
Sinergia | Madiun — Warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibuat resah oleh serangkaian kematian ternak kambing yang diduga diserang hewan buas. Sedikitnya 15 ekor kambing dilaporkan mati, sementara puluhan lainnya mengalami luka serius akibat gigitan.
Peristiwa ini terjadi di tiga desa, yakni Desa Ngranget, Padas, dan Segulung, dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Kambing-kambing milik warga ditemukan dengan luka parah di bagian perut, kepala, telinga, hingga kaki.
Salah satu warga Desa Ngranget, Parminto, mengaku terkejut saat mendapati kambing betinanya terluka parah di dalam kandang pada Rabu (21/1/2026) pagi. Padahal, kandang telah dibuat rapat menggunakan pagar bambu.
“Pagi mau memberi makan, ternyata kambing sudah luka-luka. Sepertinya diserang binatang buas. Dua minggu lalu, dua kambing saya juga mati dengan kondisi serupa,” ujar Parminto.
Menurut Parminto, warga menemukan jejak kaki hewan berukuran besar di sekitar kandang. Ia menduga pelaku merupakan hewan liar, jika dilihat dari bekas tapak kakinya seperti tapak kaki anjing.
Kejadian serupa juga dialami Bejo, warga Dusun Sumber Sawit, Desa Padas. Satu ekor kambing miliknya mengalami luka di telinga dan kaki akibat serangan hewan buas pada dini hari. “Sekitar pukul 02.30 WIB terdengar kambing berteriak. Di sini banyak kambing yang terluka, bahkan ada yang mati,” kata Ika Wahyu Putri, keluarga Bejo.

Warga menduga serangan tersebut dilakukan oleh anjing liar atau hewan buas lain yang turun dari kawasan lereng Gunung Wilis. Dugaan itu diperkuat dengan temuan jejak kaki berjari tiga di sekitar lokasi kandang. Keresahan warga telah dilaporkan ke pihak kecamatan.
Kasi Trantib Kecamatan Dagangan, Nur Wahid, membenarkan adanya laporan kematian ternak tersebut. “Laporan sementara berasal dari tiga desa. Kami menemukan adanya luka pada tubuh kambing dan indikasi jejak hewan liar seperti anjing. Total yang mati sekitar 15 ekor, lokasinya tersebar,” kata Nur Wahid.
Pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan dinas peternakan terkait untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, warga diimbau memperkuat kandang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.
“Kandang warga rata-rata jauh dari permukiman, sekitar 100 hingga 150 meter, sehingga pengawasan minim. Kami imbau warga memperkuat kandang dan mengaktifkan ronda malam,” ujarnya.
Hingga kini, warga setempat telah mengaktifkan penjagaan lingkungan guna mencegah serangan susulan dari hewan buas.(Tov/Krs).