Berita Terkini
Trending Tags

Jebakan Tikus Listrik Mematikan, Dua Petani di Magetan Jadi Korban

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang pria di temukan tak bernyawa karena tersengat aliran listrik di sawah, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Suyadi (53), buruh tani warga Desa Rejomulyo Kecamatan Barat Kabupaten Magetan meninggal dunia seketika setelah tersengat listrik dari jebakan tikus rakitan. Sementara Suprapto (44), pemilik sawah, mengalami luka bakar serius ketika berusaha menolong rekannya. Insiden itu terjadi pada Senin sore (02/06/2025).

Berdasarkan keterangan Kapolsek Barat, Iptu Munif Setiyono, kedua pria tersebut sedang memperbaiki rangkaian kawat jebakan tikus yang disambungkan ke aliran listrik. Namun tanpa disadari, arus tiba-tiba menyala kembali dan langsung menyambar tubuh Suyadi.

“Korban mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah dan tubuh atas. Sedangkan korban Suprapto yang mencoba menyelamatkan malah ikut tersengat,” ungkap Iptu Munif.

Suasana di sekitar sawah sontak berubah mencekam. Warga yang mengetahui kejadian segera melaporkan ke pihak berwenang. Polisi datang dan mengamankan barang bukti berupa kabel, kawat, dan alat penyambung listrik.

Jenazah Suyadi kemudian dibawa pulang dan dimakamkan dengan suasana duka yang mendalam. Sementara Suprapto masih dirawat intensif di puskesmas dengan luka serius.

Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, mengaku prihatin. Ia menyebutkan bahwa meski metode jebakan listrik sudah lama dilarang. Namun, praktik ini masih digunakan sebagian petani karena dianggap ampuh melindungi tanaman dari serangan tikus.

“Populasi tikus memang menurun, tapi sebagian petani masih nekat. Kami akan memperketat pengawasan dan lakukan edukasi agar tak ada lagi korban,” ujarnya.

Tragedi ini menambah daftar panjang korban jebakan tikus bertenaga listrik di lahan pertanian. Ironisnya, niat untuk menjaga panen justru berbalik membawa kehilangan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Tahun Menunggu, TPA Botok Magetan Tak Kunjung Dibangun, Petani Khawatir Jadi Sarang Hama

    Tujuh Tahun Menunggu, TPA Botok Magetan Tak Kunjung Dibangun, Petani Khawatir Jadi Sarang Hama

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Botok, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, proses pengadaan lahan untuk proyek tersebut telah dimulai sejak 2019 atau hampir tujuh tahun lalu. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan TPA hingga kini belum digunakan untuk pembangunan fisik. Sebagian kawasan […]

    Bagikan
  • Pengelola Tambang Sayutan Klaim Kantongi Izin Lengkap, Aktivitas Saat Ini Baru Pembukaan Akses

    Pengelola Tambang Sayutan Klaim Kantongi Izin Lengkap, Aktivitas Saat Ini Baru Pembukaan Akses

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Dusun Jeruk, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih berlanjut. Di tengah tuntutan warga yang meminta aktivitas tambang dihentikan total, pihak pengelola mengklaim seluruh kegiatan telah mengantongi izin resmi dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Tim kerja CV Persada Tunggal Abadi, Sicuanto, mengatakan proses perizinan tambang […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot Hilirisasi Kakao untuk Tarik Investor

    Pemkab Madiun Genjot Hilirisasi Kakao untuk Tarik Investor

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan ditawarkan kepada calon investor. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan daerah dan memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. Sesuai data pada tahun 2024, luas areal kakao di Kabupaten Madiun mencapai 4.407 hektar. Sedangkan untuk produksi […]

    Bagikan
  • Terkuak! Motor Listrik, Perangkat IT, Zoom hingga EO Ratusan Miliar, BGN di Era Dadan Hindayana Jadi Sorotan

    Terkuak! Motor Listrik, Perangkat IT, Zoom hingga EO Ratusan Miliar, BGN di Era Dadan Hindayana Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia – Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana menjadi sorotan publik setelah sejumlah pos anggaran bernilai fantastis terungkap ke ruang publik. Mulai dari pengadaan puluhan ribu motor listrik, ribuan laptop, penggunaan jasa event organizer (EO), hingga anggaran lisensi Zoom miliaran rupiah memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas dan efisiensi belanja lembaga pelaksana Program Makan […]

    Bagikan
  • Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo. Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak […]

    Bagikan
  • Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi

    Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ketua Satgas MBG Magetan, Welly Kristanto, menyampaikan bahwa dari total sekitar 60 SPPG yang berjalan, enam […]

    Bagikan
expand_less