyanto, putusan tersebut memuat pertimbangan mengenai pihak yang dinyatakan sebagai pemegang hak atas merek jasa Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Terate.

Berdasarkan riwayat perkara tersebut, Sukriyanto menilai penerbitan sertifikat merek kelas 41 yang baru masih dapat diuji melalui mekanisme hukum apabila terdapat pihak yang merasa memiliki hak atas merek terdahulu.

Ia menyebut salah satu langkah hukum yang dapat ditempuh adalah mengajukan gugatan pembatalan merek. Namun, menurut dia, keputusan mengenai ada atau tidaknya persamaan serta keabsahan merek tersebut merupakan kewenangan pengadilan.

“Pasti harus menggugat karena ada kesamaan. Tidak ada langkah lain. Nanti pengadilan yang akan menguji,” ujarnya.

Sukriyanto menilai persoalan merek kelas 41 PSHT belum otomatis selesai hanya dengan terbitnya sertifikat baru. Keberadaan merek terdahulu dan putusan pengadilan sebelumnya, menurut dia, dapat menjadi bagian dari materi yang diuji apabila sengketa kembali diajukan ke pengadilan.

“Kalau ini muncul lagi kelas 41, menurut saya permasalahannya tidak berhenti di sini,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, pernyataan mengenai penerbitan merek kelas 41 tersebut disampaikan berdasarkan keterangan Sukriyanto. Status dan keabsahan masing-masing hak atas merek menjadi ranah hukum yang dapat diuji melalui mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada-ada Saja Tingkah Bocil Ini, Jarinya Terjepit Kursi, Damkar Evakuasi

    Ada-ada Saja Tingkah Bocil Ini, Jarinya Terjepit Kursi, Damkar Evakuasi

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Terkadang, tingkah laku balita bisa menjadi perhatian serius bagi orang tua. Seperti yang terjadi hari ini Kamis (13/3/2025), anak bernama Quenza Amara Adila, 3 tahun, yang merupakan warga Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, mengalami kejadian tak terduga. Jari telunjuknya terjepit di lubang kursi besi saat sedang bermain di rumah. Kekhawatiran orang […]

    Bagikan
  • Museum Transit di Ponorogo, Pamerkan Artefak Cagar Budaya

    Museum Transit di Ponorogo, Pamerkan Artefak Cagar Budaya

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ponorogo sangat kental akan sejarah dan kebudayaan. Jadi tidak heran jika banyak ditemukan benda-benda atau artefak peninggalan sejarah di Kota Reog ini. Seperti artefak-artefak yang tersimpan di balai penyelamatan yang berada di bekas Gedung SDN Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Ponorogo. Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sekitar 50 artefak yang telah dikumpulkan. […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Rumah Kerabat Bupati Ponorogo, Sita Buku Tabungan dan Bukti Transfer

    KPK Geledah Rumah Kerabat Bupati Ponorogo, Sita Buku Tabungan dan Bukti Transfer

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Setelah sebelumnya memeriksa sejumlah ruangan di Kantor Bupati, kali ini tim penyidik menyasar rumah milik kerabat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, di Desa Ngunut, Kecamatan Babadan. Dari informasi yang dihimpun, rumah tersebut diketahui milik Dicky, warga asal Malang, yang […]

    Bagikan
  • KORPRI Bagikan 978 Paket Beras untuk Ojek dan Pekerja Informal di Magetan

    KORPRI Bagikan 978 Paket Beras untuk Ojek dan Pekerja Informal di Magetan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, KORPRI Kabupaten Magetan menyalurkan 978 paket beras kepada para pekerja sektor informal seperti ojek online, ojek konvensional, jasa gendong, dan tukang parkir. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan dan menjadi bagian dari gerakan sosial Korpri Peduli. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengatakan bahwa bantuan […]

    Bagikan
  • ASN Tanam 14 Jenis Bambu di Eco Bamboo Park Magetan, Dukung Program Lingkungan dan RTH

    ASN Tanam 14 Jenis Bambu di Eco Bamboo Park Magetan, Dukung Program Lingkungan dan RTH

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebanyak 1.310 ASN di Kabupaten Magetan mengikuti kegiatan penanaman pohon bambu sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Acara yang digelar di kawasan wisata edukasi Eco Bamboo Park Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya […]

    Bagikan
  • Idul Adha 1446 H, Disnakan Magetan Catat 132 Ekor Sapi Disembelih di RPH Magetan

    Idul Adha 1446 H, Disnakan Magetan Catat 132 Ekor Sapi Disembelih di RPH Magetan

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) milik Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan ramai dikunjungi warga pada hari pertama Iduladha, Jumat (06/06/2025). Banyak masyarakat memilih memanfaatkan fasilitas ini karena dianggap lebih aman dan sesuai syariat. Salah satu pengguna jasa RPH, Yuli Budiono, mengungkapkan alasan dirinya mempercayakan proses penyembelihan di fasilitas milik pemerintah […]

    Bagikan
expand_less