Berita Terkini
Trending Tags

Soal Penghentian Produksi Beras Premium Bulan Emas, DKPP Madiun : Demi Kepatuhan Aturan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • visibility 178
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Foto : (Istimewa)/Tova – sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menegaskan bahwa penghentian produksi beras premium bermerek Bulan Emas, Palur, Palur Pink oleh CV Martindo Rice bukan karena pelanggaran, melainkan bentuk kepatuhan terhadap regulasi mutu beras.

“Sebenarnya tidak ada masalah dengan CV Martindo Rice. Mereka hanya berusaha taat aturan dan memberi contoh bagi penggilingan padi lainnya,” kata Cahyo Sukmono Djati, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Madiun, saat dihubungi Kamis (14/08/2025).

Menurut Cahyo, kekhawatiran muncul karena standar mutu beras premium diukur menggunakan alat khusus yang memastikan kadar beras patah (broken rice) maksimal 15 persen. Ketua Perpadi Kabupaten Madiun, Suwito, menjadi satu-satunya pelaku usaha lokal yang memiliki peralatan untuk menghasilkan beras premium.

“Kalau beras digiling kapasitas besar, tidak mungkin seluruh hasilnya diuji satu per satu. Karena itu spesifikasi harus ditaati supaya tidak ada perbedaan hasil ukur di lapangan,” jelasnya.

Permintaan beras premium, kata Cahyo, tetap ada di pasaran. Contohnya di Pasar Nglames, beras premium masih dijual dengan harga lebih tinggi daripada beras medium. Namun, penggilingan kecil hingga menengah khawatir soal konsistensi mutu dan kenaikan harga gabah yang memengaruhi harga beras jadi.

“Harga gabah basah sekarang sekitar Rp7.400 per kilogram, sedangkan gabah kering mencapai Rp8.200–Rp8.500. Ditambah biaya susut hasil giling, tenaga angkut, transportasi, hingga penjemuran, harga beras premium jelas terdorong naik,” ungkap Cahyo.

DKPP mengimbau seluruh penggilingan padi mematuhi spesifikasi mutu beras dan menghindari praktik pengoplosan dengan beras bantuan pemerintah, khususnya beras SPHP yang tengah marak di pasaran. Di Kabupaten Madiun, terdapat sekitar 23 hingga 32 penggilingan padi anggota Perpadi berskala menengah ke bawah.

“Faktor pembentuk harga itu bukan hanya gabah. Ada rendemen, biaya angkut, hingga kualitas panen. Karena itu, kita minta semua pihak disiplin mengikuti aturan agar pasar tetap sehat,” tutup Cahyo.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ironis, Pekerja Proyek KDKMP di Magetan Alami Kecelakaan Kerja, Tidak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

    Ironis, Pekerja Proyek KDKMP di Magetan Alami Kecelakaan Kerja, Tidak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan. Seorang pekerja proyek mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan jari manis tangan kirinya remuk dan harus menjalani perawatan intensif. Mendapat laporan tersebut, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti bersama sejumlah perangkat daerah mendatangi kediaman korban, […]

    Bagikan
  • Pengangkatan PPPK Tahap 1 di Ponorogo 2024 Masih Berproses, Ini Penjelasan BKPSDM

    Pengangkatan PPPK Tahap 1 di Ponorogo 2024 Masih Berproses, Ini Penjelasan BKPSDM

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 tahun 2024 di Kabupaten Ponorogo masih terus berjalan. Saat ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo tengah mengajukan persetujuan teknis (Pertek) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional II Surabaya untuk selanjutnya diusulkan ke BKN Pusat. Kepala […]

    Bagikan
  • Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di saat banyak anak muda bermimpi bekerja di kota besar dengan penghasilan tinggi, dua pemuda asal Desa Becok, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, justru memilih jalan berbeda. Mereka menekuni dunia pertanian dan membuktikan bahwa bertani juga bisa keren, modern, dan menjanjikan. Adalah Yusril Anwar (24), lulusan salah satu universitas di Ponorogo, dan […]

    Bagikan
  • Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Grebeg Suro, Buceng Purak Jadi Rebutan

    Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Grebeg Suro, Buceng Purak Jadi Rebutan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirab pusaka dan pawai lintas sejarah dalam rangkaian Grebeg Suro 2026 di Ponorogo berlangsung meriah, Senin sore (15/6/2026). Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute kirab dari kawasan Batoro Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan menuju pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Antusiasme warga yang membludak membuat suasana sepanjang jalur kirab bak lautan manusia. Dalam […]

    Bagikan
  • 10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 10 anak di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian dalam sepekan terakhir. Mereka kedapatan membuat balon udara tanpa awak dan ratusan selongsong petasan. Mirisnya, bahan pembuatan selongsong petasan tersebut menggunakan kertas dari buku pelajaran. Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo menyampaikan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Tertibkan Proyek Tower BTS Ilegal di Pilangkenceng

    Satpol PP Madiun Tertibkan Proyek Tower BTS Ilegal di Pilangkenceng

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menghentikan sementara proyek pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di Dusun Wungu, Desa Pilangkenceng, Kecamatan Pilangkenceng. Penertiban dilakukan lantaran proyek tersebut tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Penegakan Perda dan Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun, Danny Yudi […]

    Bagikan
expand_less