Kaca Bus Restu Panda Pecah Dipukul Sopir Truk di Madiun, Polisi Mediasi Dua Pihak
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Warga Kabupaten Madiun dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi seorang pria memecahkan kaca Bus Restu Panda. Pria tersebut diduga merupakan sopir truk yang terlibat perselisihan dengan bus.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (15/8/2026). Bus Restu Panda diketahui melayani rute Surabaya-Magetan.
Dalam video yang beredar, terlihat kaca samping bagian depan kiri bus, tepat di dekat posisi kernet, pecah setelah dihantam seseorang. Setelah kejadian, sopir bus kemudian menepikan kendaraannya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Andika Cahyono mengatakan, polisi telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat untuk kepentingan pemeriksaan.
“Kemarin malam juga langsung kita bawa ke kantor kedua belah pihak. Saat ini kami minta untuk mempertanggungjawabkan. Kalau bisa secara kekeluargaan,” kata Andika, Senin (17/8/2026).
Andika menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika Bus Restu melaju dari arah selatan menuju utara setelah melewati traffic light Joko Bayan. Bus diduga melakukan manuver mendahului kendaraan lain meski berada di lokasi dengan marka jalan panjang.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan, sebuah truk bernomor polisi AE 8002 UD melaju dari utara menuju selatan.
Karena berhadapan dengan kendaraan dari arah berlawanan, bus kemudian berhenti. Namun, sebelum berhenti sepenuhnya, bus diduga sempat bersenggolan dengan spion atau bagian bodi truk.
“Bus Restu dari traffic light Joko Bayan mendahului pada posisi marka panjang dari arah selatan ke utara. Ketepatan waktu itu juga dari arah utara di lajur lawan ada truk yang dari utara ke selatan,” jelas Andika.
“Akhirnya bus tersebut berhenti, namun sempat mengenai spion atau mungkin sedikit bodi dari truk tersebut,” lanjutnya.
Persinggungan tersebut diduga memicu emosi pengemudi truk. Sopir kemudian turun dari kendaraannya dan melakukan tindakan yang menyebabkan kaca samping depan kiri Bus Restu Panda pecah.

Kedua pihak sempat ditengahi dan dibawa ke Pos Dumpil. Namun, karena terdapat dugaan sentuhan atau benturan antara kedua kendaraan, Unit Gakkum Satlantas Polres Madiun kemudian mengamankan bus dan truk tersebut.
“Kita amankan semuanya, berikut kendaraan bus maupun kendaraan truk serta surat-suratnya. Orang-orangnya juga sudah kita minta keterangan,” ujar Andika.
Polisi kini mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut melalui mediasi. Pengurus PO Restu, pihak pengelola kendaraan truk, serta masing-masing pengemudi telah berada di Polres Madiun untuk menjalani proses mediasi.
“Kami upayakan kedua belah pihak bisa sama-sama memahami dan sama-sama mengerti. Bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.
Andika mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan di jalan raya.
Menurutnya, setiap pengguna jalan harus tetap mengedepankan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan menyelesaikan persoalan tanpa melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak lain.
“Harapan kami sebagai pengguna jalan, kita semuanya bisa mengendalikan diri dan mematuhi peraturan perundang-undangan lalu lintas yang berlaku,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez



