KAI Daop 7 Madiun Percepat Perbaikan Geometri Jalur di Perlintasan Ngawi, Target 92 Titik pada 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mempercepat perbaikan geometri jalur di sejumlah perlintasan sebidang, termasuk di Kabupaten Ngawi, sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perbaikan geometri jalur merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu operasional kereta api.
“Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan krusial antara jalur kereta api dan jalan raya. Perawatan geometri secara rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan sangat penting untuk menjaga stabilitas lintasan serta meminimalkan risiko gangguan perjalanan,” ujar Tohari di Madiun, Kamis (26/2/2026).
Salah satu lokasi prioritas perbaikan berada di JPL No. 15 di Jalan Raya Maospati–Ngawi, Desa Keras, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Titik tersebut dinilai vital karena tingginya mobilitas kendaraan yang melintasi perlintasan sebidang itu setiap hari.
“Perbaikan geometri jalur ini dilakukan untuk memastikan elevasi, kelurusan, dan kestabilan rel tetap sesuai standar teknis. Itu agar perjalanan kereta api dapat berlangsung aman dan lancar,” imbuhnya.
Sepanjang 2025, KAI Daop 7 Madiun telah melakukan perbaikan geometri di 98 titik perlintasan yang tersebar di wilayah kerjanya. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kediri, Tulungagung, dan Blitar, serta Kota Madiun, Kediri, dan Blitar.
Pada 2026, perusahaan menargetkan perbaikan geometri di 92 titik perlintasan sebidang (JPL) guna melanjutkan program peningkatan kualitas prasarana secara menyeluruh.
KAI mengakui proses pengerjaan berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada saat melintas di area perbaikan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan dan berterima kasih atas pengertian masyarakat,” pungkas Tohari. (Kris)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez


