Kebakaran Hutan Pinus Lereng Lawu Magetan, Api Bergerak ke Ngawi akibat Angin Kencang
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di kawasan lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai terkendali di sisi Magetan. Namun, pergerakan api ke arah utara akibat tiupan angin membuat petugas gabungan memperluas upaya antisipasi hingga masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Senin (14/9/2026).
Pergerakan api terjadi setelah kobaran yang awalnya muncul di kawasan hutan petak 50+A RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, merambat hingga melintasi sungai yang menjadi batas alami kawasan. Petugas kemudian memperkuat pembuatan sekat bakar di wilayah Kabupaten Ngawi untuk menghambat penjalaran api.
Waka Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi, petugas Perhutani bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga segera bergerak menuju lokasi.
“Menurut informasi dari rekan-rekan, titik api awal ada sekitar pukul tujuh pagi. Segenap masyarakat, MPA, dan jajaran Perhutani, khususnya BKPH Lawu Selatan dan Lawu Utara, segera merapat ke titik api,” ujar Hermawan.
Di lokasi, petugas dan masyarakat membuat ilaran secara bersama-sama. Selain sekat buatan, keberadaan sungai di bawah kawasan kebakaran dimanfaatkan sebagai sekat alami untuk menghambat api agar tidak menjalar ke kawasan yang terdapat tanaman milik masyarakat.
Hermawan menjelaskan, vegetasi yang terbakar merupakan kawasan hutan pinus dengan semak dan material kering di bawah tegakan. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengendalian api.
“Tanamannya pinus, di bawahnya ada rayutan dan ilalang. Kondisi angin sekarang memang kita antisipasi sejak awal,” katanya.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan selama kondisi kering. Sementara terkait penyebab kebakaran kali ini, pihak Perhutani masih melakukan penelusuran.

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, perkembangan di lapangan menunjukkan api telah bergerak ke arah utara dan melintasi sungai. Petugas kemudian memperkuat pengamanan di wilayah Ngawi, tepatnya kawasan BKPH Lawu Utara di Campurejo.
“Dari perkembangan sampai jam dua belas, api sudah nyebrang sungai. Jajaran sudah berkumpul di sana untuk membuat ilaran juga di wilayah yang masuk Ngawi, di BKPH Lawu Utara, Campurejo,” jelas Hermawan.
Sementara itu, Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo mengatakan titik api di wilayah Kecamatan Panekan mulai berhasil diatasi. Pemadaman dan pengendalian dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD, TNI, pemerintah daerah, PMI, serta unsur terkait lainnya.
“Untuk saat ini titik api yang ada di wilayah Kecamatan Panekan sudah bisa teratasi. Kita gabungan dari instansi terkait, ada BPBD, TNI, pemerintah daerah setempat, PMI juga,” kata Dodik.
Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Sejumlah personel masih bertahan di kawasan atas untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.
“Yang di atas tinggal beberapa orang untuk memastikan bahwa titik api sudah benar-benar padam,” ujarnya.
Karena arah angin membawa api ke utara, Polres Magetan juga berkoordinasi dengan Polres Ngawi. Personel dan instansi terkait di Ngawi telah disiapkan untuk melakukan penanganan apabila api memasuki wilayah mereka.
Selain itu, posko antisipasi kebakaran akan didirikan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran susulan.
Dodik menegaskan, kawasan yang terbakar masih berada dalam kawasan Gunung Lawu. Vegetasi yang terbakar berupa pohon pinus di kawasan hutan pemerintah dan hutan rakyat.
Hingga Senin sore, kondisi api di sisi Magetan telah mulai padam, sedangkan pergerakan api ke arah utara menjadi perhatian petugas karena dipengaruhi angin. Pengawasan dan penyisiran terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar maupun meluas ke kawasan hutan di wilayah Ngawi. Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





