Berita Terkini
Trending Tags

Kebakaran Lereng Lawu di Perbatasan Magetan-Ngawi Sebagian Padam, Petugas Tetap Siaga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran hutan lereng Lawu sebagian mulai padam. (15/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, kawasan perbatasan Kabupaten Magetan dan Ngawi, mulai terkendali setelah petugas gabungan melakukan penanganan sejak Senin (14/9/2026). Hingga Selasa (15/9/2026), titik api yang berada di wilayah administratif Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, sebagian telah dinyatakan padam.

Meski demikian, penanganan belum sepenuhnya dihentikan. Petugas masih melakukan pemantauan di kawasan perbatasan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta memastikan api dari wilayah sekitar tidak kembali menjalar ke kawasan Magetan.

Kebakaran pertama kali diketahui pada Senin pagi sekitar pukul 07.58 WIB di kawasan Gunung Lawu, tepatnya Petak 50 RPH Bedagung, yang berbatasan dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Api kemudian membakar vegetasi di kawasan hutan pinus. Kondisi medan yang berada di lereng pegunungan, ditambah tiupan angin yang cukup kencang, membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Sejak awal kejadian, petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Perhutani, Dinas Sosial, Tagana, relawan, LMDH, MPA, dan masyarakat diterjunkan ke lokasi. Total sekitar 276 personel terlibat dalam operasi penanganan kebakaran.

Petugas melakukan pemadaman secara manual sekaligus membuat sekat bakar atau ilaran untuk memutus jalur penjalaran api. Ilaran dibuat di sejumlah titik, termasuk memanfaatkan kondisi alam seperti sungai sebagai batas alami.

Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, operasi kembali dilakukan Selasa pagi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di wilayah Magetan.

“Pagi tadi secara visual dari bawah asap sudah tidak nampak, tetapi ketika di atas ternyata masih ada titik api. Teman-teman melakukan upaya pemadaman, tetapi ada juga yang memang tidak terjangkau. Seluruhnya tadi juga membuat ilaran,” ujar Eka.

Setelah dilakukan penanganan, titik api di Petak 50 yang masuk wilayah administratif Desa Jabung sebagian dinyatakan padam. Namun, petugas masih bersiaga karena terdapat satu titik yang diduga berada di wilayah Kabupaten Ngawi.

Image Not Found
Petugas gabungan memantau titik api di lereng Lawu. Foto : Kus-Sinergia

“Kalau untuk area Magetan sudah normal. Ada satu titik yang dimungkinkan di wilayah Ngawi, tetapi kami masih standby semua untuk memastikan tidak ada hambatan kembali ke area Magetan,” kata Eka.

Pergerakan api sebelumnya mengarah ke utara akibat tiupan angin. Karena itu, petugas juga berkoordinasi dengan unsur terkait di Kabupaten Ngawi. Pembuatan sekat bakar dilakukan di kawasan Campurejo, Ngawi, untuk mengisolasi titik api dan mencegah penjalaran lebih lanjut.

Di sisi Magetan, ilaran yang dibuat dalam penanganan terakhir mencapai sekitar 1,5 kilometer. Total panjang sekat bakar yang telah dibuat sejak Senin masih dalam proses pendataan.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, petugas juga telah mendirikan posko karhutla di Kantor Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan. Posko tersebut digunakan sebagai titik koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di kawasan lereng Lawu.

Sementara itu, luasan pasti kawasan yang terbakar masih belum dapat dipastikan. Data sementara mencatat kebakaran terjadi di Petak 50 dan Petak 44 RPH Bedagung dengan perkiraan luasan sekitar 2 hektare, namun angka tersebut masih menunggu hasil pendataan lebih lanjut oleh petugas dan Perhutani.

Eka mengatakan, penetapan luasan harus dilakukan setelah kondisi benar-benar aman dan seluruh area terdampak dapat dipetakan.

“Luasan itu belum bisa dipastikan karena masih terus berkembang nyalanya. Bahkan dari Perhutani pun belum bisa memastikan karena harus benar-benar fix nanti berapa area yang terdampak,” jelasnya.

BPBD Magetan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran selama kondisi kering. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan api di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madiun Bahas Dua Raperda Non-APBD, 7 Fraksi Soroti Pengelolaan Aset hingga Kinerja Perumda Air Minum

    DPRD Madiun Bahas Dua Raperda Non-APBD, 7 Fraksi Soroti Pengelolaan Aset hingga Kinerja Perumda Air Minum

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) non-APBD, Senin (13/4/2026). Dua raperda tersebut masing-masing mengatur tentang pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) serta perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2019 terkait Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Dharma Purabaya. Dalam […]

    Bagikan
  • Modal Rp200 Ribu, Pemuda Magetan Raup Jutaan Rupiah dari Selada Hidroponik di Lahan Bekas Kebun Ketela

    Modal Rp200 Ribu, Pemuda Magetan Raup Jutaan Rupiah dari Selada Hidroponik di Lahan Bekas Kebun Ketela

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Siapa sangka, modal awal hanya Rp200 ribu mampu mengubah lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber penghasilan jutaan rupiah. Hal itu dibuktikan Rudi Saputra (27), pemuda asal Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan budidaya selada hidroponik dengan sistem rumah kaca (greenhouse). Berbekal kemauan belajar secara […]

    Bagikan
  • Geledah Rumah di Jalan Setiyaki Kota Madiun, KPK Sita Mobil Pajero dan Mercy Play Button

    Geledah Rumah di Jalan Setiyaki Kota Madiun, KPK Sita Mobil Pajero dan Mercy

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu rumah di Jalan Setiyaki Nomor 26 Kelurahan Oro Oro Ombo Kota Madiun pada Selasa (27/01/2026) malam. Penggeledahan diduga masih terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok fee proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Dari informasi yang […]

    Bagikan
  • Komunitas Ojol Madiun Raya Gelar Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan

    Komunitas Ojol Madiun Raya Gelar Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komunitas ojek online (Ojol) Madiun Raya turut berduka atas wafatnya Affan Kurniawan, salah satu pengemudi ojol yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/08/2025) lalu. Sebagai bentuk solidaritas, ratusan pengemudi ojol menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di kawasan Simpang Lima Tugu Pendekar, Kota Madiun, Jumat (29/08/2025) […]

    Bagikan
  • Atap Rumah Joglo Rusak Parah Akibat Angin Kencang dan Petir

    Atap Rumah Joglo Rusak Parah Akibat Angin Kencang dan Petir

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah rumah bergaya joglo milik Agus Santoso di Desa Kutu Wetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, rusak parah pada bagian atapnya setelah diterjang angin kencang disertai sambaran petir. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/10) sore, bersamaan dengan hujan ringan yang melanda wilayah tersebut. Genteng rumah Agus berhamburan akibat terjangan angin dan getaran […]

    Bagikan
  • Dilaporkan Soal Dugaan Penipuan, Ketua–Sekretaris PKB Magetan Ancang-Ancang Balik Menyerang

    Dilaporkan Soal Dugaan Penipuan, Ketua–Sekretaris PKB Magetan Ancang-Ancang Balik Menyerang

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konstelasi konflik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Magetan makin memanas. Setelah sempat dilaporkan atas dugaan penipuan dokumen, jajaran Ketua dan Sekretaris DPC PKB Magetan kini menyatakan siap melakukan langkah hukum tandingan. Kuasa hukum keduanya, Ahmad Setiawan, menyampaikan bahwa kliennya siap mengikuti seluruh proses penyelidikan yang tengah ditangani Polres Magetan. Ia […]

    Bagikan
expand_less