Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Diancam Tak Bisa Ikut Ujian, Walimurid Siswa SMAN 2 Mejayan Keluhkan Dugaan Pungli

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah wali murid SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, mengeluhkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Keluhan datang dari beberapa orang tua siswa berinisial AG, ED, dan MS yang menyebutkan adanya permintaan dana yang bervariasi dari pihak sekolah. Nilai pungutan yang ditagihkan kepada orang tua siswa bervariasi, mulai dari Rp500 ribu, Rp750 ribu, hingga Rp1,5 juta.

Menurut pengakuan para wali murid, pembayaran tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak disertai transparansi anggaran.

“Tidak ada keterangan resmi soal rincian dana itu untuk apa saja. Tapi kalau tidak bayar, anak-anak diancam tidak bisa ikut ujian,” ujar AG saat dikonfirmasi, Senin (02/06/2025).

Hal senada disampaikan ED dan MS yang menyesalkan sikap sekolah yang dinilai justru memberatkan orang tua di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi.

“Ini bukan soal nominal semata, tapi soal keadilan. Anak-anak jadi korban. Mereka ditekan untuk membayar padahal belum tentu semua orang tua mampu,” kata ED.

Sementara itu walimurid berinisial AG menjelaskan anaknya mendapat intimidasi dari pihak sekolah. Jika tidak segera membayar iuran komite maka tidak akan mendapatkan nomor ujian dan tidak diperkenankan mengikuti UAS.

“Sampai sekarang saya belum bayar, karena saya merasa keberatan. Sempat diberitahu pihak sekolah kalau minta keringanan harus ada SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari desa/kelurahan,” bebernya.

Setelah mendapat SKTM pihaknya bukan malah dibebaskan dari pembayaran iuran, namun hanya diberikan keringanan beban separo dari besaran yang seharusnya. Padahal menurutnya, setelah mendapat SKTM seharusnya dibebaskan dari pungutan iuran. 

“Tapi kenyataannya tidak, kami harus tetap membayar separonya Rp 750 ribu,” kata AG.

Sementara itu pihak SMAN 2 Mejayan memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli tersebut. Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Mejayan Teophilus Banu Dwi menjelaskan kewenangan penarikan iuran terdapat pada pihak komite sekolah. Sementara, pihak sekolah membantah jika terjadi intimidasi atau ancaman jika siswa yg tidak membayar pungutan yang ditetapkan oleh pihak sekolah tidak dapat nomor ujian.

“Saya pribadi tidak bisa menjawab karena itu wewenang komite, waktu itu kepala sekolah tidak ada ditempat sehingga komite yang menentukan,” ucap Teophilus saat diwawancari awak media.

Image Not Found
Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Mejayan, Teophilus Banu Dwi, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Meski demikian pihak sekolah mengakui jika membutuhkan tambahan biaya untuk kebutuhan menggaji GTT dan PPT serta pembangunan Masjid.

“Tarah sekolah sakmene gedene gak due masjid” imbu Teo

Disinggung terkait dengan pembayaran iuran sebagai syarat mengikuti ujian, Teo menampik hal itu lantaran pihaknya tidak membeda-bedakan siswa terkait keikutsertaan dalam ujian.

“Semuanya kita fasilitasi untuk mengikuti ujian,” tambahnya.

Berdasarkan informasi pihak komite sekolah dan walimurid saat rapat menjabarkan kebutuhan dan penggunaan uang iuran dari para siswa tersebut. Diantaranya digunakan untuk beberapa pengeluaran SMAN 2 Mejayan yang membutuhkan anggaran total Rp. 955 juta. Dengan rincian, gaji GTT dan PTT sebesar Rp. 217 juta, kegiatan kesiswaan Rp. 45 juta, kegiatan kurikulum Rp. 30 juta, kegiatan kehumasan Rp 10 juta.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 Warga Kabupaten Madiun Terkena DBD, Dinkes Gencar Fogging 

    50 Warga Kabupaten Madiun Terkena DBD, Dinkes Gencar Fogging 

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Baru satu setengah bulan, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun mencapai 50 pasien. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan setempat melaksanakan fogging di sejumlah wilayah pada Selasa (18/2/2025). Pengasapan dilakukan secara bertahap di sekitar rumah warga yang dilaporkan terkena DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegepty. Warga Setempat, Tutus Hermiati […]

    Bagikan
  • Berburu Kuliner Menarik di Delitopia Sun city Mall Madiun

    Berburu Kuliner Menarik di Delitopia Sun city Mall Madiun

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bingung cari tempat berburu kuliner di Kota Madiun. Kini telah hadir Delitopia di Sun city Mall Madiun mulai (15/03/2025). Disini, berbagai ragam kuliner bisa Anda nikmati sembari bermain maupun berbelanja. Ya, Delitopia memperkenalkan berbagai brand kuliner unggulan yang hadir di dalam foodcourt-nya, seperti Teppanyaki, Tomoko Sushi, Soto, Batagor, Steak, Jasera, […]

    Bagikan
  • Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Magetan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Event Nasional yang berlangsung di Hotel Bukit Bintang, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini Mochamad, yang sekaligus melakukan kunjungan kerja dan menjalin silaturahmi dengan […]

    Bagikan
  • Istri Laporkan Suami ke Polisi, Diduga Selingkuh dengan Ibu Rumah Tangga

    Istri Laporkan Suami ke Polisi, Diduga Selingkuh dengan Ibu Rumah Tangga

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang perempuan berinisial YN, warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, resmi melaporkan suaminya ke Polres Madiun atas dugaan tindak pidana perzinahan.  Laporan tersebut diajukan pada Kamis (15/1/2026) setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan dan mediasi berulang kali gagal. Kuasa hukum pelapor, Ratna Indah Pristiwati, mengatakan laporan ditempuh lantaran kliennya sudah berkali-kali memberi kesempatan […]

    Bagikan
  • CCTV Rekam Aksi Pencurian Rokok di Toko Kelontong Magetan, Polisi Buru Pelaku

    CCTV Rekam Aksi Pencurian Rokok di Toko Kelontong Magetan, Polisi Buru Pelaku

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergi | Magetan – Lagi, aksi pencurian menyasar wilayah Kabupaten Magetan pada Selasa (07/10/2025) lalu. Kali ini, sebuah warung di Desa Jungke, Kecamatan Karas menjadi target.  Aksi pencurian itu viral setelah terekam kamera CCTV. Video yang berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan seorang pria dengan mengenakan jaket dan celana panjang, mengambil sejumlah bungkus rokok dari […]

    Bagikan
  • Komisi D Lakukan Sidak Ruas Jalan Desa Bajulan dan Jembatan Desa Klumutan

    Komisi D Lakukan Sidak Ruas Jalan Desa Bajulan dan Jembatan Desa Klumutan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada dua proyek infrastruktur prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Selasa (30/09/2025). Sidak dilakukan untuk menilai apakah pekerjaan lapangan sesuai dengan kontrak dan target yang disepakati. Dua proyek yang diperiksa adalah penggantian Jembatan Klumutan dengan […]

    Bagikan
expand_less