Berita Terkini
Trending Tags

Populasi Ikan Dewa di Telaga Sarangan Merosot Tajam, Pemkab Magetan Tunda Penebaran Benih Baru

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Populasi ikan dewa Telaga Sarangan terus menurun drastis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya konservasi ikan dewa (Tor soro) di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, menghadapi tantangan serius. Populasi ikan endemik yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi itu terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 10 ribu benih yang ditebar pada 2019, kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen.

Penurunan populasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Magetan karena ikan dewa sebelumnya diproyeksikan sebagai ikon konservasi perairan sekaligus daya tarik wisata alam di kawasan Telaga Sarangan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menjelaskan, berkurangnya populasi ikan dewa disebabkan oleh dua faktor utama, yakni serangan ikan predator invasif yang hidup di telaga serta masih ditemukannya aktivitas pemancingan liar.

“Dari benih yang ditebar pada tahun 2019, saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen. Kendalanya karena dimangsa ikan predator dan juga dipancing,” ujarnya.

Selain di Telaga Sarangan, ikan dewa juga masih dapat ditemukan di kawasan mata air Sumber Dodol, Kecamatan Panekan. Namun, jumlahnya juga relatif terbatas dan diperkirakan hanya sekitar seribu ekor.

Meski di sejumlah daerah ikan dewa telah dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi karena memiliki kandungan gizi tinggi dan cita rasa yang baik, Pemerintah Kabupaten Magetan belum mengizinkan pemanfaatannya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kebijakan ini diambil karena pemerintah masih memprioritaskan upaya pelestarian. Dengan kondisi populasi yang terus menurun, aktivitas penangkapan maupun pemancingan ikan dewa masih dilarang agar proses regenerasi di habitat alaminya dapat berlangsung secara optimal,” imbuhnya.

Sebagai langkah lanjutan, Disnakan Magetan memutuskan belum akan melakukan penebaran benih ikan dewa di Telaga Sarangan. Keputusan itu diambil karena ancaman dari ikan predator invasif dinilai masih tinggi sehingga peluang hidup benih baru belum optimal.

Sebagai alternatif, pemerintah akan memperkuat program konservasi melalui pengaktifan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), meningkatkan sosialisasi larangan pemancingan ikan dewa, serta mengkaji lokasi perairan umum daratan lain yang memiliki karakteristik habitat serupa dengan Telaga Sarangan untuk dijadikan tempat pelepasliaran benih.

“Tentunya diharapkan ini mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan dewa sekaligus menjaga keberadaan salah satu spesies ikan asli Indonesia yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan potensi wisata bagi Kabupaten Magetan,” pungkas Nur.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian habitat ikan dewa dengan mematuhi larangan pemancingan serta mendukung upaya konservasi. Keberhasilan pelestarian spesies ini dinilai tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Jembatan Rampung, Kodim Siapkan Pembangunan Tahap Berikutnya

    Empat Jembatan Rampung, Kodim Siapkan Pembangunan Tahap Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang digagas Kodim 0802/Ponorogo terus berlanjut. Setelah empat jembatan Tahap III Tahun 2026 selesai dibangun dan dimanfaatkan masyarakat, kini Kodim kembali menyiapkan pembangunan di empat lokasi baru yang dinilai membutuhkan akses penghubung antarwilayah. Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan survei langsung untuk […]

    Bagikan
  • 206 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun Resmi Berbadan Hukum

    206 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun Resmi Berbadan Hukum

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyatakan seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di 206 desa dan kelurahan telah resmi berbadan hukum. Penyelesaian legalitas ini menandai langkah strategis dalam penguatan ekonomi desa melalui wadah koperasi. “Per tanggal 25 kemarin, sudah 100 persen. Jadi 206 KDMP sudah terbentuk dan seluruhnya telah memiliki […]

    Bagikan
  • Pasca Insiden KA Bangunkarta Anjlok, KAI Madiun Gelar Diklat Tenaga Perawatan Jalur dan Bangunan

    Pasca Insiden KA Bangunkarta Anjlok, KAI Madiun Gelar Diklat Tenaga Perawatan Jalur dan Bangunan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar pelatihan intensif bagi petugas perawatan jalur guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Kegiatan bertajuk Diklat Refreshing Tenaga Perawatan Jalur dan Bangunan telah berlangsung selama dua hari, 8–9 April 2026. Pelatihan diikuti sejumlah unsur internal, mulai dari tim quality control, SDM, […]

    Bagikan
  • Bangun Piramida Giza Bukit Buah dari Gunungan Sampah, Danrem: Kota Madiun Unik dan Menarik

    Bangun Piramida Giza Bukit Buah dari Gunungan Sampah, Danrem: Kota Madiun Unik dan Menarik

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bukan Kota Madiun namanya kalau tidak bisa membuat sesuatu yang unik dan menarik. Terbaru adalah dengan berencana mengubah gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo menjadi Piramida Giza Bukit Buah. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-107 Kota Madiun hari ini, Jumat (20/06/2025), pembangunan Piramida Giza itu siap dimulai yang ditandai […]

    Bagikan
  • Apel Pagi, Bupati Madiun Singgung Program Sehat, Resik, dan Indah Bukan Hanya Slogan

    Apel Pagi, Bupati Madiun Singgung Program Sehat, Resik, dan Indah Bukan Hanya Slogan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemkab Madiun kembali menggelar apel pagi di halaman pusat pemerintahan (Puspem), Mejayan. Dalam arahannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto sempat menyingung terkait tata kelola kebersihan.  Bupati juga mengingatkan kaitannya dengan Progam Selasa Jumat, Aman, Sehat, Resik dan Indah (Selamat ASRI) hendaknya bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan harus menjadi sebuah budaya.  “Namanya […]

    Bagikan
  • Warga Desa Suco Geger, Nenek 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

    Warga Desa Suco Geger, Nenek 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Suco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan digemparkan dengan penemuan jenazah Sugiyem (65) di dalam sebuah sumur tua milik tetangganya, Sabtu (5/7/2025). Sumur tersebut berada sekitar 100 meter dari rumah korban. Peristiwa bermula ketika Sugiyem berpamitan kepada keluarganya untuk pergi membeli sayur. Namun hingga beberapa waktu berlalu, korban tak kunjung pulang. […]

    Bagikan
expand_less