Jalan Arah Gontor Diperbaiki, Sekda Ponorogo Berdalih Bukan Karena Kedatangan Presiden
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Perbaikan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Ponorogo tengah menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya ruas jalan yang mengarah ke kawasan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).
Sorotan muncul karena pekerjaan jalan tersebut berlangsung menjelang kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Gontor dalam rangka menghadiri Resepsi Kesyukuran Peringatan 100 Tahun Gontor, Sabtu (19/9/2026) depan.
Di media sosial Instagram, termasuk unggahan yang ramai diperbincangkan, muncul pertanyaan mengenai waktu pengerjaan sejumlah ruas jalan yang dinilai bertepatan dengan agenda kedatangan Presiden.
Apakah perbaikan jalan tersebut memang dipercepat karena kunjungan Presiden?
Pertanyaan ini menjadi menarik jika melihat kondisi sejumlah ruas di sekitar kawasan tersebut beberapa bulan sebelumnya.
Pada Juni 2026, tim sinergiamediatama.com ( https://sinergiamediatama.com/tak-kunjung-diperbaiki-warga-siman-ponorogo-protes-corat-coret-jalan-berlubang/ ) sempat meliput warga Desa Demangan, Kecamatan Siman, bahkan sempat melakukan aksi protes dengan mencorat-coret badan Jalan Margo Utomo yang mengalami kerusakan.
Warga menuliskan sejumlah pesan seperti “Jalan Rusak” dan “Ati-ati” serta memberikan tanda panah pada titik-titik lubang sebagai peringatan bagi pengguna jalan sekaligus bentuk protes agar pemerintah segera melakukan perbaikan.
Saat itu, warga menyebut kerusakan jalan telah berlangsung bertahun-tahun. Lubang jalan disebut tersebar mulai kawasan Perempatan Jabung hingga arah Ngabar.
Warga juga mengaku sempat melakukan penambalan secara swadaya menggunakan dana jimpitan dan material yang dibeli masyarakat. Namun, kerusakan kembali muncul.
Jalan Margo Utomo tersebut bukan sekadar jalan lingkungan. Menurut warga, ruas itu menjadi salah satu akses menuju Pondok Modern Gontor Kampus 1, Pondok Ngabar, sekaligus jalur penghubung dari wilayah Mlarak.
Kerusakan jalan bahkan disebut pernah menyebabkan kecelakaan. Salah seorang pengendara asal Jabung dilaporkan mengalami patah kaki setelah sepeda motornya masuk ke lubang di ruas tersebut.
Kini, sejumlah ruas di kawasan yang berkaitan dengan jalur menuju Gontor mulai masuk dalam program peningkatan jalan pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto memberikan penjelasan. Ia menegaskan, pembangunan dan peningkatan jalan tersebut bukan pekerjaan dadakan untuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
Menurut Agus, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
“Maka, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah itu tentunya sudah direncanakan dalam APBD tahun 2026,” kata Agus.
Ia menjelaskan, pekerjaan fisik yang mulai terlihat saat ini berkaitan dengan tahapan kontrak dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Memang di semester kedua ini proses mulai kontrak, pelaksanaan di lapangan. Sehingga yang kita saksikan hari-hari ini, kita di semester dua ini tentunya dokumen yang sudah dikontraktual maka dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
Data progres paket pekerjaan 2026 tertanggal Kamis, 10 September 2026 juga menunjukkan sejumlah ruas jalan di wilayah Ponorogo masuk dalam program peningkatan.
Pada paket nomor 2 tercantum tiga ruas, yakni Peningkatan Jalan Jeruksing–Jabung, Peningkatan Jalan Ngabar–Jabung, dan Peningkatan Jalan Jetis–Jabung. Dalam data tersebut, ketiga pekerjaan itu berstatus pelaksanaan.
Sementara pada paket nomor 9 tercantum Peningkatan Jalan Jabung–Mlarak, bersama sejumlah ruas lainnya seperti Brahu–Nglumpang, Mlarak–Pulung, Siwalan–Bondrang dan Bulu–Ketro.
Untuk paket tersebut, status yang tercantum adalah proses persiapan penandatanganan kontrak.
Ruas-ruas tersebut menjadi penting karena berada di kawasan yang berkaitan dengan jalur menuju Gontor dan sekitarnya. Namun Agus memastikan, pekerjaan itu bukan baru muncul karena agenda kedatangan Presiden.
“Dokumennya kan sudah ada, kayak Jeruksing sampai Jabung sudah ada, Jabung-Mlarak juga ada. Semua memang sudah sesuai perencanaan yang ada di APBD,” ujarnya.
Data progres pekerjaan juga memperlihatkan bahwa program peningkatan jalan 2026 tersebar di banyak wilayah Ponorogo. Setidaknya terdapat 25 paket atau kelompok lokasi pekerjaan dalam daftar tersebut.
Selain ruas Jeruksing–Jabung, Ngabar–Jabung dan Jabung–Mlarak, terdapat pula pekerjaan di sejumlah kawasan lain, seperti Jalan Gajah Mada, Basuki Rahmat, Suromenggolo, Temon–Suru, Pulung–Sooko, Kebon–Sooko, Sooko–Bedung, Bungkal–Ngrayun, Kambeng–Bungkal, Ngrayun–Mrayan, Slahung–Mrayan, Balong–Ngumpul, Karangpatihan–Ilo-ilo, hingga ruas-ruas di Jenangan, Sampung, Ngebel dan wilayah lainnya.
Sebagian sudah masuk tahap pelaksanaan, sebagian sudah berkontrak, sedangkan sejumlah paket lainnya masih berada pada tahap persiapan penandatanganan kontrak.
Hal tersebut memperkuat penjelasan Pemkab Ponorogo bahwa peningkatan jalan merupakan program yang tersebar di berbagai wilayah, bukan hanya ruas yang menuju Gontor.
Mengenai waktu pengerjaan yang bertepatan dengan kedatangan Presiden Prabowo ke Ponorogo, Agus berdalih hal itu bukan kebetulan semata.
“Bukan kebetulan ya, memang tata waktunya kan nanti,” jawab Agus.
Agus pun tetap menegaskan bahwa pekerjaan jalan tersebut merupakan bagian dari program yang sudah direncanakan. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu skala prioritas pemerintah daerah.
Prioritas tersebut, kata dia, tidak hanya diberikan untuk wilayah perkotaan atau ruas tertentu, tetapi juga mencakup kawasan pinggiran.
“Infrastruktur skala prioritas. Jadi di semua ruas, di semua wilayah, kota, pinggir, semua menjadi prioritas,” tegasnya.
Dengan demikian, munculnya perbaikan jalan di sejumlah ruas menuju kawasan Gontor menjelang kedatangan Presiden Prabowo memang menjadi perhatian publik.
Apalagi, beberapa bulan sebelumnya, warga di kawasan Siman dan jalur menuju Ngabar sempat menyuarakan keluhan mengenai kondisi jalan yang rusak dan melakukan aksi protes secara swadaya.
Namun berdasarkan penjelasan Pemkab Ponorogo, pekerjaan peningkatan jalan tersebut bukan proyek mendadak untuk menyambut Presiden.
Sekda Agus Sugiarto menegaskan, pekerjaan telah memiliki dokumen perencanaan dan masuk dalam program peningkatan infrastruktur pemerintah daerah.
Dengan kata lain, momentum pengerjaan jalan dan kedatangan Presiden memang berdekatan, tetapi Pemkab Ponorogo menyatakan keduanya bukan hubungan sebab-akibat.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto turut diundang dalam Resepsi Kesyukuran Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang digelar di Ponorogo pada Sabtu (19/9/2026) depan.
Selain Prabowo, Gontor juga mengundang sejumlah tokoh kenegaraan, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.
Sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri, duta besar negara sahabat dan tokoh lainnya juga dijadwalkan hadir.
Resepsi kesyukuran tersebut menjadi salah satu agenda utama puncak peringatan satu abad Gontor. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





