Berita Terkini
Trending Tags

Satpol PP-Damkar Kota Madiun Tertibkan Pedagang Ayam Potong di Fasilitas Umum

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
  • visibility 207
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Satpol PP dan Damkar Kota Madiun gelar penertiban pedagang ayam yang berjualan di fasum, Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun melaksanakan penertiban terhadap pedagang ayam potong yang menempati fasilitas umum di wilayah Kota Madiun. Kegiatan ini dilakukan 7-8 Mei 2025. Penataan tersebut dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman.

Selama 2 hari penertiban, Satpol PP dan Damkar telah menindak 5 pedagang di Kecamatan Manguharjo, 6 pedagang di Kecamatan Kartoharjo dan 19 pedagang ayam potong di Kecamatan Taman.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, Yanu Budhilarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan untuk melarang para pedagang berjualan, melainkan untuk menata ulang lokasi dagang agar tidak menggunakan fasilitas umum seperti trotoar, tepi jalan, maupun area publik lainnya.

“Jadi bukan melarang berjualan. Kami hanya menata pedagang yang menempati fasilitas umum. Bagi yang sudah memiliki ruko atau berjualan di tempat pribadi tetap boleh berjualan seperti biasa,” ujar Yanu.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan waktu kepada pedagang yang masih menempati fasum untuk mencari tempat baru, seperti menyewa kios atau berjualan di depan rumah sendiri. Penertiban lanjutan akan dilakukan minggu depan bagi pedagang yang belum mematuhi imbauan.

“Kami beri peringatan terlebih dahulu. Bila tetap membandel, akan ada tindakan tegas,” tegas Yanu.

Pemkot Madiun mengimbau seluruh pedagang, khususnya pedagang ayam potong, untuk tidak berjualan di fasilitas umum demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Cuaca Ekstrem hingga Akhir April, BPBD Mitigasi Kekeringan

    Waspada Cuaca Ekstrem hingga Akhir April, BPBD Mitigasi Kekeringan

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan melanda wilayah Kabupaten Madiun hingga akhir April 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyebut kondisi ini terjadi seiring masuknya masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau atau pancaroba. “Dimungkinkan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sampai akhir April […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Pantau Tiga Kejuaraan Olahraga, Dorong Pembinaan Atlet dan Ekosistem Cabor Semakin Berkembang

    Plt Wali Kota Madiun Pantau Tiga Kejuaraan Olahraga, Dorong Pembinaan Atlet dan Ekosistem Cabor Semakin Berkembang

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Semangat olahraga di Kota Madiun terus menunjukkan geliat positif. Pada Sabtu (13/6/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun turun langsung meninjau tiga cabang olahraga (cabor) yang tengah menggelar kejuaraan. Termasuk dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Tiga kejuaraan yang dipantau tersebut yakni Pentathlon Modern Wali […]

    Bagikan
  • DPRD Siap Tancap Gas Susun RPJMD dan RKPD bersama Pemkab Magetan

    DPRD Siap Tancap Gas Susun RPJMD dan RKPD bersama Pemkab Magetan

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Magetan terlantik periode 2025–2030 resmi digelar, membuka jalan bagi percepatan jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Magetan. Prosesi yang berlangsung Senin malam (26/5/2025) ini sekaligus menjadi titik balik setelah proses panjang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sempat diwarnai pemungutan suara ulang (PSU). Ketua DPRD Magetan, […]

    Bagikan
  • Material Bongkaran SDN Tiron Diduga Dijual, Pemkab Madiun Turunkan Tim photo_camera 4

    Material Bongkaran SDN Tiron Diduga Dijual, Pemkab Madiun Turunkan Tim

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun, — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan akan menurunkan tim ke Desa Tiron, Kecamatan Madiun, untuk menindaklanjuti dugaan penjualan material bongkaran bangunan SD Negeri Tiron 03 yang berstatus aset hibah pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil setelah muncul informasi bahwa material bekas bangunan sekolah dasar itu diduga diperjualbelikan […]

    Bagikan
  • Kisah Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Arbain di Masjid Nabawi, Penuh Haru dan Syukur

    Kisah Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Arbain di Masjid Nabawi, Penuh Haru dan Syukur

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Madinah – Jemaah haji asal Kabupaten Madiun tidak menyia-nyiakan waktu mereka menapakkan kaki di Masjid Nabawi. Di salah satu masjid paling suci bagi umat Islam itu, hari-hari mereka diisi dengan ibadah yang terasa lebih mendalam. Shalat lima waktu yang diupayakan selalu berjamaah, doa-doa yang dilangitkan, serta ziarah penuh haru ke makam Rasulullah SAW. […]

    Bagikan
  • Harga Anjlok Pada Kemarau Panjang, Petani Sayuran Sarangan Magetan Terancam Gagal Panen

    Harga Anjlok Pada Kemarau Panjang, Petani Sayuran Sarangan Magetan Terancam Gagal Panen

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kemarau panjang mulai memukul produksi sayuran petani di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Minimnya pasokan air membuat hektaran lahan pertanian kekurangan air hingga menyebabkan tanaman kubis, cabai, bawang prei, dan sawi mengalami kerusakan bahkan mati. Kondisi tersebut membuat hasil panen petani merosot lebih dari 80 persen. Ironisnya, di […]

    Bagikan
expand_less