Madiun Street Competition 2026 Ramaikan Balai Kota, Ajang Sportifitas Anak Muda dari Basket 3×3 hingga Mural
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Halaman Balai Kota Madiun berubah menjadi ruang penuh energi dan kreativitas pada Sabtu (1/8/2026). Riuh sorak penonton berpadu dengan atraksi para atlet muda dan seniman jalanan dalam gelaran Madiun Street Competition 2026, sebuah ajang yang menghadirkan olahraga dan seni kreatif dalam satu panggung.
Ratusan pelajar dan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai kompetisi dan pertunjukan, mulai dari basket 3×3, BMX freestyle, skateboard, breakdance, hingga lomba mural. Suasana yang semula identik dengan aktivitas pemerintahan pun berubah menjadi ruang publik yang hidup dan dipenuhi semangat anak muda.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam menyediakan ruang bagi komunitas dan talenta muda yang selama ini masih terbatas mendapatkan tempat untuk berekspresi.

“Kami bersama Disbudparpora ingin memfasilitasi masyarakat, khususnya para pelaku basket, skateboard, BMX, dan breakdance. Mereka sebenarnya punya komunitas dan tempat latihan, tetapi juga ingin tampil di depan masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Bagus, Madiun Street Competition menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi melalui kegiatan yang positif. Untuk cabang basket, kompetisi mendapat dukungan dari Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur yang meminjamkan lapangan portable beserta ring pertandingan. Kompetisi ini juga difokuskan pada kelompok umur sebagai bagian dari pembinaan atlet muda.
“Kami ingin pembinaan basket di Kota Madiun berjalan secara konsisten. Karena itu, yang dipertandingkan lebih banyak kategori kelompok umur, sedangkan cabang lain lebih berupa parade dan unjuk kreativitas, termasuk mural,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Madiun berencana menjadikan halaman Balai Kota sebagai ruang publik untuk olahraga, khususnya basket 3×3. Bagus mengungkapkan, ke depan pemerintah akan memasang satu ring basket permanen agar masyarakat, terutama pelajar, dapat memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat berlatih maupun menggelar pertandingan.
“Tadi banyak anak-anak sekolah yang hadir. Harapannya nanti ruang-ruang publik terus kita siapkan. Salah satunya halaman Balai Kota yang nantinya bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk basket 3×3 karena akan dipasang satu ring basket,” katanya.
Ketua Pengprov Perbasi Jawa Timur, Grace Evi Ekawati, yang akrab disapa Mama Evi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Madiun dalam menghadirkan kompetisi yang dekat dengan generasi muda.
Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan olahraga basket semakin diminati, terlebih dengan hadirnya pelajar yang sebelumnya belum mengenal olahraga tersebut.
“Kami senang melihat antusiasme anak-anak yang luar biasa. Bahkan banyak pelajar yang diajak datang agar mengenal basket, mencintai basket, dan tertarik untuk bermain basket,” ujarnya.
Mama Evi juga menilai rencana menjadikan Balai Kota sebagai lokasi basket 3×3 merupakan terobosan yang jarang dilakukan pemerintah daerah.”Basket 3×3 adalah olahraga yang paling mudah dikembangkan. Dalam satu hari bisa digelar ratusan pertandingan dengan sistem gugur. Selain menyenangkan, olahraga ini juga sangat baik untuk melatih fisik anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep street competition membuat olahraga terasa lebih santai, dekat dengan masyarakat, dan mampu menjadi daya tarik wisata olahraga (sport tourism) di Kota Madiun.
Melalui Madiun Street Competition 2026, Pemerintah Kota Madiun berharap ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah lahirnya atlet, seniman, dan komunitas kreatif yang mampu membawa nama Kota Madiun semakin dikenal melalui kegiatan positif dan inklusif. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




