Kota Madiun Canangkan Pilah Sampah dari Rumah, Setiap RT Dapat Bantuan Rp10 Juta untuk Wujudkan Zero Waste 2027
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Namun, langkah besar dimulai Pemerintah Kota Madiun melalui Festival Madiun Hijau 2026 yang digelar di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jumat (31/7/2026). Lewat kegiatan ini, pemerintah resmi mencanangkan gerakan Pilah Sampah dari Rumah sebagai fondasi menuju target Zero Waste 2027.
Gerakan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga melibatkan seluruh unsur masyarakat. Mulai dari 1.030 ketua RT, ketua RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Karang Taruna, petugas kebersihan, Pendekar Hijau, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) diajak bergerak bersama mengubah budaya pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Madiun juga mengukuhkan Pendekar Hijau sebagai ujung tombak edukasi dan pendampingan masyarakat dalam menjalankan program pemilahan sampah dari rumah. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan gerakan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun budaya baru dalam mengelola sampah.
“Hari ini Kota Madiun ingin mengubah sebuah budaya, yaitu bagaimana membuang sampah dimulai dari rumah dengan cara memilah. Kampanye ini penting agar seluruh masyarakat mengetahui bahwa Pemerintah Kota mengajak semua pihak menyukseskan program Zero Waste 2027,” ujarnya.
Menurut Bagus, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat di tingkat lingkungan. Karena itu, seluruh elemen yang selama ini bersinggungan dengan pengelolaan sampah diundang dalam pencanangan tersebut agar memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.
“Pemilahan sampah dari rumah menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi residu yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” katanya.
Pemkot Madiun Serahkan Bantuan Rp10 Juta untuk Setiap RT
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Madiun menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta bagi setiap RT di Kota Madiun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Bagus menjelaskan, bantuan itu akan disalurkan melalui rekening RT setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.
“Secara mekanisme nanti akan dikelola oleh masing-masing RT untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di lingkungannya. Teknis pelaksanaannya akan dijelaskan lebih lanjut di setiap kelurahan,” jelasnya.

Program tersebut juga akan mendapat pendampingan langsung dari Pendekar Hijau yang bertugas memberikan edukasi sekaligus membantu masyarakat menerapkan sistem pemilahan sampah secara berkelanjutan.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemerintah Kota Madiun menyiapkan sistem pengawasan berbasis digital. Setiap RT nantinya diwajibkan menyampaikan laporan melalui aplikasi yang telah dilengkapi dashboard hingga tingkat lingkungan. “Pasti ada pengawasan. Semua laporan akan masuk melalui aplikasi yang sudah memiliki dashboard sampai tingkat RT, sehingga perkembangan program bisa dipantau secara berkala,” terang Bagus.
Target utama gerakan ini adalah mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo. Pemilahan sejak dari rumah dinilai menjadi solusi paling efektif agar sampah organik dan anorganik dapat dikelola secara optimal, sementara residu yang tidak dapat diolah semakin berkurang.
Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Kota Madiun optimistis mampu mewujudkan target Zero Waste 2027, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




