Berita Terkini
Trending Tags

Seorang Warga Tolak Jenazah Lewat Depan Rumah, Pengantar Terpaksa Lintasi Sungai Berbatu

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 124
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rombongan pengantar jenazah menyeberangi sungai berbatu, Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Peristiwa tak biasa terjadi di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Rombongan pengantar jenazah terpaksa menyeberangi sungai berbatu karena dilarang melintasi jalan dan jembatan di depan rumah salah satu warga.

Insiden ini terjadi pada Sabtu, 19 April 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, saat jenazah Mulyadi (38), warga Desa Wates, hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guyangan, Desa Tugurejo.

Jalur tercepat menuju lokasi pemakaman sebenarnya melewati sebuah jembatan kecil di depan rumah Silas (60), warga setempat. Namun, Silas menolak jenazah melintas dengan alasan bisa membawa kesialan.

Akibat penolakan tersebut, rombongan pengantar jenazah harus memutar sejauh lima kilometer, menyeberangi Sungai Guyangan, dan melewati pematang sawah untuk mencapai makam. Aksi ini terekam dalam video amatir warga dan menjadi perbincangan luas.

“Kalau meninggal ya harusnya lewat jembatan ini. Tapi karena dilarang, akhirnya kita terpaksa lewat sungai,” kata Raditya Wahyu, warga Wates.

Hal senada disampaikan Tri Utami, warga lain yang mengatakan bahwa jalur tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat menuju pemakaman.

“Setiap orang meninggal pasti lewat sini. Tapi karena ada yang tidak memperbolehkan, jadi ya harus mutar jauh,” ujarnya.

Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, menjelaskan bahwa konflik ini bukan yang pertama.

“Setiap kali ada warga Wates meninggal, kejadian seperti ini terus terulang. Wates memang tidak memiliki makam sendiri, sehingga warganya selalu dimakamkan di Tugurejo. Tapi ada satu keluarga yang sejak dulu menolak jenazah melintas di depan rumah mereka,” kata Siswanto.

Menurutnya, berbagai upaya mediasi telah dilakukan oleh pemerintah desa Wates dan Tugurejo. Namun, keluarga yang bersangkutan tetap bersikukuh dengan keyakinan turun-temurun bahwa tanah mereka akan menjadi “sangar” jika dilewati jenazah.

“Sudah puluhan tahun seperti ini. Bahkan pernah pada tahun 2000, jenazah sampai hanyut saat menyeberangi sungai,” tambahnya.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang, pihak desa berencana membangun akses jalan dan jembatan baru menggunakan dana desa.

“Bulan ini akan dimulai dengan pembangunan talud. Meski memutar, semoga memudahkan warga membawa jenazah,” ujar Siswanto.

Pemerintah desa berharap pembangunan akses alternatif ini bisa menjadi solusi permanen atas persoalan yang sudah bertahun-tahun belum menemukan titik terang.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praktik Penahanan Ijazah Modus Komitmen, SBMR : CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jeratan Pidana

    Praktik Penahanan Ijazah Modus Komitmen, SBMR : CV Sukses Jaya Abadi Terancam Jeratan Pidana

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dugaan penahanan ijazah eks karyawan berdalih komitmen kontrak kerja oleh CV Sukses Jaya Abadi di Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, kembali memicu tekanan publik. Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) mendesak perusahaan segera menyerahkan dokumen milik pekerja yang hingga kini disebut masih ditahan, sekaligus mengingatkan potensi jerat pidana jika praktik itu terbukti. Ketua […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun : Presiden Tidak Mau Kemiskinan Terus Naik Meski Pertumbuhan Ekonomi Cukup Bagus

    Bupati Madiun : Presiden Tidak Mau Kemiskinan Terus Naik Meski Pertumbuhan Ekonomi Cukup Bagus

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto membeberkan pengalaman paling menarik dan berkesan saat menjalani retret. Salah satu hal pokok adalah Presiden RI tidak ingin kemiskinan terus naik meskipun angka pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Sepekan di Magelang, pertemuan dengan sejumlah kepala daerah membuat Bupati Madiun Hari Wuyanto mendapatkan suatu pelajaran untuk kemajuan di […]

    Bagikan
  • UMKM di Magetan Terhimpit Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Plastik

    UMKM di Magetan Terhimpit Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Plastik

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng dan bahan plastik dalam dua pekan terakhir kian menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lonjakan biaya produksi memaksa pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari menaikkan harga jual hingga menyiasati ukuran produk agar tetap bertahan di tengah kondisi pasar yang […]

    Bagikan
  • Mendadak! Kapolsek dan PJU Polres Madiun Dites Urine

    Mendadak! Kapolsek dan PJU Polres Madiun Dites Urine

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polres Madiun menggelar tes urine mendadak terhadap jajaran pejabat utama (PJU) dan para kapolsek, Selasa (24/2/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian. Tes urine dilakukan sesaat setelah apel pagi dan dipimpin oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Madiun. Pemeriksaan ini menyasar […]

    Bagikan
  • Operasi Ketupat 2025, 17 Kasus Kecelakaan, 26 Orang Luka-Luka

    Operasi Ketupat 2025, 17 Kasus Kecelakaan, 26 Orang Luka-Luka

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kabupaten Madiun – Lonjakan arus kendaraan selama masa mudik dan balik Lebaran 2025 di Kabupaten Madiun berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Tercatat, dalam kurun waktu hampir dua pekan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025, sedikitnya 17 kejadian kecelakaan terjadi di wilayah hukum Polres Madiun. Kasatlantas Polres Madiun, AKP Andrian Pratama, mengungkapkan dari […]

    Bagikan
  • Viral! Empat Bocah Diduga Bobol Mushola dan Sekolah di Ngariboyo, Magetan

    Viral! Empat Bocah Diduga Bobol Mushola dan Sekolah di Ngariboyo, Magetan

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan empat orang bocah diduga membobol mushola dan ruang penyimpanan alat musik di SD Negeri 4 Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keempatnya tertangkap basah oleh warga pada Sabtu sore (10/5/2025), setelah sebelumnya melihat gerak-gerik mereka mencurigakan. Dalam unggahan yang beredar, tertulis bahwa keempat […]

    Bagikan
expand_less