Libur Sekolah Belum Dongkrak Wisata Telaga Sarangan, Baru 56 Ribu Pengunjung, Ada Apa?
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Libur sekolah yang biasanya menjadi momentum peningkatan kunjungan wisata belum sepenuhnya mampu mendongkrak jumlah wisatawan di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Hingga pertengahan masa liburan, jumlah pengunjung tercatat masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan sejak awal libur sekolah hingga saat ini mencapai sekitar 56.600 orang. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena masa libur sekolah masih berlangsung sekitar delapan hari lagi.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Magetan, Didik Kurniyawan, mengatakan lonjakan kunjungan sejauh ini masih didominasi pada akhir pekan. Sementara itu, jumlah wisatawan pada hari kerja relatif lebih rendah.
“Sejak awal libur sekolah hingga sekarang jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 56.600 orang. Untuk hari Senin sampai Jumat rata-rata 2.000 hingga 4.000 orang per hari, sedangkan Sabtu dan Minggu meningkat menjadi sekitar 5.000 sampai 11.000 pengunjung,” ujarnya.

Menurut Didik, pola tersebut menunjukkan sebagian besar masyarakat masih memilih menghabiskan waktu berlibur pada akhir pekan. Namun, secara keseluruhan jumlah kunjungan belum mampu menyamai capaian libur sekolah tahun sebelumnya.
Meski demikian, Disbudpar Magetan tetap optimistis target 100 ribu wisatawan selama masa libur sekolah dapat tercapai. Sejumlah strategi promosi terus digencarkan untuk menarik minat wisatawan, di antaranya melalui kampanye di media sosial serta pemberian potongan harga tiket masuk bagi pelajar yang menunjukkan kartu pelajar atau identitas diri.
“Kami berharap promosi melalui media sosial dan pemberian diskon bagi anak sekolah yang menunjukkan kartu pelajar atau identitas diri dapat menarik lebih banyak wisatawan. Mudah-mudahan target 100 ribu pengunjung bisa tercapai hingga masa libur berakhir,” kata Didik.
Ia menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi penurunan jumlah kunjungan wisata tahun ini. Faktor pertama adalah adanya longsoran di kawasan Telaga Sarangan yang menyebabkan wisatawan belum dapat menikmati jalur mengelilingi telaga secara utuh. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan dan pengalaman berwisata.
Selain itu, melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi juga menjadi salah satu penyebab menurunnya minat masyarakat untuk berwisata.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya karena adanya longsoran di kawasan Telaga Sarangan sehingga wisatawan tidak bisa mengelilingi telaga. Selain itu kondisi perekonomian saat ini juga memengaruhi daya beli masyarakat. Kami melihat tren penurunan ini juga terjadi di sejumlah daerah wisata lain,” tuturnya.
Disbudpar Magetan berharap sisa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Selain mengejar target 100 ribu pengunjung, peningkatan kunjungan juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha pariwisata, pedagang, serta penyedia jasa wisata di kawasan Telaga Sarangan.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





