BPBD Kota Madiun Bersihkan Sungai Piring, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan kerja bakti atau korve di aliran Sungai Piring Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi potensi banjir menjelang musim penghujan.
Kegiatan melibatkan personel BPBD Kota Madiun bersama unsur kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan, pembersihan sungai merupakan tindak lanjut rapat koordinasi antara BPBD, organisasi perangkat daerah (OPD), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait langkah mitigasi potensi banjir di wilayah Kota Madiun.
“Hari ini kita melakukan kerja bakti di Sungai Piring tepatnya di Bok Malang bagian mitigasi. Nanti minggu-minggu berikutnya, mungkin akan melibatkan masyarakat untuk melakukan korve di aliran sungai yang melintasi wilayah Kota Madiun,” kata Deddy.
Menurutnya, kegiatan pembersihan akan dilanjutkan di sejumlah titik aliran sungai, termasuk kawasan yang selama ini berpotensi terdampak banjir, seperti Tawangrejo, Kelun, dan Pilangbango.
Pembersihan dilakukan dengan menyasar vegetasi liar dan sampah yang berpotensi menghambat aliran air. Namun, BPBD menemukan material lain yang membutuhkan penanganan dengan peralatan khusus.

“Kalau berkaitan dengan kegiatan pembersihan vegetasi, kemudian sampah, gak ada kendala. Cuma yang agak berat itu karena ada material-material bangunan, kemudian material-material sedimen. Itu nanti butuh alat berat,” ujarnya.
Terkait sedimen sungai, BPBD akan berkoordinasi dengan OPD teknis, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta BBWS. Koordinasi diperlukan karena pengelolaan aliran sungai berada dalam kewenangan BBWS.
“Kalau sedimen kita tetap koordinasi dengan teman-teman OPD terkait teknis, Dinas PU, juga koordinasi dengan Balai Besar karena pengelolaan aliran sungai itu menjadi kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PU,” jelas Deddy.
BPBD menyebut kegiatan pembersihan sungai merupakan salah satu bentuk mitigasi untuk mengurangi risiko dampak bencana. Selain pembersihan, upaya mitigasi juga mencakup perbaikan dinding saluran maupun sungai.
Deddy mengatakan, langkah tersebut dilakukan secara bersama-sama melalui koordinasi BPBD, Dinas PU, BBWS, dan elemen masyarakat.
“Sebenarnya sudah mitigasi mengurangi risiko. Walaupun sebenarnya mitigasi itu bagian dari pencegahan untuk meminimalkan risiko kerugian. Misalnya pembersihan seperti ini juga mitigasi,” katanya.
BPBD Kota Madiun berencana memperluas kegiatan korve dengan melibatkan masyarakat pada pelaksanaan berikutnya. Pembersihan akan menyasar aliran sungai yang melintasi wilayah Kota Madiun sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir pada musim penghujan.
“Kami masih menemukan masyarakat membuang sampah di sungai. Jadi itu yang memicu sedimentasi dan akhirnya menumpuk. Jika musim hujan bisa sampai meluap debit Air sungai disini. Jadi kami ingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarang,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





