Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti Pernikahan Dini, 68 Remaja Ajukan Dispensasi Nikah Sepanjang 2025

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan menyoroti persoalan pernikahan dini. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Persoalan pernikahan dini menjadi salah satu sorotan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026).

Fraksi PAN mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 68 remaja di bawah umur di Kabupaten Magetan yang mengajukan dispensasi nikah ke pengadilan. Dari jumlah tersebut, 63 permohonan dikabulkan, tiga perkara dicabut, sedangkan dua lainnya gugur karena pemohon tidak hadir dalam persidangan.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan perkawinan anak masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah bersama keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Berdasarkan jenjang pendidikan, pemohon dispensasi nikah pada 2025 didominasi remaja tingkat SMP sebanyak 48 orang. Berikutnya lulusan SD sebanyak 13 orang dan tingkat SMA sebanyak enam orang. Sementara satu perkara lainnya tidak disebutkan dalam rincian yang disampaikan Fraksi PAN.

Fraksi PAN menyebut kehamilan di luar nikah menjadi faktor dominan yang melatarbelakangi pengajuan dispensasi perkawinan tersebut.

Persoalan itu masih berlanjut pada 2026. Hingga Agustus, tercatat 31 permohonan dispensasi nikah telah diajukan. Fraksi PAN menilai angka tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi mengenai batas usia perkawinan saja belum cukup untuk mencegah perkawinan anak.

Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, terutama melalui penguatan edukasi keluarga dan remaja serta pencegahan kehamilan pada usia anak.

Hal tersebut disampaikan Dwi Aryanto, perwakilan Fraksi PAN DPRD Magetan, dalam penyampaian pandangan umum fraksi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar pencegahan perkawinan usia anak tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi.

“Hal ini menggambarkan bahwa sosialisasi serta deklarasi pembatasan usia menikah saja tidaklah cukup. Perlu upaya bersama-sama untuk kembali mengkampanyekan pola asuh untuk menolak perkawinan dini dan mencegah pernikahan dini,” kata Dwi.

Fraksi PAN mendorong adanya upaya bersama untuk memperkuat pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memberikan pemahaman kepada remaja mengenai risiko perkawinan pada usia anak.

Upaya tersebut dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, hingga lembaga yang memiliki kewenangan dalam perlindungan perempuan dan anak.

Dominasi pemohon dari jenjang SMP juga menjadi catatan penting. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia sekolah menengah pertama menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam program pencegahan perkawinan anak.

Fraksi PAN menilai penanganan tidak semestinya baru dilakukan ketika permohonan dispensasi telah masuk ke pengadilan. Pencegahan harus dilakukan lebih awal melalui edukasi, pendampingan keluarga, penguatan lingkungan sekolah, serta perlindungan remaja dari faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya perkawinan pada usia anak.

Melalui pandangan umum tersebut, Fraksi PAN meminta pemerintah daerah memperkuat kebijakan dan program yang berorientasi pada pencegahan. Dengan demikian, penanganan persoalan perkawinan anak tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga pada upaya menekan munculnya kasus baru di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi RSUD Dolopo Bersama PDGI Jatim Menggratiskan Operasi Puluhan Pasien Bibir Sumbing dan Gigi Impaksi

    Kolaborasi RSUD Dolopo Bersama PDGI Jatim Menggratiskan Operasi Puluhan Pasien Bibir Sumbing dan Gigi Impaksi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rangkaian Hari Ulang Tahun Kabupaten Madiun ke-458 membawa berkah bagi keluarga yang mengalami bibir sumbing. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Jawa Timur bersama PDGI Cabang Madiun menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan operasi gigi impaksi di RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (26/06/2026).  Direktur RSUD Dolopo, drg. Mulyadi mengatakan […]

    Bagikan
  • Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Perempuan di Hutan Jati Sampung Ponorogo

    Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Perempuan di Hutan Jati Sampung Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Misteri penemuan mayat perempuan di hutan jati Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Ponorogo menetapkan Hartono (30), suami korban sebagai tersangka pembunuhan. Korban Alip Rahayu Arianti (ARA), 30 tahun, warga Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tersangka Hartono merupakan warga Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. […]

    Bagikan
  • Longsor Putus Irigasi di Desa Talun, DPRD Ponorogo Desak Penanganan Cepat

    Longsor Putus Irigasi di Desa Talun, DPRD Ponorogo Desak Penanganan Cepat

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Longsor menerjang area persawahan di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (17/2/2025) mendapatkan perhatian dari DPRD Ponorogo. Akibatnya, saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian seluas 10 hektar terputus, dan dikhawatirkan berpengaruh pada pasokan air ke Telaga Ngebel. Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Demo Tak Jadi Digelar di Kejari Magetan, MAKI Ubah Haluan Lapor ke Kejati Jatim

    Demo Tak Jadi Digelar di Kejari Magetan, MAKI Ubah Haluan Lapor ke Kejati Jatim

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan yang sebelumnya santer diberitakan, akhirnya tak muncul di lapangan. Massa yang diklaim mencapai ratusan orang tak terlihat dan memunculkan tanda tanya di publik. Batal, ditunda, atau justru hilang momentum. Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa absennya aksi […]

    Bagikan
  • Belasan Emak-Emak Sambangi Pemukiman Terpencil di Ponorogo, Salurkan Bantuan Sembako

    Belasan Emak-Emak Sambangi Pemukiman Terpencil di Ponorogo, Salurkan Bantuan Sembako

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kepedulian terhadap warga di wilayah terpencil ditunjukkan belasan emak-emak yang tergabung dalam sebuah komunitas di Kabupaten Ponorogo. Mereka mendatangi Dukuh Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Sabtu (1/8/2026), untuk membagikan bantuan sembako kepada masyarakat setempat. Medan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Pemukiman warga berada di kawasan perbukitan dengan kondisi jalan yang sulit […]

    Bagikan
  • Pohon Mahoni Tumbang di Magetan, Dua Pengendara Motor Luka Serius di Jalan Parang–Lembeyan

    Pohon Mahoni Tumbang di Magetan, Dua Pengendara Motor Luka Serius di Jalan Parang–Lembeyan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem kembali memicu insiden membahayakan di Kabupaten Magetan. Sebuah pohon mahoni berukuran besar tumbang dan menimpa dua pengendara motor yang melintas di Jalan Raya Parang–Lembeyan, tepatnya di Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua perempuan muda itu mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. […]

    Bagikan
expand_less