Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Sidang Korupsi Pokir DPRD Magetan Ungkap Dugaan Bantuan Ternak Tak Sesuai Kesepakatan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sidang perkara dugaan korupsi dana pokir DPRD Magetan di Surabaya. Foto : Istimewa

Sinergia | Surabaya – Persidangan perkara dugaan korupsi dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Magetan periode 2019-2024 kembali mengungkap sejumlah fakta terkait penyaluran bantuan kepada kelompok masyarakat (Pokmas). Mulai dari dugaan pengurangan jumlah bantuan ternak, penjualan hasil bantuan, hingga mekanisme penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) menjadi sorotan dalam pemeriksaan saksi.

Dalam sidang pemeriksaan saksi di Ruang Candra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (5/11/2026) sore, terungkap adanya dugaan ketidaksesuaian jumlah bantuan kambing yang diterima Pokmas dengan kesepakatan awal.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Romadona mengungkapkan, berdasarkan keterangan salah satu saksi, bantuan kambing yang semula disepakati sebanyak 20 ekor ternyata hanya diterima 10 ekor oleh kelompok masyarakat.

Tak hanya itu, nasib bantuan ternak tersebut juga menjadi bagian dari keterangan saksi. Sejumlah kambing disebut telah dijual, mati, maupun dipotong. Bahkan, terdapat keterangan mengenai hasil penjualan ternak yang diduga diserahkan kepada pihak dewan.

“Dari keterangan saksi, yang awalnya dijanjikan 20 ekor kambing, ternyata yang diterima hanya 10 ekor,” ujar Dwi Romadona.

Selain bantuan ternak, program pokir yang diperiksa dalam persidangan juga mencakup bantuan kesenian dan hadrah. Bantuan berupa barang, seperti tusuk sate, turut menjadi perhatian.

Menurut Dwi, barang tersebut sempat diterima oleh kelompok masyarakat. Namun, lantaran tidak digunakan, barang itu kemudian diambil kembali oleh pihak dewan.

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari agenda mendengarkan keterangan 18 saksi dari kelompok masyarakat penerima bantuan. Hingga persidangan berlangsung, sebanyak 13 saksi telah diperiksa untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam perkara yang menjerat enam terdakwa tersebut.

Di sisi lain, penasihat hukum terdakwa, Minarno, menilai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan menunjukkan bahwa dugaan penyimpangan dana pokir tidak melibatkan satu pihak semata. Menurutnya, kelompok masyarakat juga memiliki peran dalam proses penyaluran bantuan, termasuk dalam mekanisme yang berkaitan dengan dugaan pemotongan dana.

“Fakta persidangan ini telah menunjukkan bahwa terkait pokir ini tidak ada peran tunggal. Artinya, para dewan yang sekarang menjadi terdakwa mereka juga tidak bisa melakukan hal itu secara sendirian,” ujar Minarno.

Image Not Found
Penasihat hukum terdakwa Minarno menyoroti mekanisme penyusunan LPJ. Foto : Istimewa

Minarno juga menyoroti keterangan saksi Nanang Kosim terkait penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ). Berdasarkan keterangan yang disampaikan di persidangan, dokumen LPJ disebut dibuat oleh pihak dinas. Saksi Nanang Kosim juga disebut menerangkan adanya pembayaran jasa sebesar Rp 1 juta kepada seseorang bernama Sari yang disebut berasal dari lingkungan dinas.

Persoalan lain yang disoroti adalah mekanisme penandatanganan dokumen surat pertanggungjawaban (SPJ). Minarno menyebut kelompok masyarakat tidak menandatangani dokumen tersebut secara langsung, melainkan hanya menyerahkan kuitansi kosong yang kemudian dilengkapi.

“LPJ ini sesuai keterangan Nanang, mereka tidak tanda tangan SPJ. Mereka hanya menyetorkan kuitansi kosong, tahu-tahu sudah ada,” katanya.

Atas keterangan tersebut, tim penasihat hukum berharap Sari dapat dihadirkan sebagai saksi untuk menjelaskan proses penyusunan LPJ. Namun, Minarno menegaskan bahwa keputusan menghadirkan saksi tambahan tetap menjadi kewenangan jaksa penuntut umum.

Selain Sari, tim penasihat hukum terdakwa juga meminta agar Suyatno dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

Permintaan tersebut muncul setelah saksi Siswanto memberikan keterangan mengenai pertemuan kelompok masyarakat penerima pokir pada 2024 yang disebut berlangsung di rumah Suyatno.

Minarno menilai, keterangan saksi tersebut perlu didalami lebih lanjut. Sebab, dalam pertemuan itu, menurut keterangan yang disampaikan di persidangan, terdapat pembahasan mengenai program pokir hingga dugaan pemotongan bantuan.

Pihak penasihat hukum mengaku sebelumnya telah meminta jaksa menghadirkan Suyatno. Namun, menurut Minarno, pemanggilan sebelumnya hanya berkaitan dengan keterangan mengenai pengadaan sapi, bukan dugaan pemotongan bantuan.

“Makanya kami tadi meminta lewat majelis kepada jaksa penuntut umum demi mencari kebenaran materi dalam persidangan ini supaya Saudara Suyatno bisa dihadirkan,” ujarnya.

Permintaan menghadirkan saksi tambahan tersebut diharapkan dapat memperjelas rangkaian proses penyaluran bantuan pokir, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam mekanisme pemotongan maupun penyusunan pertanggungjawaban.

Perkara dugaan korupsi dana pokir DPRD Magetan periode 2019-2024 ini menjerat enam terdakwa. Tiga di antaranya merupakan anggota DPRD Magetan periode 2019-2024, yakni Suratno, Jamaludin Malik, dan Juli Martana. Sementara tiga terdakwa lainnya merupakan tenaga pendamping dewan, yakni Andhik Nurwijayanto, Thahiru Hartono, dan Suroto.

Persidangan dipimpin Hakim Ketua Ferdinand Marcus Leander, dengan hakim anggota Abdul Gani dan Pultoni.

Pemeriksaan saksi masih berlanjut untuk mengungkap lebih jauh alur penyaluran dana pokir, mekanisme pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat, serta dugaan penyimpangan yang menjadi pokok perkara. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecamatan Dolopo Genjot Aktivasi IKD, Warga Diimbau Tertib Adminduk untuk Akses Perlinsos

    Kecamatan Dolopo Genjot Aktivasi IKD, Warga Diimbau Tertib Adminduk untuk Akses Perlinsos

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kelengkapan administrasi kependudukan menjadi salah satu hal penting yang perlu menjadi masyarakat dalam hal akses layanan publik, salah satunya yang tengah menjadi isu terkini yakni program perlindungan sosial (Perlinsos). Pemerintah Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mendorong warganya untuk segera mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sekaligus memastikan data kependudukan tetap sesuai. […]

    Bagikan
  • PDGI Jatim Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi Gratis di Madiun, Libatkan 400 Dokter

    PDGI Jatim Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi Gratis di Madiun, Libatkan 400 Dokter

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Jawa Timur bersama PDGI Cabang Madiun akan menggelar bakti sosial kesehatan gigi dan mulut berskala besar di Kabupaten Madiun pada 27–28 Juni 2026. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban dengan rangkaian penyuluhan, […]

    Bagikan
  • Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Sedikitnya sekitar 3.000 jiwa diperkirakan terdampak apabila pasokan air bersih mulai berkurang saat puncak kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli mendatang. Berdasarkan […]

    Bagikan
  • Harga Sembako Naik, Warga Kabupaten Madiun Rela Antre Demi Paket Murah Bersubsidi

    Harga Sembako Naik, Warga Kabupaten Madiun Rela Antre Demi Paket Murah Bersubsidi

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ratusan warga memadati pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Rabu (22/7/2026). Mereka rela mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras dan telur ayam. Pasar murah tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja […]

    Bagikan
  • Evakuasi Longsor Wagir Kidul Dilanjutkan, Akses Jalan Masih Tertutup

    Evakuasi Longsor Wagir Kidul Dilanjutkan, Akses Jalan Masih Tertutup

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya pembersihan material longsor yang menimbun rumah warga dan menutup akses jalan antar-dukuh di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo, kembali dilakukan pada Jumat (21/11/2025). Proses evakuasi yang sempat terhambat kini kembali dilanjutkan dengan bantuan alat berat. Material longsor yang menutup badan jalan dan merusak rumah warga memiliki ukuran cukup besar […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Tekankan Menu MBG untuk Anak Harus Bergizi Seimbang

    Wali Kota Maidi Tekankan Menu MBG untuk Anak Harus Bergizi Seimbang

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-9 yang berlokasi di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada Rabu (05/11/2025). Dapur umum tersebut menjadi pusat penyediaan makanan bergizi (MBG) bagi ribuan siswa di 16 sekolah sekitar, dengan kapasitas produksi mencapai 2.991 porsi setiap harinya. Wali Kota […]

    Bagikan
expand_less