SPMB SMA Negeri Kota Madiun Disorot, Banyak Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri, Pemkot Turun Tangan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA Negeri di Kota Madiun menjadi sorotan. Hal itu setelah banyak warga mengeluhkan anak mereka tidak diterima di sekolah negeri. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.Bagus mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terkait keterbatasan daya tampung SMA Negeri di Kota Madiun. Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi melalui koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun.
“Kebetulan saya menerima banyak laporan. Tentu saja ini menjadi perhatian Pemkot Madiun,” ujar Bagus.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkot Madiun telah menggelar koordinasi bersama Cabdindik Wilayah Madiun. Bagus berharap siswa asal Kota Madiun tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di SMA Negeri yang berada di wilayah kota.
“Nanti koordinasinya, saya ingin murid yang ada di kota, khususnya SMA saya minta untuk wajib bisa sekolah di Kota Madiun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi SMA/PKPLK Cabdindik Jawa Timur Wilayah Madiun, Canggih Swantaka Yoga Nendi, menjelaskan bahwa secara keseluruhan kapasitas sekolah negeri sebenarnya masih mencukupi apabila mencakup SMA dan SMK Negeri.
Berdasarkan data Cabdindik, jumlah lulusan SMP/MTs sederajat di Kota Madiun tahun ini mencapai 3.825 siswa. Jika dibandingkan dengan total daya tampung SMA dan SMK Negeri, kuota yang tersedia bahkan masih menyisakan kursi kosong.
Namun demikian, ia mengakui daya tampung menjadi terbatas apabila seluruh calon peserta didik hanya memilih SMA Negeri.
“Kalau hanya SMA Negeri saja tanpa melihat SMK Negeri, tentunya tidak akan cukup menampung,” jelas Canggih.
Ia menegaskan seluruh tahapan SPMB telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Selain itu, Cabdindik terus mengoptimalkan pemanfaatan kursi yang masih tersedia di SMK Negeri maupun sekolah lain yang belum terpenuhi kuotanya.
Tak hanya itu, Cabdindik juga melakukan koordinasi dengan SMA dan SMK swasta untuk memastikan seluruh lulusan tetap memperoleh akses pendidikan. Pendampingan kepada orang tua juga dilakukan dengan memberikan informasi mengenai sekolah-sekolah yang masih membuka penerimaan peserta didik.
“Sehingga tidak ada lulusan yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyediakan program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan di SMA maupun SMK swasta.
Pada tahun ini, tercatat sebanyak 2.106 lembaga penyelenggara beasiswa dengan total alokasi mencapai 79.086 siswa di seluruh Jawa Timur.
“Ada program beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan, dan bisa dipantau di website resmi SPMB Jatim,” pungkas Canggih. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





