Laptop Berisi Data Kerja Raib, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Keamanan Perkantoran
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kasus pencurian tujuh laptop dan satu hard disk di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan tidak hanya menimbulkan kerugian materiil. Hilangnya perangkat kerja tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas pemerintahan karena sebagian data pekerjaan pegawai diduga ikut hilang.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan, Hendrawan Prastawa Adhi, menjelaskan perangkat yang dicuri berasal dari dua bagian berbeda. Empat laptop berada di Bagian Hukum, sementara tiga laptop dan satu hard disk eksternal berasal dari Bagian Organisasi.
Dari total tujuh laptop yang hilang, lima unit merupakan aset milik pemerintah daerah dan dua lainnya merupakan milik pribadi pegawai.
Menurut Hendrawan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan jenis data yang hilang karena masing-masing perangkat digunakan oleh pegawai pada bidang berbeda. Namun ia mengakui laptop tersebut merupakan sarana utama penunjang pekerjaan sehari-hari.
“Karena laptop itu dipakai untuk bekerja, saya yakin pasti ada data pekerjaan yang hilang di situ,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Meski pelayanan pemerintahan tetap berjalan, hilangnya perangkat tersebut diperkirakan berdampak pada sejumlah pekerjaan administrasi. Pasalnya, tidak seluruh dokumen dipastikan telah tersimpan dalam sistem cadangan atau perangkat lain.

“Sepertinya tetap sedikit terganggu karena mungkin tidak semua file yang ada di dalam komputer itu ter-backup di komputer lain ataupun hard disk lain,” kata Hendrawan.
Selain perangkat elektronik, petugas juga menemukan kotak amal di lingkungan kantor dalam kondisi rusak akibat dicongkel. Namun nilai uang yang hilang belum dapat dipastikan karena pengelolaan kotak amal dilakukan langsung oleh yayasan yang secara berkala mengambil isi kotak tersebut.
Pasca kejadian, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan langsung meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan perkantoran. Evaluasi mencakup pengawasan akses masuk, kondisi bangunan, hingga pola penjagaan yang selama ini dilakukan oleh personel Satpol PP.
Hendrawan menilai terbukanya kompleks perkantoran sebagai pusat layanan publik menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan aset daerah. Karena itu, sejumlah perbaikan sistem keamanan akan menjadi bahan pembahasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berharap kasus ini segera terungkap dan barang-barang yang hilang dapat ditemukan kembali,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





