Berita Terkini
Trending Tags

Jelajah Wisata Religi dan Heritage Kota Madiun, Menyusuri Jejak Sejarah dari Balai Kota hingga Masjid Kuno

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peserta Mabour jelajah wisata religi dan sejarah di Kota Madiun, Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kembali menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi masyarakat. Melalui program jelajah wisata religi dan heritage, Pemerintah Kota Madiun mengajak warga menyusuri jejak sejarah kota menggunakan bus wisata.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) itu memanfaatkan layanan Madiun Bus Tour (Mabour). Rute perjalanan dimulai dari Balai Kota Madiun, menuju Masjid Kuncen, Masjid Besar Kuno Taman, kemudian kembali berakhir di Balai Kota.

Dalam perjalanan tersebut, peserta tidak sekadar berwisata, tetapi juga diajak mengulik sejarah perkembangan Kota Madiun. Mereka mendapat penjelasan mengenai bangunan bersejarah, kawasan religi, hingga kisah tokoh penting dalam perjalanan kota.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan adalah kompleks Masjid Kuncen. Di kawasan ini, peserta juga berziarah ke makam Bupati pertama Madiun, Ki Ageng Ronggo, atau dikenal sebagai Ki Panembahan Ronggo Jumeno, tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah pemerintahan Madiun.

Selain wisata religi, peserta juga menelusuri sejarah gedung Balai Kota Madiun yang kini mulai dibuka sebagai destinasi wisata heritage. Bangunan tersebut menyimpan berbagai cerita tentang perkembangan pemerintahan dan kota dari masa ke masa.

Salah satu peserta, Imas Darini, mengaku senang bisa mengikuti tur tersebut. Menurutnya, kesempatan masuk dan mengenal lebih dekat Balai Kota merupakan pengalaman yang jarang didapatkan.

“Senang sih, kesempatan langka. Alhamdulillah bisa berkesempatan masuk Balai Kota, terus ke Masjid Kuncen sama Masjid Taman,” ujarnya.

Ia mengaku sebelumnya penasaran dengan sejarah gedung Balai Kota. Setelah mengikuti tur dan mendengarkan penjelasan pemandu, rasa penasarannya akhirnya terjawab.

Image Not Found
Warga mengikuti tour heritage menyusuri Balai Kota, Foto : Kris-Sinergia

“Ternyata banyak sejarah di balik gedung Balai Kota. Rasa penasaran sudah terobati dengan penjelasan dari pemandu tadi,” katanya.

Bahkan, Balai Kota menjadi lokasi favoritnya dalam perjalanan tersebut. Sejak lama, ia ingin melihat langsung bagian dalam gedung pemerintahan itu, namun merasa sungkan.

“Dari dulu pengen banget masuk sini. Tapi karena ini tempat pemerintahan jadi sungkan. Waktu lihat pengumuman di Instagram Dispora langsung daftar dan alhamdulillah bisa ikut,” ujarnya.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjelaskan program wisata religi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan potensi wisata Kota Madiun kepada masyarakat.

Menurutnya, selain kawasan Pahlawan Street Center (PSC), masih banyak lokasi bersejarah di Kota Madiun yang memiliki nilai wisata tinggi.

“Hari ini teman-teman di Disbudparpora menindaklanjuti inisiasi membuka jalur wisata religi yang dikolaborasikan dengan wisata Balai Kota. Peserta yang mendaftar lebih dari 50 orang,” jelasnya.

Melalui program ini, pemerintah ingin mengenalkan sejarah dan cerita perkembangan Kota Madiun kepada masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Ia berharap wisatawan yang datang ke Kota Madiun tidak hanya mengenal kawasan PSC, tetapi juga destinasi lain seperti Kuncen, Taman, hingga Balai Kota yang memiliki nilai sejarah kuat.

“Ke depan, program wisata religi dan heritage ini akan menjadi agenda rutin, terutama pada hari libur. Sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati pengalaman wisata sejarah di Kota Madiun,” tegasnya.

Dengan konsep tur edukatif yang memadukan religi, sejarah, dan heritage, Pemerintah Kota Madiun berharap kota ini semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang tidak hanya modern, tetapi juga kaya cerita masa lalu. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tegas !! Ini Pesan Danrem 081/DSJ kepada Prajurit Yonif 511/DY

    Tegas !! Ini Pesan Danrem 081/DSJ kepada Prajurit Yonif 511/DY

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Jangan cengeng dan jangan pengecut. Itulah pesan tegas Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto dihadapan prajurit Yonif 511/Dibyarta Yodha. Prajurit TNI harus siap menghadapi permasalahan dan menyelesaikannya. “Semua orang punya masalah, tak terkecuali kita (prajurit). Setiap persoalan pasti ada solusinya. Jangan cengeng, jangan mengambil jalan yang tidak benar, kita selesaikan. Kau […]

    Bagikan
  • Ketimpangan Distribusi Program MBG di Magetan, Perluasan Sasaran Belum Diiringi Pemerataan

    Ketimpangan Distribusi Program MBG di Magetan, Perluasan Sasaran Belum Diiringi Pemerataan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai mencakup guru dan tenaga kependidikan sejak Januari 2026 membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan pelaku pendidikan. Namun, pelaksanaan di Kabupaten Magetan justru memunculkan ironi. Ketika kelompok penerima manfaat bertambah, ribuan siswa di sejumlah wilayah masih belum merasakan program MBG sejak pertama kali digulirkan. […]

    Bagikan
  • DPW Komnas PPLH Soroti Kerusakan Hutan Lindung di Ponorogo, DPD Diminta Segera Bertindak

    DPW Komnas PPLH Soroti Kerusakan Hutan Lindung di Ponorogo, DPD Diminta Segera Bertindak

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kerusakan hutan lindung di Kabupaten Ponorogo menjadi sorotan utama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH) Jawa Timur. Sorotan itu disampaikan saat pelantikan pengurus DPD Komnas PPLH Ponorogo di Pendopo Pemkab, Senin (24/11/2025). Ketua DPW Komnas PPLH Jawa Timur, Agus Widjiono, menegaskan bahwa pihaknya mendapati […]

    Bagikan
  • 30 Jemaah Haji Khusus dan 4 Jemaah Haji Furoda Sindo Wisata Jalani Medical Check Up

    30 Jemaah Haji Khusus dan 4 Jemaah Haji Furoda Sindo Wisata Jalani Medical Check Up

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 30 Jemaah Haji Khusus dan 4 Jemaah Haji Furoda Sindo Wisata Jawa Timur telah menyelesaikan rangkaian Medical Check-Up (MCU) pada Selasa (08/04/2025). Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan di Kantor Sindo Wisata di Jalan Cokrobasonto Kota Madiun dengan melibatkan tim leader serta tim kesehatan yang telah ditunjuk. Kegiatan ini menjadi salah […]

    Bagikan
  • Lanjutkan Penggeledahan di Kota Madiun, KPK Sasar Kantor DPUPR

    Lanjutkan Penggeledahan di Kota Madiun, KPK Sasar Kantor DPUPR

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan di Kota Madiun pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Penyidik lembaga antirasuah kali ini mendatangi Kantor Dinas PUPR Kota Madiun, di Gedung Graha Krida Praja, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Pantauan tim Sinergiamediatama, petugas KPK keluar dari kantor bersama salah satu […]

    Bagikan
  • Antisipasi “Getok Harga” Saat Lebaran, Pemkab Magetan Minta Pedagang Telaga Sarangan Pasang Daftar Harga

    Antisipasi “Getok Harga” Saat Lebaran, Pemkab Magetan Minta Pedagang Telaga Sarangan Pasang Daftar Harga

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan mengantisipasi praktik “getok harga” di kawasan wisata Telaga Sarangan menjelang libur Lebaran. Lonjakan kunjungan wisatawan pada musim libur panjang dinilai berpotensi memicu kembali praktik tersebut. Pemkab Magetan mengimbau para pedagang untuk mencantumkan daftar harga secara jelas pada setiap produk yang dijual, baik makanan maupun minuman. Langkah ini dinilai […]

    Bagikan
expand_less