Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun langsung menindaklanjuti sejumlah aspirasi warga Desa Bener, Kecamatan Saradan, yang disampaikan dalam Sarasehan Bahana Bersahaja. Salah satunya membuka akses jalan yang sebelumnya masih terputus sekitar 50 meter.
Kegiatan Bahana Bersahaja digelar di Desa Bener selama dua hari, Selasa-Rabu (15-16/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mengecek kondisi pembangunan di tingkat desa.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan sejumlah aspirasi yang disampaikan warga dalam sarasehan mulai ditindaklanjuti pada hari berikutnya. Salah satunya pembangunan jalan yang sebelumnya diusulkan masyarakat karena masih terdapat ruas yang belum tersambung.
“Jalan yang kemarin diusulkan itu, yang kita bangun tadi salah satunya. Kurang 50 meter mereka minta ditembuskan, sekarang insyaallah nanti selesai,” kata Hari, Rabu (16/9/2026).
Pada Rabu pagi, Hari bersama jajaran juga mengunjungi sejumlah rumah warga lanjut usia (lansia) di Desa Bener. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyapa masyarakat, tetapi juga disertai pemeriksaan kesehatan. Pemkab Madiun mendatangkan dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan para lansia secara langsung di rumah mereka.
Kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama masyarakat serta peninjauan sejumlah pembangunan infrastruktur, mulai dari pavingisasi jalan hingga pembangunan RTLH.

Selain akses jalan di Desa Bener, Pemkab Madiun juga menyiapkan pembangunan jalan yang menghubungkan Bajulan-Duren. Menurut Hari, pengerjaan jalan tersebut dilakukan secara bertahap.
“Terkait jalan dari Bajulan sampai ke Duren, insyaallah dua tahun ini selesai. Rigid-nya tahun ini kita 800 meter, nanti tahun berikutnya,” ujarnya.
Hari menjelaskan, penggunaan konstruksi rigid dipilih agar jalan memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan aspal. Ia menyebut pengerjaan dengan aspal sebenarnya dapat dilakukan, tetapi pemerintah memilih konstruksi yang dinilai lebih awet.
Selain infrastruktur, program Bahana Bersahaja di Desa Bener juga menyasar kebutuhan sosial masyarakat. Salah satunya pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).
Hari menyebut terdapat lima unit RTLH yang dibangun melalui kegiatan tersebut. Pemkab juga membawa puluhan jenis layanan publik ke tengah masyarakat.
“Program Bahana Bersahaja ini menghadirkan 33 layanan dari pemerintah daerah yang kita bawa ke desa. Harapan kami masalah yang ada di desa ini insyaallah bisa selesai,” jelasnya.
Berbagai layanan tersebut diberikan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madiun. Masyarakat dapat mengakses pelayanan tanpa harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten.
Hari menilai salah satu hal yang paling menonjol dari pelaksanaan Bahana Bersahaja di Desa Bener adalah kuatnya semangat gotong royong masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan di tingkat desa.
“Gotong royongnya luar biasa. Kebersamaannya juga luar biasa. Budaya gotong royong ini jangan sampai hilang, itu milik kita yang luar biasa,” kata Hari.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah terus dijaga secara berjenjang, mulai dari tingkat RT, kepala desa hingga camat. Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan di masyarakat diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah.
Sarasehan Bahana Bersahaja di Desa Bener dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Saradan, kepala OPD, pemerintah desa serta masyarakat setempat. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





